3 Nov

View: New views
9 Messages — Rating Filter:   Alert me  

3 Nov

by i_sumarya :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

"Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
(Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)

"Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." (Luk 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.  
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• "Dijamu dalam Kerajaan Allah"  berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah, dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois  atau urusan keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus menerus.  Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat, buta atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang  benar sebagaimana pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.
• "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati"(Rm 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita,  misalnya: suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan  baik mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh. Karunia konkret yang kita miliki memang  berlainan satu sama lain, maka hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.

"TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!"
(Mzm 131)

Jakarta, 3 November 2009



Re: 3 Nov

by wirajhana eka-2 :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot

2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@...>

>
>
> "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
>
> "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus
> berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang
> banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
> Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku
> telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
> Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus
> pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru
> kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan
> menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan
> berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong
> kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan
> orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan:
> Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun
> demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke
> semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk,
> karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang
> pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." (Luk
> 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
> sederhana sebagai berikut:
> • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah,
> dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup
> dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada
> janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing
> dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita
> ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis
> alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan
> keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada
> umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian
> itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus
> menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk
> mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau
> tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari
> kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat, buta
> atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap
> aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar sebagaimana
> pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang
> pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.
> • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih
> karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk
> bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia
> untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah
> kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati"(Rm
> 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma,
> kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka
> marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha
> dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka
> yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama
> adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita, misalnya:
> suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan
> bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan
> kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering
> kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik
> mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh.
> Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka
> hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga
> dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih
> karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan
> tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun
> yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan
> baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka
> kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
>
> "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku
> tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib
> bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti
> anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih
> jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang
> sampai selama-lamanya!"
> (Mzm 131)
>
> Jakarta, 3 November 2009
>
>  
>

Re: 3 Nov

by witingurip :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg satu terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya craaat-crooot2 sendiri. ;-)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: wirajhana eka <wirajhana@...>
Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov

oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot

2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@...>

>
>
> "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
>
> "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus
> berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang
> banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
> Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku
> telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
> Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus
> pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru
> kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan
> menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan
> berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong
> kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan
> orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan:
> Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun
> demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke
> semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk,
> karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang
> pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." (Luk
> 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
> sederhana sebagai berikut:
> • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah,
> dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup
> dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada
> janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing
> dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita
> ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis
> alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan
> keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada
> umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian
> itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus
> menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk
> mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau
> tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari
> kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat, buta
> atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap
> aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar sebagaimana
> pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang
> pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.
> • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih
> karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk
> bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia
> untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah
> kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati"(Rm
> 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma,
> kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka
> marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha
> dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka
> yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama
> adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita, misalnya:
> suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan
> bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan
> kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering
> kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik
> mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh.
> Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka
> hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga
> dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih
> karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan
> tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun
> yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan
> baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka
> kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
>
> "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku
> tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib
> bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti
> anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih
> jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang
> sampai selama-lamanya!"
> (Mzm 131)
>
> Jakarta, 3 November 2009
>
>  
>


Re: 3 Nov

by blubps :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

halo yang punya yayang ganteng....


blub!



--- In Spiritual-Indonesia@..., witingurip@... wrote:

