|
View:
New views
3 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
|
|
Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 1 )Dear all my brother(s) and my sisters. DISKUSI BUKU " DI KAKI GURU dan Pidato "Kebenaran adalah Wlayah tanpa jalan --> bapak Hudoyo dan mas Ardi W. ... ( 6 ) Saya ganti judul dengan "Truth Is A Pathless Land" "Kesejatian Adalah Suatu Daratan Yang Tidak BerJalan-Lintas Semoga..lanjutan pelajaran dari tulisan Mas Ardi ( pembina saya di Theosofi) ada kelak bermanfaat. Seperti biasa.., tidak suka..- Pls delete soonest. Monggo., ------------------- "Truth Is A Pathless Land" "Kesejatian Adalah Suatu Daratan Yang Tidak BerJalan-Lintas" Krishnamurti, The Years of Awakening by Mary Lutyens, 1975. 2 Agustus 1929 di Ommen Camp, ribuan orang Belanda dan lebih dari tiga ribu Anggota The Order of the Star mendengarkan melalui Radio dimana Krishnamurti membubarkan Organisasi The Order of the Star yang dipimpinnya. Ringkasannya adalah sebagai berikut: K English ....... I maintain that Truth is a pathless land, and you cannot approach it by any path whatsoever, by any Religion, by any sect. RD Terjemahan ...... Saya menjaga dengan teguh bahwa Kesejatian adalah suatu daratan yang tidak berJalan-Lintas, dan Anda tidak dapat mendekati Kesejatian melalui Jalan-Lintas apapun, melalui Religi apapun, melalui sekte apapun. K English That is my point of view, and I adhere to that absolutely and unconditionally. Truth, being limitless, unconditioned, unapproachable by any path whatsoever, cannot be organized; nor should any organization be formed to lead or coerce people along any particular path. RD Terjemahan Itu adalah titik pandang saya, dan saya mempautkan diri kepada hal itu secara mutlak dan secara tidak bersyarat. Kesejatian, berada tidak berbatas, tidak bersyarat, tidak dapat didekati oleh Jalan-Lintas apapun, tidak dapat diOrganisasikan, Organisasi apapun seyogyanya juga tidak dibentuk untuk membimbing atau memaksa (menguasai, Otoritasi) orang-orang melintasi Jalan-Lintas khusus apapun K English If you first understand that, then you will see how impossible it is to organize a belief. A belief is purely an individual matter, and you cannot and must not organize it. If you do it becomes dead, cristallized; it becomes a creed, a sect, a Religion, to be imposed on others. RD Terjemahan Jika pertama-tama Anda memahami hal itu, maka Anda akan melihat bagaimana tidak mungkinnya mengOrganisasikan suatu keyakinan. Keyakinan adalah murni perihal perseorangan, dan Anda tidak dapat dan harus tidak mengOrganisasikan keyakinan. Jika Anda mengOrganisasikannya maka keyakinan itu menjadi mati, terkristal; keyakinan menjadi suatu doktrin Religi, suatu sekte, suatu Religi, yang dipaksakan penerimaannya kepada orang-orang lain. K English ........ Truth cannot be brought down, rather the individual must make the effort to ascend to it. You cannot bring the mountain-top to the valley .... RD Terjemahan ...... Kesejatian tidak dapat dibawa turun, malahan individu (orang per orang, perseorangan) itu sendiri yang harus membuat usaha untuk meningkatkan diri ke Kesejatian. Anda tidak dapat membawa puncak-gunung ke lembah..... K English I do not want to belong to any organization of a spiritual kind; please understand this ...... If an organization be created for this purpose, it becomes a crutch, a weakness, a bondage, and must criple the individual, and prevent him from growing, from establishing his uniqueness, which lies in the discovery for himself of that absolute, unconditioned Truth. So that is another reason why I have decided, as I happened to be the Head of the Order, to dissolve it. RD Terjemahan Saya tidak mau menjadi anggota Organisasi apapun yang berjenis rohaniah; harap fahami hal ini ..... Jika suatu Organisasi diciptakan bagi maksud dan tujuan ini, maka Organisasi tersebut menjadi penopang, suatu kelemahan, suatu ikatan, dan pasti melumpuhkan individu tersebut, dan menghalanginya dalam pertumbuhannya, dalam mengukuhkan kekhas-tersendiriannya, yang-mana terletak di dalam penemuan bagi dirinya sendiri mengenai Kesejatian yang tidak bersyarat dan mutlak itu. Jadi itu adalah alasan lainnya mengapa saya telah mengambil keputusan untuk membubarkan the Order, karena kejadiannya adalah bahwa saya Kepala the Order. K English ..........The moment you follow someone you cease to follow Truth. ........ I am concerning myself with only one essential thing: to set man free. RD Terjemahan ..... Pada saat Anda mengikuti seseorang maka Anda berhenti mengikuti Kesejatian. ...... Saya sendiri sedang mencurahkan perhatian kedalam hanya satu hal hakiki: mempersiapkan kebebasan manusia. K English .....That is the first question I am asked by all newspaper reporters. How many followers have you? By their number we shall judge whether what you say is true or false. I do not know how many there are. I am not concerned with that. If there were even one man who had been set free, that were enough ...... RD Terjemahan: ..... Itu adalah pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh semua wartawan koran. Berapa banyak pengikut-pengikut yang Anda punyai? Melalui jumlah pengikut-pengikut Anda itu kami akan menilai apakah yang Anda katakan adalah benar atau keliru. Saya tidak tahu berapa banyak adanya di sana. Saya tidak berurusan dengan hal itu. Jika di sana telah ada satu orang yang telah dipersiapkan kebebasannya, maka hal itu sudah cukup ..... K English: ..... That key is your own self and in the development and the purification and in the incorruptibility of that self alone is the Kingdom of Eternity....... .... And this not because of Authority, not because of salvation, but because you really understand, and hence are capable of living in the eternal. This is a greater thing than all pleasure, than all sacrifice. RD Terjemahan: ..... Kunci itu adalah diri Anda sendiri, dan hanya dalam perkembangan dan pemurnian dan di dalam tidak-dapat korupnya diri Anda itu ada Kerajaan Kekekalan. ..... Dan ini bukan karena Kekuasaan, bukan karena penyelamatan, tetapi karena Anda benar-benar mengerti, dan dengan begitu Anda mampu berkehidupan dalam kekekalan tersebut. Ini adalah suatu hal yang lebih agung daripada semua kesenangan, daripada semua pengorbanan. K English You can form other organization and expect someone else. With that I am not concerned ...... My only concern is to set men absolutely, unconditionally free. RD Terjemahan: Anda dapat membentuk Organisasi lain dan mengharapkan kehadiran orang lain. Saya tidak berurusan dengan hal itu Curahan perhatian saya adalah hanya mempersiapkan kebebasan manusia secara mutlak, secara tidak bersyarat. ================================================ RD Komentar: Jalan-Lintas= Organisasi Religi, Organisasi-Sekte Kesejatian dalam Kekhas-Tersendirian Setiap Individu, Pemurnian-Diri; Kesejatian terdapat bukan di Organisasi Terlihat jelas di sini bahwa yang dimaksud oleh Krishnamurti sebagai Path= Jalan-Setapak=Jalan-Lintas adalah sejenis dengan any Religion= Religi apapun atau any sect= sekte apapun. Yang menyelam kedalam Kesejatian adalah individunya sendiri dan sendirian, orang per orang, perseorangan sendiri, dalam kekhas-tersendirian masing-masing. Dan ini memerlukan pemurnian-diri yang harus bisa dilaksanakan oleh setiap orang itu sendiri dan sendirian, sebelum ia dapat melalui kesadaran-murni dan kecerdasan-murninya mendekatkan diri kedalam Kesejatian, jadi bukan Organisasinya yang mencapai Kesejatian. Oleh karena itu Jalan-Lintas sebagai Organisasi, adalah sama-sekali tidak diperlukan bagi siapapun menujukan diri ke Kesejatian, menunggal ke Kesejatian, karena hanya melalui kekhas-tersendirian masing-masing itulah masing-masing dapat menemukan Kesejatian yang tidak bersyarat dan mutlak itu. Perlu dicatat di sini bahwa yang menjadi persoalan adalah: - bukan Religi itu sendiri, melainkan - Religi yang diOrganisasikan oleh manusia sedemikian sehingga Organisasi Religi ini menjadi Otoritas atas anggota-anggotanya yang dengan sendirinya menjadi tertekan/ terbuai dalam keterlupaan atas kekhas-tersendiriannya sendiri akan esensi-Illahiahnya sendiri, dan oleh karena itu: * ia tidak dapat menemukan Aku Yang-Sejatinya sendiri melalui Organisasi apapun yang Religius ataupun yang tidak Religius, * ia tidak dapat menemukan Kesejatian itu sendiri melalui Organisasi apapun, * hanya melalui kekhas-tersendirian masing-masing itulah masing-masing dapat menemukan Kesejatian yang tidak bersyarat dan mutlak itu, demikian Krishnamurti menjelaskan dalam Truth is a Pathless Land dan ini lebih diuraikan oleh Krishnamurti di buku At the Feet of the Master, dan oleh buku-buku Theosofi, misalnya buku Man, God and the Universe DR. I.K. Taimni, The Theosophical Publishing House. Seorang Hindu, seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam; Seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia ( bersambung ke : 2 ) |
|
|
Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 2 )Dear all, Lanjutan. ------------------- "Truth Is A Pathless Land" "Kesejatian Adalah Suatu Daratan Yang Tidak BerJalan-Lintas" Seorang Hindu, seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam; Seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia ( bersambung ke : 2 ) Kita cermati berikut ini bahwa Krishnamurti di buku At the Feet of the Master-nya menulis mengenai seorang yang berAgama dan bukan Organisasi Agama, bukan Religi sebagai Organisasi, sebagaimana yang dijelaskan Krishnamurti dalam Truth is a Pathless Land ketika ia membubarkan organisasinya sendiri The Order of the Star dengan lebih dari 3000 anggotanya. Krishnamurti menulis mengenai seorang yang berkebangsaan/ berkenegaraan dan bukan Organisasi Bangsa/ Negara, bukan Bangsa