Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 1 )

View: New views
3 Messages — Rating Filter:   Alert me  

Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 1 )

by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

 
 
  Dear  all my brother(s) and my sisters.
DISKUSI BUKU  " DI KAKI GURU  dan Pidato "Kebenaran adalah Wlayah tanpa
jalan --> bapak Hudoyo dan mas Ardi W.   ... ( 6 )
Saya ganti judul dengan  "Truth Is A Pathless Land"
"Kesejatian Adalah Suatu Daratan Yang Tidak BerJalan-Lintas
 
Semoga..lanjutan pelajaran dari tulisan Mas Ardi ( pembina saya di
Theosofi) ada kelak bermanfaat.
Seperti biasa.., tidak suka..- Pls delete soonest.
Monggo.,
-------------------    
"Truth Is A Pathless Land"
"Kesejatian Adalah Suatu Daratan
Yang Tidak BerJalan-Lintas"
 
“Krishnamurti, The Years of  Awakening” by Mary Lutyens, 1975.
2 Agustus 1929 di Ommen Camp, ribuan orang Belanda dan lebih dari tiga
ribu Anggota The Order of the Star mendengarkan melalui Radio dimana
Krishnamurti membubarkan Organisasi The Order of the Star yang
dipimpinnya.
Ringkasannya adalah sebagai berikut:
 
K English
.......  “I maintain that Truth is a pathless land, and you cannot
approach it by any path whatsoever, by any Religion, by any sect.”
 
RD Terjemahan
...... “Saya menjaga dengan teguh bahwa Kesejatian adalah suatu daratan
yang tidak berJalan-Lintas, dan Anda tidak dapat mendekati Kesejatian
melalui Jalan-Lintas apapun, melalui Religi apapun, melalui sekte
apapun.”
 
K English
“That is my point of view, and I adhere to that absolutely and
unconditionally.
Truth, being limitless, unconditioned, unapproachable by any path
whatsoever, cannot be organized; nor should any organization be formed
to lead or coerce people along any particular path.”
 
RD Terjemahan
“Itu adalah titik pandang saya, dan saya mempautkan diri kepada hal itu
secara mutlak dan secara tidak bersyarat.
Kesejatian, berada tidak berbatas, tidak bersyarat, tidak dapat didekati
oleh Jalan-Lintas apapun, tidak dapat diOrganisasikan, Organisasi apapun
seyogyanya juga tidak dibentuk untuk membimbing atau memaksa (menguasai,
Otoritasi) orang-orang melintasi Jalan-Lintas khusus apapun”
 
K English
“If you first understand that, then you will see how impossible it is to
organize a belief. A belief is purely an individual matter, and you
cannot and must not organize it.
If you do it becomes dead, cristallized; it becomes a creed, a sect, a
Religion, to be imposed on others.”
 
RD Terjemahan
Jika pertama-tama Anda memahami hal itu, maka Anda akan melihat
bagaimana tidak mungkinnya mengOrganisasikan suatu keyakinan. Keyakinan
adalah murni perihal perseorangan, dan Anda tidak dapat dan harus tidak
mengOrganisasikan keyakinan.
Jika Anda mengOrganisasikannya maka keyakinan itu menjadi mati,
terkristal; keyakinan menjadi suatu doktrin Religi, suatu sekte, suatu
Religi, yang dipaksakan penerimaannya kepada orang-orang lain.
 
K English
“........ Truth cannot be brought down, rather the individual must make
the effort to ascend to it. You cannot bring the mountain-top to the
valley ....”
 
RD Terjemahan
“...... Kesejatian tidak dapat dibawa turun, malahan individu (orang per
orang, perseorangan) itu sendiri yang harus membuat usaha untuk
meningkatkan diri ke Kesejatian.
Anda tidak dapat membawa puncak-gunung ke lembah.....”
 
K English
I do not want to belong to any organization of a spiritual kind; please
understand this ......
If an organization be created for this purpose, it becomes a crutch, a
weakness, a bondage, and must criple the individual, and prevent him
from growing, from establishing his uniqueness, which lies in the
discovery for himself of that absolute, unconditioned Truth. So that is
another reason why I have decided, as I happened to be the Head of the
Order, to dissolve it.”
 