>
> Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg satu terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya craaat-crooot2 sendiri. ;-)
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: wirajhana eka <wirajhana@...>
> Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
> To: <Spiritual-Indonesia@...>
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov
>
> oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot
>
> 2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@...>
>
> >
> >
> > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> > (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
> >
> > "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus
> > berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang
> > banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> > mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
> > Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku
> > telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
> > Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus
> > pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru
> > kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan
> > menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan
> > berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong
> > kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan
> > orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan:
> > Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun
> > demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke
> > semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk,
> > karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang
> > pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." (Luk
> > 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> > Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
> > sederhana sebagai berikut:
> > • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah,
> > dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup
> > dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada
> > janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing
> > dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita
> > ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis
> > alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan
> > keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada
> > umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian
> > itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus
> > menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk
> > mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau
> > tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari
> > kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat, buta
> > atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap
> > aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> > baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar sebagaimana
> > pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang
> > pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.
> > • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih
> > karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk
> > bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia
> > untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah
> > kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati"(Rm
> > 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma,
> > kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> > masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka
> > marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha
> > dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka
> > yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama
> > adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita, misalnya:
> > suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan
> > bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan
> > kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering
> > kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik
> > mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh.
> > Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka
> > hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga
> > dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih
> > karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan
> > tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun
> > yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan
> > baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka
> > kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
> >
> > "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku
> > tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib
> > bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti
> > anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih
> > jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang
> > sampai selama-lamanya!"
> > (Mzm 131)
> >
> > Jakarta, 3 November 2009
> >
> >  
> >
>



Re: 3 Nov

by Sunmoon-2 :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Memang sudah diprogram utk ber sahut2 an

--- In Spiritual-Indonesia@..., witingurip@... wrote:

>
> Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg satu terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya craaat-crooot2 sendiri. ;-)
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: wirajhana eka <wirajhana@...>
> Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
> To: <Spiritual-Indonesia@...>
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov
>
> oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot
>
> 2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@...>
>
> >
> >
> > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> > (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
> >
> > "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus
> > berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang
> > banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> > mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
> > Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku
> > telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
> > Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus
> > pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru
> > kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan
> > menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan
> > berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong
> > kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan
> > orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan:
> > Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun
> > demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke
> > semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk,
> > karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang
> > pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." (Luk
> > 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> > Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
> > sederhana sebagai berikut:
> > • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah,
> > dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup
> > dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada
> > janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing
> > dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita
> > ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis
> > alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan
> > keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada
> > umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian
> > itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus
> > menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk
> > mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau
> > tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari
> > kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat, buta
> > atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap
> > aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> > baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar sebagaimana
> > pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang
> > pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.
> > • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih
> > karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk
> > bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia
> > untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah
> > kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati"(Rm
> > 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma,
> > kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> > masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka
> > marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha
> > dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka
> > yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama
> > adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita, misalnya:
> > suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan
> > bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan
> > kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering
> > kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik
> > mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh.
> > Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka
> > hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga
> > dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih
> > karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan
> > tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun
> > yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan
> > baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka
> > kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
> >
> > "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku
> > tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib
> > bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti
> > anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih
> > jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang
> > sampai selama-lamanya!"
> > (Mzm 131)
> >
> > Jakarta, 3 November 2009
> >
> >  
> >
>



Re: Re: 3 Nov

by David Silalahi :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

ada juga yang udah di program untuk memperhatikan...
hehehe...

