(unknown)

View: New views
1 Messages — Rating Filter:   Alert me  

(unknown)

by Leonardo Rimba :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Diposting oleh Tofik Andra Widjaja di facebook. Komentar saya di bawahnya.


Michael Jackson Itu Produk Tontonan
ShareWed at 7:51pm

http://www.madametussauds.com/London/NewsAndEvents/michaeljacksonthisisit/Default.aspxSebenarnya
mata sudah cukup berat di buka setelah semalaman mengejar konsekwensi
kerjaan bernama ‘Deadline’. Tapi tiba-tiba pada subuh (Jum’at 26 Juni
lalu) mata jadi lebih terbuka, bahkan mampu melawan kantuk, saat sebuah
TV internasional menyiarkan berita terkini dari TV yang memang belum
sempat aku matikan dari semalam. Berita yang cukup mengejutkan, Jacko
‘The King of Pop’ menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumahsakit di
di kawasan LA… ‘Akhirnya…’ secara spontan memang terucap.



Kenapa terucap ‘Akhirnya’? Ini bukan sebuah refleksi kata yang
menyumpahi. Tapi lebih dari bentuk keprihatinan. Beberapa tahun
terakhir, yang terdengar memang lebih banyak berita kontroversi yang
jauh dari sisi musikalitas dari penyanyi yang gemar me-remake wajah
ini. Dan sampai aku berkesimpulan bahwa karier bernyanyi sang mega
bintang ini memang sudah mati (atau hanya mati suri???). Dan pada
akhirnya berita di atas, melengkapi kata ‘mati’ itu… terucaplah kata
‘akhirnya…’



Beberapa jam kemudian terlibat berbagai diskusi dan perdebatan di
kantor. Dari yang kaget, sedih, cuek sabagian juga ada yang mencibir.
Cibiran tentu saja bermuara pada kehidupan pribadi yang kontroversial,
termasuk karier-nya beberapa tahun belakangan. Benar juga…ada yang
suka, dan tentunya ada juga yang tidak suka.



Menenggok kembali beberapa tahun ke belakang, kehadiran si Jacko ini
mau tidak mau harus diakui sebagai salah satu keajaiban industri musik
dunia di abad ini. Bahkan Jacko sudah tampak menonjol dibandingkan
saudara-saudaranya saat memulai karier-nya di Jackson 5. Terutama
dengan moonwalk-nya. Namanya semakin benderang justru saat ber-solo
karier. Terutama dengan ‘Thriller’ yang merupakan world's best-selling
album of all time, juga diabadikan di Guinees Book of Record. Kalau
berandai-andai, album-album larisnya yang terjual jika di susun dalam
bentuk CD, sanggup melintasi benua Amerika panjangnya. Benua tempat
namanya dibesarkan.



Kehadirannya memang cukup menginspirasi banyak pihak. Jacko adalah
salah satu pencetus bahwa seorang popstar harus juga bisa ‘menari
dengan hebat’. Sebuah syarat tidak resmi yang di adaptasi hingga saat
ini. Baru-baru ini Fall Out Boy (sebelumnya Allien At Farm dengan
‘Smooth Criminal’) bahkan sukses membawkan kembali lagu legendaries-
nya ‘Beat It’ dari album ‘Thriller’. Tapi memang diakui, album
‘Dangerous’ dengan hits seperti ‘Black or White’ (1991) adalah
pendulang emas terakhirnya. Albumnya terakhirnya ‘Invicible’ (2001)
terhitung kandas untuk ukuran mega bintang seperti si-Jacko. Ternyata
kehidupan kontroversi- nya memiliki andil dalam menggerogoti
kreativitas di dalam karier-nya. Dan setelah era album ini, namanya
justru muncul dengan berbagai skandal yang membuat karier-nya seperti
terpuruk.



Dalam sebuah diskusi tidak resmi di Kantor Sony Music Indonesia bersama
beberapa wartawan beberapa tahun lalu, kami mengulas ‘mati-nya’ karier
si Jacko. Mulai dari banyaknya pesaing baru, kreativitas yang berhenti
dan banyak hal. Aku sendiri sempat berseloroh, bahwa saingan baru bukan
musuh terberatnya. Karena menurut kaca mata saya, si Jacko ini tidak
bisa si sejajarkan dengan nama lain dalam bersaing di industri musiik.
Malah saya berpendapat selain kehidupan pribadinya, di album terakhir
si Jacko tidak melakukan ritual sukses, yaitu memperkerjakan gitaris
rock yang jagoan.…lho?? Ini sekedar pengamatan, selain musik yang
disajikan di album ’Invicible’ memang terasa sangat instant yang hanya
mengacu dengan sound program. Kenapa gitaris top? Ini merupakan salah
satu gimmick si Jacko, atau palingg nggak ritual yang bisa terus
dilakukan. Lihat saja sentuhan rock sound dari Slash (saat itu gitaris
GNR) di album ‘Dangerous’, atau saat Jacko menggamit Eddie Van Hallen
dan Steve Lukather di album ‘Thriller’. Jacko juga mengajak gitaris
Steve Steven di albumnya ‘Bad’. Bahkan kabarnya, Joe Satriani di
libatkan di beberapa konser saat melakukan promo tour untuk album ‘Bad’
tersebut.