RD Terjemahan
Saya tidak mau menjadi anggota Organisasi apapun yang berjenis rohaniah;
harap fahami hal ini .....
Jika suatu Organisasi diciptakan bagi maksud dan tujuan ini, maka
Organisasi tersebut menjadi penopang, suatu kelemahan, suatu ikatan, dan
pasti melumpuhkan individu tersebut, dan menghalanginya dalam
pertumbuhannya, dalam mengukuhkan kekhas-tersendiriannya, yang-mana
terletak di dalam penemuan bagi dirinya sendiri mengenai Kesejatian yang
tidak bersyarat dan mutlak itu.
Jadi itu adalah alasan lainnya mengapa saya telah mengambil keputusan
untuk membubarkan the Order, karena kejadiannya adalah  bahwa saya
Kepala the Order.
 
K English
..........The moment you follow someone  you cease to follow Truth.
........ I am concerning myself with only one essential thing: to set
man free.
 
RD Terjemahan
..... Pada saat Anda mengikuti seseorang maka Anda berhenti mengikuti
Kesejatian.
...... Saya sendiri sedang mencurahkan perhatian  kedalam hanya satu hal
hakiki: mempersiapkan kebebasan manusia.
 
K English
.....That is the first question I am asked by all newspaper reporters.
“How many followers have you? By their number we shall judge whether
what you say is true or false”. I do not know how many there are. I am
not concerned with that. If there were even one man who had been set
free, that were enough ......
 
RD Terjemahan:
..... Itu adalah pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh semua wartawan
koran. “Berapa banyak pengikut-pengikut yang Anda punyai?
Melalui jumlah pengikut-pengikut Anda itu kami akan menilai apakah yang
Anda katakan adalah benar atau keliru”.
 
Saya tidak tahu berapa banyak adanya di sana. Saya tidak berurusan
dengan hal itu.
Jika di sana telah ada satu orang yang telah dipersiapkan kebebasannya,
maka hal itu sudah cukup .....
 
K English:
..... That key is your own self and in the development and the
purification and in the incorruptibility of that self alone is the
Kingdom of Eternity.......
.... And this not because of Authority, not because of salvation, but
because you really understand, and hence are capable of living in the
eternal. This is a greater thing than all pleasure, than all sacrifice.
 
RD Terjemahan:
..... Kunci itu adalah diri Anda sendiri, dan hanya dalam perkembangan
dan pemurnian dan di dalam tidak-dapat korupnya diri Anda itu ada
Kerajaan Kekekalan.
 
..... Dan ini bukan karena Kekuasaan, bukan karena penyelamatan, tetapi
karena Anda benar-benar mengerti, dan dengan begitu Anda mampu
berkehidupan dalam kekekalan tersebut. Ini adalah suatu hal yang lebih
agung daripada semua kesenangan, daripada semua pengorbanan.
 
K English
You can form other organization and expect someone else. With that I am
not concerned ......
My only concern is to set men absolutely, unconditionally free.
 
RD Terjemahan:
Anda dapat membentuk Organisasi lain dan mengharapkan kehadiran orang
lain. Saya tidak berurusan dengan hal itu
Curahan perhatian saya adalah hanya mempersiapkan kebebasan manusia
secara mutlak, secara tidak bersyarat.
 
================================================
RD Komentar:
Jalan-Lintas= Organisasi –Religi, Organisasi-Sekte
Kesejatian dalam Kekhas-Tersendirian Setiap Individu, Pemurnian-Diri;
Kesejatian terdapat bukan di Organisasi
 
Terlihat jelas di sini bahwa yang dimaksud oleh Krishnamurti sebagai
“Path= Jalan-Setapak=Jalan-Lintas” adalah sejenis dengan “any Religion=
Religi apapun” atau “any sect= sekte apapun”.
Yang menyelam kedalam Kesejatian adalah individunya sendiri dan
sendirian, orang per orang, perseorangan sendiri, dalam
kekhas-tersendirian masing-masing.
Dan ini memerlukan pemurnian-diri yang harus bisa dilaksanakan oleh
setiap orang itu sendiri dan sendirian, sebelum ia dapat melalui
kesadaran-murni dan kecerdasan-murninya mendekatkan diri kedalam
Kesejatian, jadi bukan Organisasinya yang mencapai Kesejatian.
 