2009/11/3 Sunmoon <albertgo_2000@...>

>
>
> Memang sudah diprogram utk ber sahut2 an
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
> witingurip@... wrote:
> >
> > Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg satu
> terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya
> craaat-crooot2 sendiri. ;-)
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: wirajhana eka <wirajhana@...>
> > Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
> > To: <Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> >
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov
> >
> > oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot
> >
> > 2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@...>
> >
> > >
> > >
> > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> > > (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
> > >
> > > "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi
> Yesus
> > > berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia
> mengundang
> > > banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> > > mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah
> siap.
> > > Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata
> kepadanya: Aku
> > > telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta
> dimaafkan.
> > > Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku
> harus
> > > pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru
> > > kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu
> dan
> > > menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu
> dan
> > > berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan
> lorong
> > > kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan
> > > orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan:
> > > Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi
> sekalipun
> > > demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah
> ke
> > > semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ,
> masuk,
> > > karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada
> seorang
> > > pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
> (Luk
> > > 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> > > Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
> > > sederhana sebagai berikut:
> > > • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh
> Allah,
> > > dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti
> hidup
> > > dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada
> > > janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya
> masing-masing
> > > dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita
> > > ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli
> ladang/bisnis
> > > alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan
> > > keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut
> pada
> > > umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang
> demikian
> > > itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus
> > > menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua
> untuk
> > > mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois
> atau
> > > tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun
> saudara-saudari
> > > kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat,
> buta
> > > atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka
> terhadap
> > > aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> > > baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar
> sebagaimana
> > > pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji
> yang
> > > pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan
> berkorban.
> > > • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih
> > > karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk
> > > bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika
> karunia
> > > untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar,
> baiklah
> > > kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita
> menasihati"(Rm
> > > 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma,
> > > kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> > > masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani,
> maka
> > > marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa
> berusaha
> > > dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan
> mereka
> > > yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan
> terutama
> > > adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita,
> misalnya:
> > > suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan
> > > bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat
> dengan
> > > kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau
> sering
> > > kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik
> > > mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang
> jauh.
> > > Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka
> > > hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain,
> sehingga
> > > dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih
> > > karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas
> pengutusan
> > > tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas
> apapun
> > > yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan
> dengan
> > > baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka
> > > kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
> > >
> > > "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku
> > > tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu
> ajaib
> > > bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;
> seperti
> > > anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih
> > > jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari
> sekarang
> > > sampai selama-lamanya!"
> > > (Mzm 131)
> > >
> > > Jakarta, 3 November 2009
> > >
> > >
> > >
> >
>
>  
>



--
:: ...Tujuh Keajaiban Dunia : 1.Bisa menyentuh, 2.Bisa mencicip, 3.Bisa
melihat, 4.Bisa mendengar, 5.Bisa merasakan, 6.Bisa tertawa, 7.Dan bisa
mencintai. ... ::

Re: 3 Nov

by blubps :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

kadang ada yang diprogram untuk ... oooh ... aouw!
cuma kadang2 ajah, gituh....


hiks!



--- In Spiritual-Indonesia@..., David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:

>
> ada juga yang udah di program untuk memperhatikan...
> hehehe...
>
> 2009/11/3 Sunmoon <albertgo_2000@...>
>
> >
> >
> > Memang sudah diprogram utk ber sahut2 an