 



Produk Tontonan


 Banyak yang mengkritisi tentang penampilannya, dan juga di
hubungkan kisah kehidupan pibadinya. Tapi sampai di sini sebenarnya
memang harus di pisahkan. Si Michael Jackson yang suka mainan, atau si
Jacko yang mega bintang. Agak sedikit kurang fair memang kalau di
hubung-hubungkan. Bukannya secara jujur, banyak bintang sukses di dunia
entertainment yang kehidupan pribadinya, tidak bisa di jadikan role
model. Sebagai produk tontonan, Jacko sudah melakukan yang terbaik dan
sebuah kejaiban tentunya. Mengoperasi plastik wajah dan berganti-ganti
penampilan adalah salah satu konsekwensi yang dipilihnya. Mungkin si
Jacko tidak akan banyak di bicarakan jika penampilannya cuma itu-itu
saja. Jacko malah akan mendapat pesain dari Indonesia bernama Mustafa
Jackson, yang meniru habis penampilannya di era tahun 80-an.


 Bahkan Jacko harus rela hidup steril yang menurut sebagai orang
normal adalah tidak masuk akal. Menampilkan sosok negeri impian di
setiap aksinya. Baik dari aksi panggung, album bahkan berusaha di
munculkan di kehidupan pribadinya. Dan cukup terwakili di video-clip
yang di tampilkan. Sesuatu yang baru, sesuatu yang menghebohkan,
sesuatu yang beda, adalah salah satu syarat utama untuk sebuah produk
tontonan yang di anggap sukses. Jacko sudah melakukannya. Hal yang
hanya di lakukan dilakukan oleh sedikit pelaku entertainment di dunia.
Mau tidak mau, masyarakat harus mengakui, si Jacko ini meraih sukses
tidak hanya dari materi musik yang ditawarkan, tapi juga dari
maksimalnya mengemas produk tonotonan yang ditampilkan. Jika
mendengarkan lagu dan melihat aksi panggung, atau video-klip seperti
‘Beat-it’, ‘Smooth Criminal’, ‘Black or White’, ‘We’re The World’ Atau
‘Don’t Stop ‘Til You Get Enough’ sepertinya kehidupan kontroversi- nya
menjadi tidak penting lagi.


 Sebuah produk tontonan, adalah bagaimana membuat yang menonton
merasa puas. Dan harus di kemas dengan sempurna, dan kalau perlu
terpaksa menjadi ‘orang lain’ dan tidak menjadi diri sendiri. Bisa
berkaca pada band rock legendaries Kiss, atau yang lagi booming di sini
‘Kuburan’ atau banyak nama lagi, yang kehidupan pribadinya berbeda sama
sekali dengan aksi panggung. Berita di Jum’at subuh ini seperti membuat
masyarakat terbangun. Si legenda dan keajaiban dunia musik ini akhirnya
benar-benar meninggalkan dunia. Dengan berbagai kenangan dan fenomena
yang sepertinya sulit untuk di capai oleh pelaku industri musik
lainnya. Kehiupan pribadinya menjadi bias jika di bandingkan
kontribusinya di jagad hiburan. Termasuk kepeduliannya lewat karya pada
perdamainan dan lingkungan hidup. Kini si Jacko benar-benar akan
berjalan di bulan dan menjadi The True Moonwalker….’***Andree Stroo

 

written by:

'Andree S'troo'

AudioPro Magazine

Pulo Buaran III F5-6 BPSP

Kawasan Industri Pulo Gadung, Jaktim 13930

Telp. 021 - 4619502 / 03  Fax. 46826450

HP ; 08128057679

www.audiopro. co.id



taken from:

http://groups.yahoo.com/group/mediacare/message/99813



interesting links:

- http://www.madametussauds.com/London/OurFigures/PopMusic/MichaelJAckson/Default.aspx

- http://74.125.153.132/search?q=cache:FmmkU7-7H3cJ:blogombal.org/2009/06/26/jacko/+blogombal+org+jacko&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id

+

Komentar saya (Leonardo Rimba):

Michael Jackson is a prophet.

He lived a sad life, yet he was a prophet with a definite mission.

Many
in the future will remember him as "that". That sad prophet who
prophesied about the golden age stilll to come where boys will always
be boys.... Read More

Boys will be boys, that was his message.

He was the real Peter Pan that was persecuted. Dan bukan Peter Pan versi Indonesia yg fucking with girls.

Peter Pan can only love another boy, and that will be realized fully in the future. Michael Jakcson is its prophet.





      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/