Oleh karena itu Jalan-Lintas sebagai Organisasi, adalah sama-sekali
tidak diperlukan bagi siapapun menujukan diri ke Kesejatian, menunggal
ke Kesejatian, karena hanya melalui kekhas-tersendirian masing-masing
itulah masing-masing dapat menemukan Kesejatian yang tidak bersyarat dan
mutlak itu.
 
Perlu dicatat di sini bahwa yang menjadi persoalan adalah:
-    bukan Religi itu sendiri, melainkan
-    Religi yang diOrganisasikan oleh manusia sedemikian  sehingga
Organisasi Religi ini menjadi Otoritas atas anggota-anggotanya yang
dengan sendirinya menjadi “tertekan/ terbuai dalam keterlupaan” atas
kekhas-tersendiriannya sendiri akan esensi-Illahiahnya sendiri, dan oleh
karena itu:
*          ia tidak dapat menemukan Aku Yang-Sejatinya sendiri melalui
Organisasi apapun yang Religius ataupun yang tidak Religius,
*          ia  tidak dapat menemukan Kesejatian itu sendiri melalui
Organisasi apapun,
*          hanya melalui kekhas-tersendirian masing-masing itulah
masing-masing dapat menemukan Kesejatian yang tidak bersyarat dan mutlak
itu, demikian Krishnamurti menjelaskan dalam “Truth is a Pathless Land”
dan ini lebih diuraikan oleh Krishnamurti di buku “At the Feet of the
Master”, dan oleh buku-buku Theosofi, misalnya buku “Man, God and the
Universe” DR. I.K. Taimni, The Theosophical Publishing House.
 
Seorang Hindu, seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam;
Seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia
 ( bersambung ke : 2 )
 

Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 2 )

by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

 
Dear all,
Lanjutan.
 
-------------------    
"Truth Is A Pathless Land"
"Kesejatian Adalah Suatu Daratan
Yang Tidak BerJalan-Lintas"
 Seorang Hindu, seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam;

Seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia
 ( bersambung ke : 2 )
Kita cermati berikut ini bahwa Krishnamurti di buku “At the Feet of the
Master”-nya menulis mengenai seorang yang berAgama dan bukan Organisasi
Agama, bukan Religi sebagai Organisasi, sebagaimana yang dijelaskan
Krishnamurti dalam  “Truth is a Pathless Land” ketika ia membubarkan
organisasinya sendiri The Order of the Star dengan lebih dari 3000
anggotanya.
Krishnamurti menulis mengenai seorang yang berkebangsaan/ berkenegaraan
dan bukan Organisasi Bangsa/ Negara,  bukan Bangsa sebagai Organisasi,
bukan Negara sebagai Organisasi.
Terlihat lagi di sini bahwa tulisan dalam buku “At the Feet of the
Master” adalah tidak bertentangan terhadap penyataan dalam “Truth is a
Pathless Land”, bahkan komplementer, saling melengkapi.
 
K English
So, because he knows, he is on God’s side, standing for good and
resisting evil, working for evolution and not for selfishness.
 
RD Terjemahan
......... ...... Jadi, karena ia mengetahui, maka ia:
-   berada di sisi Sang  Illahi,
-   berdiri bagi kebaikan dan menghambat kejahatan,
-   bekerja bagi evolusi, dan bukan bagi mementingkan-diri-sendiri.
 
K English
If he is on God’s side he is one of us, and it does not matter in the
least whether he calls himself a Hindu, or a Buddhist, a Christian or a
Muhammadan, whether he is an Indian or an Englishman, a Chinaman or a
Russian.
 