> >
> >
> > --- In Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
> > witingurip@ wrote:
> > >
> > > Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg satu
> > terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya
> > craaat-crooot2 sendiri. ;-)
> > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > Teruuusss...!
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: wirajhana eka <wirajhana@>
> > > Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
> > > To: <Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> > >
> > > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov
> > >
> > > oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot
> > >
> > > 2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@>
> > >
> > > >
> > > >
> > > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> > > > (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
> > > >
> > > > "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> > > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi
> > Yesus
> > > > berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia
> > mengundang
> > > > banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> > > > mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah
> > siap.
> > > > Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata
> > kepadanya: Aku
> > > > telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta
> > dimaafkan.
> > > > Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku
> > harus
> > > > pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru
> > > > kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu
> > dan
> > > > menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu
> > dan
> > > > berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan
> > lorong
> > > > kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan
> > > > orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan:
> > > > Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi
> > sekalipun
> > > > demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah
> > ke
> > > > semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ,
> > masuk,
> > > > karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada
> > seorang
> > > > pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
> > (Luk
> > > > 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> > > > Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
> > > > sederhana sebagai berikut:
> > > > • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh
> > Allah,
> > > > dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti
> > hidup
> > > > dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada
> > > > janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya
> > masing-masing
> > > > dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita
> > > > ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli
> > ladang/bisnis
> > > > alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan
> > > > keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut
> > pada
> > > > umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang
> > demikian
> > > > itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus
> > > > menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua
> > untuk
> > > > mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois
> > atau
> > > > tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun
> > saudara-saudari
> > > > kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat,
> > buta
> > > > atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka
> > terhadap
> > > > aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> > > > baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar
> > sebagaimana
> > > > pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji
> > yang
> > > > pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan
> > berkorban.
> > > > • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih
> > > > karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk
> > > > bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika
> > karunia
> > > > untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar,
> > baiklah
> > > > kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita
> > menasihati"(Rm
> > > > 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma,
> > > > kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> > > > masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani,
> > maka
> > > > marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa
> > berusaha
> > > > dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan
> > mereka
> > > > yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan
> > terutama
> > > > adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita,
> > misalnya:
> > > > suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan
> > > > bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat
> > dengan
> > > > kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau
> > sering
> > > > kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik
> > > > mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang
> > jauh.
> > > > Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka
> > > > hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain,
> > sehingga
> > > > dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih
> > > > karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas
> > pengutusan
> > > > tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas
> > apapun
> > > > yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan
> > dengan
> > > > baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka
> > > > kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
> > > >
> > > > "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku
> > > > tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu
> > ajaib
> > > > bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;
> > seperti
> > > > anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih
> > > > jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari
> > sekarang
> > > > sampai selama-lamanya!"
> > > > (Mzm 131)
> > > >
> > > > Jakarta, 3 November 2009
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> >
> >  
> >
>
>
>
> --
> :: ...Tujuh Keajaiban Dunia : 1.Bisa menyentuh, 2.Bisa mencicip, 3.Bisa
> melihat, 4.Bisa mendengar, 5.Bisa merasakan, 6.Bisa tertawa, 7.Dan bisa
> mencintai. ... ::
>