RD Terjemahan
“Jika ia berada di sisi Sang  Illahi, maka ia satu adanya dengan kita,
dan tidak sedikitpun menjadi masalah mengenai:
-   apakah ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Hindu, atau
seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam,
-   apakah ia seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun
seorang Rusia.”
 Mengenai Religi, Krisnamurti juga menuliskan berikut ini di buku “At
the Feet of the Master”:
.... a hearty interest in the beliefs of those of another religion, just
as much as in your own.
“For their religion is a path to the highest, just as yours is. And to
help all, you must understand all.”
ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang
ber-religi lain, tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri. Karena, religi
mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi, tepat
sebagaimana halnya dengan religimu.
 K English
Tolerance.
You must feel perfect tolerance for all, and a hearty interest in the
beliefs of those of another religion, just as much as in your own.
For their religion is a path to the highest, just as yours is. And to
help all, you must understand all.
But in order to gain this perfect tolerance, you must yourself first be
free from bigotry and superstition.
 
RD Terjemahan
Toleransi.
Engkau harus merasakan:
-   toleransi yang sempurna bagi semua, dan
-   ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang
yang ber-religi lain,
tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri.
Karena:
-   religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi,
tepat sebagaimana halnya dengan religimu. Dan:
-       untuk menolong semua, engkau harus memahami semua.
Tetapi untuk dapat memperoleh toleransi yang sempurna ini, engkau
sendiri pertama-tama harus bebas dari:
-    kefanatikan , dan
-    takhyul.
------------------------------------------------------------------------
-
Krishnamurti juga tidak melarang siapapun membentuk Organisasi, silakan
saja, hanya saja ia menjelaskan bahwa ia tidak berurusan dengan
pembentukan Organisasi, dan ia tidak mau menjadi anggota Organisasi
Spiritual apapun.
Karena, setiap orang harus menyelami sendiri kekhas-tersendiriannya
dalam pemurnian-diri sebelum dapat menemukan Kesejatian; dan bukan
melalui Organisasi, karena Organisasi tidak dapat menemukan Kesejatian.
 
RELIGI, Definisi
Religi tidak harus sama dengan Agama,
Istilah Religi juga dipakai bagi:
kepercayaan akan adanya eksistensi dari suatu daya-kekuatan illahiah ---
Sang Illahi yang mengontrol Alam-semesta, Sumber Tunggal dari seluruh
eksistensi,
 
Istilah Religi juga dipakai bagi:
bentuk, upacara dan kebiasaan-kebiasaan umum, tradisi, melaluinya suatu
makhluk yang disucikan oleh manusia, di luar diri manusia itu sendiri,
disembah dan didambakan kemurah-hatiannya.
Di sini terjadi perbedaan sekte, fanatisme, takhyul dan ketidaktahuan
tetapi dipenuhi dengan keyakinan.
Di sini sang bentuk dikagumi dan disucikan, sementara sang prinsip
diabaikan. Penganut-penganutnya membangkitkan hasrat manusia,
menyebabkan terjadinya pertikaian.
Istilah Religi juga dipakai bagi:
pengetahuan teoritis mengenai konstitusi-sejati manusia, dan hubungan
manusia dengan Sang Illahi sebagai sumber tunggal dari semua yang ada,
serta mengenai masa depan manusia. Di sini terjadi perdebatan di antara
para filosof, para teolog dan mereka yang berspekulasi melalui batin.
Batin adalah dasar pendapat-pendapat yang-saling-bertentangan, karena
adanya perbedaan tingkat pembentangan potensi Illahiah masing-masing.
 
Istilah Religi juga dipakai bagi:
penerapan-praktikal akan kearifan-illahiah, untuk membangunkan "elemen
illahiah manusia sebagai percikan dari Sang Illahi" hingga elemen
illahiah ini:
-         disadari manusia dalam perilakunya sehari-hari,
-         digabungkan kembali menuju Sang Illahi/ Tuhan, Satu-Satunya
Sumber keberadaan manusia dan seluruh eksistensi lainnya, namun tetap:
Engkau akan memasuki CahayaNya dan tidak akan pernah menyentuh Nyala
ApiNya, Tuhan Yang Sejati tetap mutlak kesucianNya, tetap mutlak
keesaanNya, sehingga tidak tersentuh oleh siapapun.
Proses ini diajarkan oleh mereka yang:
-         telah maju evolusinya, telah maju pembentangan
potensi-illahiahnya, dan
-         telah mengalami pencerahan rohaniah.
Proses ini belum bisa difahami oleh manusia yang kehidupan rohaniahnya
belum bangun.
Path= Jalan-Lintas, Tiga Definisi
Krishnamurti tidak mengatakan bahwa Jalan-Lintas ini adalah Jalur-Pancar
Individu dari Tuhan ke Alam-Semesta yang-mana arah kebalikannya adalah
Jalur-Pantul dari Alam-Semesta menuju ke Tuhan, ini diringkaskan di
bawah ini.
Jadi definisi Path dalam “Truth is a pathless land” (dinyatakan oleh
Krishnamurti) adalah berbeda terhadap Path dalam “At the Feet of the
Master” (ditulis oleh Krishnamurti).
Oleh karena itu, dalam hal ini ada sekurang-kurangnya tiga definisi
mengenai Path (= Jalan-Lintas).
1.       Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam Pathless ini (“Truth
is a Pathless Land”) adalah (Otoritas)-Organisasi, Sekte, Ordo, dsb.
Krishnamurti menyatakan bahwa “...... Kesejatian tidak dapat dibawa
turun, malahan individu (orang per orang, perseorangan) itu sendiri yang
harus membuat usaha untuk meningkatkan diri ke Kesejatian.
Anda tidak dapat membawa puncak-gunung ke lembah.....”
 Jadi Kesejatian berada di Ketinggian.
Maka daratan yang dimaksud di sini adalah daratan di Ketinggian, dan
menuju Ketinggian itu individu siapapun tidak bisa memakai Organisasi,
yang Religius ataupun yang tidak Religius, Sekte, ataupun Ordo sebagai
Jalan-Setapaknya, sebagai Jalan-Lintasnya, karena hanya setiap individu
masing-masing yang dalam kekhas-tersendirian masing-masing, menjadi
Jalan-Lintas bagi masing-masing, sendiri-sendiri.
 Adalah hanya:
-         melalui pengembangan-diri, pembentangan kecerdasan, dan
-         melalui pemurnian-diri, pembudidayaan-pribadi, dan
-         melalui telah tidak-dapat korupnya diri kita sendiri
masing-masing, melalui perilaku bajik dan Kasih, tidak mementingkan diri
sendiri, mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteran orang lain terlebih
dahulu, melalui altruisme, melalui tidak menyakiti makhluk lain termasuk
Manusia, Binatang, dan Hutan,
yang membuat kita masing-masing dapat menemukan Kesejatian di dalam
kehalusan Sumber Inti-Eksistensi kita masing-masing.
 
2.       Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam “At the Feet of the
Master” adalah Etika-Kesiswaan di Jalan-Lintas Kekudusan untuk
pengabdian-diri kedalam pelayanan bagi Evolusi seluruh makhluk.
 
3.       Path (= Jalan-Lintas) sebagai Jalur-Pancar (jalur- emanasi/
jalur-involusi) dari Tuhan (sebagai Sumber-Terakhir) menuju ke
Alam-Semesta (di dalam Tuhan) yang arah kebalikannya adalah Jalur-Pantul
(jalur-evolusi) dari Alam-Semesta (di dalam Tuhan) menuju Tuhan (sebagai
Sumber-Terakhir) yang-mana termasuk di dalam Jalur-Pantul ini
Jalan-Lintas sebagai percepatan proses evolusi Monad (Inti-Eksistensi)
pelakunya, melalui menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari: Etika
Kehidupan di Jalan-Lintas Kekudusan yang antara lain dibahas di buku At
the Feet of the Master, Light on the Path, The Voice of the Silence.
 
Bola-cermin bagian dalam, lengkap dengan jari-jarinya melambangkan
proses “Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke Tuhan”:
*          satu jari-jari melambangkan jalur-pancar bagi satu
partikel-cahaya (melambangkan satu Aku Yang Sejati) dari Sumber-Cahaya
(melambangkan Sang Illahi/ Sang Tunggal, atau MahaTitik) di Pusat
bola-cermin,
*          satu jari-jari yang sama melambangkan jalur-pantul bagi satu
partikel-cahaya tersebut, dari dinding bola-cermin (melambangkan
Maharuang) ke  Sumber-Cahaya di Pusat bola-cermin.
Setiap pancaran (dan pantulan), setiap satu jari-jari, yang-mana berbeda
terhadap jari-jari lainnya adalah juga melambangkan kekhas-tersendirian
setiap makhluk, jadi setiap orang/ makhluk apapun tidak perlu
meniru-niru orang/ makhluk lainnya, karena masing-masing adalah
khas-tersendiri, namun seluruhnya tersusun kedalam keutuhan-sempurna
Illahiah.
<>
(Man God and the Universe, DR. IK Taimni)
 