Re: Re: 3 Nov

by wirajhana eka-2 :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

halah pada iri aja semua..udah ikutan aja program ini..

2009/11/3 blubps <blubps@...>

>
>
> kadang ada yang diprogram untuk ... oooh ... aouw!
> cuma kadang2 ajah, gituh....
>
> hiks!
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
> David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:
> >
> > ada juga yang udah di program untuk memperhatikan...
> > hehehe...
> >
> > 2009/11/3 Sunmoon <albertgo_2000@...>
>
> >
> > >
> > >
> > > Memang sudah diprogram utk ber sahut2 an
> > >
> > >
> > > --- In Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> <Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
>
> > > witingurip@ wrote:
> > > >
> > > > Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg
> satu
> > > terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya
> > > craaat-crooot2 sendiri. ;-)
> > > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > > Teruuusss...!
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: wirajhana eka <wirajhana@>
> > > > Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
> > > > To: <Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> <Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> > > >
> > > > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov
> > > >
> > > > oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot
> > > >
> > > > 2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@>
> > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> > > > > (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
> > > > >
> > > > > "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> > > > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi
> > > Yesus
> > > > > berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia
> > > mengundang
> > > > > banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> > > > > mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu
> sudah
> > > siap.
> > > > > Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata
> > > kepadanya: Aku
> > > > > telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta
> > > dimaafkan.
> > > > > Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan
> aku
> > > harus
> > > > > pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku
> baru
> > > > > kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba
> itu
> > > dan
> > > > > menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah
> itu
> > > dan
> > > > > berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan
> > > lorong
> > > > > kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat
> dan
> > > > > orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu
> melaporkan:
> > > > > Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi
> > > sekalipun
> > > > > demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya:
> Pergilah
> > > ke
> > > > > semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di
> situ,
> > > masuk,
> > > > > karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada
> > > seorang
> > > > > pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati
> jamuan-Ku."
> > > (Luk
> > > > > 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> > > > > Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan
> catatan-catatan
> > > > > sederhana sebagai berikut:
> > > > > • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh
> > > Allah,
> > > > > dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah
> berarti
> > > hidup
> > > > > dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia
> pada
> > > > > janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya
> > > masing-masing
> > > > > dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah
> kita
> > > > > ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli
> > > ladang/bisnis
> > > > > alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau
> urusan
> > > > > keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan
> tersebut
> > > pada
> > > > > umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang
> > > demikian
> > > > > itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam
> terus
> > > > > menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua
> > > untuk
> > > > > mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk,
> egois
> > > atau
> > > > > tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun
> > > saudara-saudari
> > > > > kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat,
> > > buta
> > > > > atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka
> > > terhadap
> > > > > aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> > > > > baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar
> > > sebagaimana
> > > > > pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada
> janji-janji
> > > yang
> > > > > pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan
> > > berkorban.
> > > > > • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut
> kasih
> > > > > karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah
> untuk
> > > > > bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika
> > > karunia
> > > > > untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar,
> > > baiklah
> > > > > kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita
> > > menasihati"(Rm
> > > > > 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di
> Roma,
> > > > > kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> > > > > masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk
> melayani,
> > > maka
> > > > > marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa
> > > berusaha
> > > > > dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan
> menyelamatkan
> > > mereka
> > > > > yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan
> > > terutama
> > > > > adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita,
> > > misalnya:
> > > > > suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja,
> rekan
> > > > > bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang
> dekat
> > > dengan
> > > > > kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau
> > > sering
> > > > > kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan
> baik
> > > > > mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang
> > > jauh.
> > > > > Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain,
> maka
> > > > > hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain,
> > > sehingga
> > > > > dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia.
> Kasih
> > > > > karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas
> > > pengutusan
> > > > > tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka
> tugas
> > > apapun
> > > > > yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan
> > > dengan
> > > > > baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan
> aneka
> > > > > kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
> > > > >
> > > > > "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong;
> aku
> > > > > tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu
> > > ajaib
> > > > > bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;
> > > seperti
> > > > > anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang
> disapih
> > > > > jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari
> > > sekarang
> > > > > sampai selama-lamanya!"
> > > > > (Mzm 131)
> > > > >
> > > > > Jakarta, 3 November 2009
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > :: ...Tujuh Keajaiban Dunia : 1.Bisa menyentuh, 2.Bisa mencicip, 3.Bisa
> > melihat, 4.Bisa mendengar, 5.Bisa merasakan, 6.Bisa tertawa, 7.Dan bisa
> > mencintai. ... ::
> >
>
>  
>