Aku Yang-Sejati (Monad) adalah Sang Jalan, Sang Kehidupan, Sang
Kebenaran, Sang Guru Sejati.
 ( Bersambung ke : 3 )
 

Re: Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 2 )

by Ngadji Diri :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

makasih atas pos ini

suka pada kata,
“Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke Tuhan”
begitulah hendaknya ya
jangan ya
"Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke setan"
pasti hidup sudah dibuat lintang-pukang, tak menentu, haru-biru

salam hangat
Ngad



________________________________
From: Sudrajat <sudrajat@...>
To: persaudaraan_universal@...
Cc: Spiritual-Indonesia@...; diskusi_gantharwa@...
Sent: Wed, November 4, 2009 12:09:29 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land"                           ( 2  )

 
 
Dear all,
Lanjutan.
 
------------ -------    
"Truth Is A Pathless
Land"
"Kesejatian Adalah Suatu Daratan
Yang Tidak BerJalan-Lintas"
 Seorang Hindu, seorang
Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam;
Seorang India, seorang Inggris, seorang
Tionghoa ataupun seorang Rusia
 ( bersambung ke : 2 )
Kita cermati
berikut ini bahwa Krishnamurti di buku “At the Feet of the
Master”-nya menulis mengenai seorang yang berAgama dan bukan Organisasi Agama, bukan Religi sebagaiOrganisasi, sebagaimanayangdijelaskan Krishnamurti dalam  “Truth is a Pathless Land” ketika
ia membubarkan organisasinya sendiriThe Order
of the Star dengan lebih dari 3000 anggotanya.
Krishnamurti
menulis mengenai seorang yang
berkebangsaan/ berkenegaraan dan bukan Organisasi Bangsa/ Negara,  bukan Bangsa sebagaiOrganisasi, bukan Negara sebagaiOrganisasi.
Terlihat lagi di
sini bahwa tulisan dalam buku “At the Feet of the Master” adalah
tidak bertentangan terhadap penyataan dalam “Truth
is a Pathless Land”, bahkan komplementer, saling melengkapi.
 
K
English
So, because he
knows, he is on God’s side, standing for good and resisting evil, working
for evolution and not for selfishness.
 
RD Terjemahan
......... ......
Jadi, karena ia mengetahui, maka ia:
-   berada di sisi Sang  Illahi,
-   berdiri bagi kebaikan dan menghambat kejahatan,
-   bekerja bagi evolusi, dan bukan bagimementingkan- diri-sendiri.
 
K
English
If he is on
God’s side he is one of us, and it does not matter in the least whether
he calls himself a Hindu, or a Buddhist, a Christian or a Muhammadan, whether
he is an Indian or an Englishman, a Chinaman or a Russian.
 
RD Terjemahan
“Jika ia
berada di sisi Sang  Illahi,
maka ia satu adanya dengan kita, dan tidak sedikitpun menjadi masalah mengenai:
-   apakah ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Hindu, atau seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam,
-   apakah ia seorang India , seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia.”
 Mengenai
Religi, Krisnamurti juga menuliskan berikut ini di buku “At the Feet of
the Master”:
.... a hearty interest in the
beliefs of those of another religion, just as much as in your own.
“For their religion is a path to the highest,
just as yours is. And to help all, you must understand all.”
ketertarikan
sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang ber-religi lain, tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri. Karena, religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi, tepat sebagaimana halnya dengan religimu.
 K English
Tolerance.
You must feel
perfect tolerance for all, and a hearty interest in the beliefs of those of
another religion, just as much as in your own.
For their religion
is a path to the highest, just as yours is. And to help all, you must
understand all.
But in order to
gain this perfect tolerance, you must yourself first be free from bigotry and
superstition.
 
RDTerjemahan
Toleransi.
Engkau harus
merasakan:
-  
toleransi yang sempurna bagi semua, dan
-  
ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang
ber-religi lain,
tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri.
Karena:
-   religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi,
tepat sebagaimana halnya
dengan religimu. Dan:
-       untuk menolong semua,
engkau harus memahami semua.
Tetapi untuk dapat
memperoleh toleransi yang sempurna ini, engkau sendiri
pertama-tama harus bebas dari:
-    kefanatikan, dan
-    takhyul.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- -------
Krishnamurti juga
tidak melarang siapapun membentuk Organisasi,
silakan saja, hanya saja ia menjelaskan bahwa ia tidak
berurusan dengan pembentukan Organisasi,
dan ia tidak mau menjadi anggota Organisasi
Spiritual apapun.
Karena,
setiap orang harus menyelami sendiri kekhas-tersendiriannya
dalam pemurnian-diri sebelum dapat
menemukan Kesejatian; dan bukan
melalui Organisasi, karena Organisasi tidak dapat menemukan Kesejatian.
 
RELIGI, Definisi
Religi tidak harus sama dengan Agama,
Istilah Religi juga dipakai bagi:
kepercayaan akan adanya eksistensi dari suatu daya-kekuatan illahiah ‑‑‑
Sang Illahi yang mengontrol Alam-semesta, Sumber Tunggal dari seluruh
eksistensi,
 
Istilah Religi juga dipakai bagi:
bentuk, upacara dan kebiasaan-kebiasaan umum, tradisi, melaluinya
suatu makhluk yang disucikan oleh manusia, di luar diri manusia itu sendiri,
disembah dan didambakan kemurah-hatiannya.
Di sini terjadi perbedaan sekte, fanatisme, takhyul
dan ketidaktahuan tetapi dipenuhi dengan keyakinan.
Di sinisang bentuk dikagumi dan disucikan,
sementara sang prinsip diabaikan. Penganut-penganutny a membangkitkan hasrat manusia, menyebabkan
terjadinya pertikaian.
Istilah Religi juga dipakai bagi:
pengetahuan teoritis mengenai konstitusi-sejati manusia, dan hubungan manusia dengan Sang Illahi sebagai sumber
tunggal dari semua yang ada, serta mengenai masa depan manusia. Di sini
terjadi perdebatan di antara para filosof,
para teolog dan mereka yang
berspekulasi melalui batin.
Batin adalah dasar
pendapat-pendapat yang-saling- bertentangan, karena adanya perbedaan tingkat pembentangan potensi Illahiah masing-masing.
 