Re: 3 Nov

by blubps :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

lu kalo lagi gini ganteng dan lucu....


blub!



--- In Spiritual-Indonesia@..., wirajhana eka <wirajhana@...> wrote:

>
> halah pada iri aja semua..udah ikutan aja program ini..
>
> 2009/11/3 blubps <blubps@...>
>
> >
> >
> > kadang ada yang diprogram untuk ... oooh ... aouw!
> > cuma kadang2 ajah, gituh....
> >
> > hiks!
> >
> >
> > --- In Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
> > David Silalahi <davidfr766hi@> wrote:
> > >
> > > ada juga yang udah di program untuk memperhatikan...
> > > hehehe...
> > >
> > > 2009/11/3 Sunmoon <albertgo_2000@>
> >
> > >
> > > >
> > > >
> > > > Memang sudah diprogram utk ber sahut2 an
> > > >
> > > >
> > > > --- In Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> > <Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
> >
> > > > witingurip@ wrote:
> > > > >
> > > > > Dua orang pemosting ini seperti robot yang telah diprogram saja. Yg
> > satu
> > > > terus menerus mengutip ayat tanpa ulasan apa-apa, yang lainnya
> > > > craaat-crooot2 sendiri. ;-)
> > > > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > > > Teruuusss...!
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > > From: wirajhana eka <wirajhana@>
> > > > > Date: Mon, 2 Nov 2009 20:15:41
> > > > > To: <Spiritual-Indonesia@...<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> > <Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>
> > > > >
> > > > > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] 3 Nov
> > > > >
> > > > > oooooohhhh...arrrggghhhhhhhh...crot
> > > > >
> > > > > 2009/11/2 i_sumarya <i_sumarya@>
> > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
> > > > > > (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)
> > > > > >
> > > > > > "Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus:
> > > > > > "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi
> > > > Yesus
> > > > > > berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia
> > > > mengundang
> > > > > > banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya
> > > > > > mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu
> > sudah
> > > > siap.
> > > > > > Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata
> > > > kepadanya: Aku
> > > > > > telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta
> > > > dimaafkan.
> > > > > > Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan
> > aku
> > > > harus
> > > > > > pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku
> > baru
> > > > > > kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba
> > itu
> > > > dan
> > > > > > menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah
> > itu
> > > > dan
> > > > > > berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan
> > > > lorong
> > > > > > kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat
> > dan
> > > > > > orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu
> > melaporkan:
> > > > > > Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi
> > > > sekalipun
> > > > > > demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya:
> > Pergilah
> > > > ke
> > > > > > semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di
> > situ,
> > > > masuk,
> > > > > > karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada
> > > > seorang
> > > > > > pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati
> > jamuan-Ku."
> > > > (Luk
> > > > > > 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
> > > > > > Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan
> > catatan-catatan
> > > > > > sederhana sebagai berikut:
> > > > > > • "Dijamu dalam Kerajaan Allah" berarti dikuasai atau dirajai oleh
> > > > Allah,
> > > > > > dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah
> > berarti
> > > > hidup
> > > > > > dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia
> > pada
> > > > > > janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya
> > > > masing-masing
> > > > > > dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah
> > kita
> > > > > > ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli
> > > > ladang/bisnis
> > > > > > alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau
> > urusan
> > > > > > keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan
> > tersebut
> > > > pada
> > > > > > umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang
> > > > demikian
> > > > > > itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam
> > terus
> > > > > > menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua
> > > > untuk
> > > > > > mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk,
> > egois
> > > > atau
> > > > > > tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun
> > > > saudara-saudari
> > > > > > kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat,
> > > > buta
> > > > > > atau lumpuh', sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka
> > > > terhadap
> > > > > > aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat
> > > > > > baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar
> > > > sebagaimana
> > > > > > pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada
> > janji-janji
> > > > yang
> > > > > > pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan
> > > > berkorban.
> > > > > > • "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut
> > kasih
> > > > > > karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah
> > untuk
> > > > > > bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika
> > > > karunia
> > > > > > untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar,
> > > > baiklah
> > > > > > kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita
> > > > menasihati"(Rm
> > > > > > 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di
> > Roma,
> > > > > > kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita
> > > > > > masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk
> > melayani,
> > > > maka
> > > > > > marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa
> > > > berusaha
> > > > > > dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan
> > menyelamatkan
> > > > mereka
> > > > > > yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan
> > > > terutama
> > > > > > adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita,
> > > > misalnya:
> > > > > > suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja,
> > rekan
> > > > > > bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang
> > dekat
> > > > dengan
> > > > > > kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau
> > > > sering
> > > > > > kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan
> > baik
> > > > > > mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang
> > > > jauh.
> > > > > > Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain,
> > maka
> > > > > > hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain,
> > > > sehingga
> > > > > > dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia.
> > Kasih
> > > > > > karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas
> > > > pengutusan
> > > > > > tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka
> > tugas
> > > > apapun
> > > > > > yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan
> > > > dengan
> > > > > > baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan
> > aneka
> > > > > > kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
> > > > > >
> > > > > > "TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong;
> > aku
> > > > > > tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu
> > > > ajaib
> > > > > > bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;
> > > > seperti
> > > > > > anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang
> > disapih
> > > > > > jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari
> > > > sekarang
> > > > > > sampai selama-lamanya!"
> > > > > > (Mzm 131)
> > > > > >
> > > > > > Jakarta, 3 November 2009
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > > --
> > > :: ...Tujuh Keajaiban Dunia : 1.Bisa menyentuh, 2.Bisa mencicip, 3.Bisa
> > > melihat, 4.Bisa mendengar, 5.Bisa merasakan, 6.Bisa tertawa, 7.Dan bisa
> > > mencintai. ... ::
> > >
> >
> >  
> >
>