Istilah Religi juga dipakai bagi:
penerapan-praktikal akankearifan-illahiah, untuk membangunkan "elemen illahiah manusia sebagai percikan dari Sang Illahi" hingga elemen illahiah ini:
-         disadari manusia dalam perilakunya sehari-hari,
-         digabungkan kembali menuju Sang
Illahi/ Tuhan, Satu-Satunya Sumber keberadaan manusia dan seluruh eksistensi lainnya, namun tetap:
Engkau akan memasuki
CahayaNya dan tidak akan pernah menyentuh Nyala ApiNya, Tuhan Yang Sejati tetap
mutlak kesucianNya, tetap mutlak keesaanNya, sehingga tidak tersentuh oleh
siapapun.
Proses ini diajarkan oleh mereka yang:
-         telah maju evolusinya,
telah maju pembentangan potensi-illahiahnya , dan
-         telah mengalami pencerahan
rohaniah.
Proses ini belum bisa difahami oleh manusia yang kehidupan rohaniahnya belum bangun.
Path= Jalan-Lintas, Tiga Definisi
Krishnamurti
tidak mengatakan bahwa Jalan-Lintas ini adalah Jalur-Pancar Individu dari Tuhan ke Alam-Semesta yang-mana arah
kebalikannya adalah Jalur-Pantul dari Alam-Semesta menuju ke Tuhan, ini
diringkaskan di bawah ini.
Jadi definisi Path
dalam “Truth is a pathless land” (dinyatakan oleh Krishnamurti)
adalah berbeda terhadap Path dalam “At the Feet of the Master”
(ditulis oleh Krishnamurti) .
Oleh karena itu,
dalam hal ini ada sekurang-kurangnya tiga definisi mengenai Path (= Jalan-Lintas).
1.       Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam
Pathless ini (“Truth is a Pathless  Land ”) adalah (Otoritas)-Organisasi, Sekte, Ordo, dsb.
Krishnamurti menyatakan bahwa “...... Kesejatian tidak dapat
dibawa turun, malahan individu (orang per orang, perseorangan) itu sendiri yang
harus membuat usaha untuk meningkatkan diri ke Kesejatian.
Anda tidak dapat membawa puncak-gunung ke
lembah.....”
 Jadi Kesejatian berada di Ketinggian.
Maka daratan yang dimaksud di sini adalah daratan di Ketinggian, dan menuju Ketinggian itu individu siapapun tidak
bisa memakai Organisasi, yang Religius ataupun yang tidak Religius, Sekte, ataupun Ordo sebagai
Jalan-Setapaknya, sebagai Jalan-Lintasnya,
karena hanya setiap individu masing-masing yang dalam kekhas-tersendirian masing-masing, menjadi Jalan-Lintas bagi masing-masing,
sendiri-sendiri.
 Adalah hanya:
-         melalui pengembangan- diri, pembentangan kecerdasan, dan
-         melalui pemurnian-diri, pembudidayaan- pribadi, dan
-         melalui telah tidak-dapat korupnya diri kita sendiri
masing-masing, melalui perilaku bajik dan Kasih,
tidak mementingkan diri sendiri, mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteran
orang lain terlebih dahulu, melalui altruisme, melalui tidak menyakiti makhluk
lain termasuk Manusia, Binatang, dan Hutan,
yang membuat kita masing-masing
dapat menemukan Kesejatian di
dalam kehalusan Sumber Inti-Eksistensi kita masing-masing.
 
2.       Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam
“At the Feet of the Master” adalah Etika-Kesiswaan di Jalan-Lintas Kekudusan untuk
pengabdian-diri kedalam pelayanan bagi Evolusi seluruh makhluk.
 
3.       Path (= Jalan-Lintas) sebagai Jalur-Pancar
(jalur- emanasi/  jalur-involusi) dari Tuhan (sebagai Sumber-Terakhir)
menuju ke Alam-Semesta (di dalam Tuhan) yang arah kebalikannya adalah
Jalur-Pantul (jalur-evolusi) dari Alam-Semesta (di dalam Tuhan) menuju Tuhan
(sebagai Sumber-Terakhir) yang-mana termasuk di dalam Jalur-Pantul ini Jalan-Lintas sebagai percepatan proses evolusi Monad (Inti-Eksistensi) pelakunya, melalui
menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari: Etika Kehidupan di Jalan-Lintas Kekudusan yang antara lain
dibahas di buku At the Feet of the Master, Light on the Path, The Voice of the
Silence.
 
Bola-cermin bagian dalam, lengkap dengan jari-jarinya
melambangkan proses “Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke
Tuhan”:
·          satu jari-jari melambangkan jalur-pancar bagi satu partikel-cahaya (melambangkan satu Aku Yang Sejati) dari
Sumber-Cahaya (melambangkan Sang Illahi/ Sang
Tunggal, atau MahaTitik) di Pusat bola-cermin,
·          satu jari-jari yang sama melambangkan jalur-pantul bagi satu partikel-cahaya
tersebut, dari dinding bola-cermin (melambangkan Maharuang) ke
Sumber-Cahaya di Pusat bola-cermin.
Setiap pancaran (dan pantulan), setiap satu jari-jari, yang-mana
berbeda terhadap jari-jari lainnya adalah juga melambangkan kekhas-tersendirian setiap makhluk, jadi
setiap orang/ makhluk apapun tidak perlu meniru-niru orang/ makhluk lainnya,
karena masing-masing adalah khas-tersendiri, namun seluruhnya tersusun kedalam
keutuhan-sempurna Illahiah.
<>
(Man God and the Universe, DR. IK Taimni)
 
Aku Yang-Sejati (Monad) adalah Sang Jalan, Sang Kehidupan,
Sang Kebenaran, Sang Guru Sejati.
 (
Bersambungke : 3 )