sebagai Organisasi, bukan Negara sebagai Organisasi. Terlihat lagi di sini bahwa tulisan dalam buku At the Feet of the Master adalah tidak bertentangan terhadap penyataan dalam Truth is a Pathless Land, bahkan komplementer, saling melengkapi. K English So, because he knows, he is on Gods side, standing for good and resisting evil, working for evolution and not for selfishness. RD Terjemahan ......... ...... Jadi, karena ia mengetahui, maka ia: - berada di sisi Sang Illahi, - berdiri bagi kebaikan dan menghambat kejahatan, - bekerja bagi evolusi, dan bukan bagi mementingkan-diri-sendiri. K English If he is on Gods side he is one of us, and it does not matter in the least whether he calls himself a Hindu, or a Buddhist, a Christian or a Muhammadan, whether he is an Indian or an Englishman, a Chinaman or a Russian. RD Terjemahan Jika ia berada di sisi Sang Illahi, maka ia satu adanya dengan kita, dan tidak sedikitpun menjadi masalah mengenai: - apakah ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Hindu, atau seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam, - apakah ia seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia. Mengenai Religi, Krisnamurti juga menuliskan berikut ini di buku At the Feet of the Master: .... a hearty interest in the beliefs of those of another religion, just as much as in your own. For their religion is a path to the highest, just as yours is. And to help all, you must understand all. ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang ber-religi lain, tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri. Karena, religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi, tepat sebagaimana halnya dengan religimu. K English Tolerance. You must feel perfect tolerance for all, and a hearty interest in the beliefs of those of another religion, just as much as in your own. For their religion is a path to the highest, just as yours is. And to help all, you must understand all. But in order to gain this perfect tolerance, you must yourself first be free from bigotry and superstition. RD Terjemahan Toleransi. Engkau harus merasakan: - toleransi yang sempurna bagi semua, dan - ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang ber-religi lain, tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri. Karena: - religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi, tepat sebagaimana halnya dengan religimu. Dan: - untuk menolong semua, engkau harus memahami semua. Tetapi untuk dapat memperoleh toleransi yang sempurna ini, engkau sendiri pertama-tama harus bebas dari: - kefanatikan , dan - takhyul. ------------------------------------------------------------------------ - Krishnamurti juga tidak melarang siapapun membentuk Organisasi, silakan saja, hanya saja ia menjelaskan bahwa ia tidak berurusan dengan pembentukan Organisasi, dan ia tidak mau menjadi anggota Organisasi Spiritual apapun. Karena, setiap orang harus menyelami sendiri kekhas-tersendiriannya dalam pemurnian-diri sebelum dapat menemukan Kesejatian; dan bukan melalui Organisasi, karena Organisasi tidak dapat menemukan Kesejatian. RELIGI, Definisi Religi tidak harus sama dengan Agama, Istilah Religi juga dipakai bagi: kepercayaan akan adanya eksistensi dari suatu daya-kekuatan illahiah --- Sang Illahi yang mengontrol Alam-semesta, Sumber Tunggal dari seluruh eksistensi, Istilah Religi juga dipakai bagi: bentuk, upacara dan kebiasaan-kebiasaan umum, tradisi, melaluinya suatu makhluk yang disucikan oleh manusia, di luar diri manusia itu sendiri, disembah dan didambakan kemurah-hatiannya. Di sini terjadi perbedaan sekte, fanatisme, takhyul dan ketidaktahuan tetapi dipenuhi dengan keyakinan. Di sini sang bentuk dikagumi dan disucikan, sementara sang prinsip diabaikan. Penganut-penganutnya membangkitkan hasrat manusia, menyebabkan terjadinya pertikaian. Istilah Religi juga dipakai bagi: pengetahuan teoritis mengenai konstitusi-sejati manusia, dan hubungan manusia dengan Sang Illahi sebagai sumber tunggal dari semua yang ada, serta mengenai masa depan manusia. Di sini terjadi perdebatan di antara para filosof, para teolog dan mereka yang berspekulasi melalui batin. Batin adalah dasar pendapat-pendapat yang-saling-bertentangan, karena adanya perbedaan tingkat pembentangan potensi Illahiah masing-masing. Istilah Religi juga dipakai bagi: penerapan-praktikal akan kearifan-illahiah, untuk membangunkan "elemen illahiah manusia sebagai percikan dari Sang Illahi" hingga elemen illahiah ini: - disadari manusia dalam perilakunya sehari-hari, - digabungkan kembali menuju Sang Illahi/ Tuhan, Satu-Satunya Sumber keberadaan manusia dan seluruh eksistensi lainnya, namun tetap: Engkau akan memasuki CahayaNya dan tidak akan pernah menyentuh Nyala ApiNya, Tuhan Yang Sejati tetap mutlak kesucianNya, tetap mutlak keesaanNya, sehingga tidak tersentuh oleh siapapun. Proses ini diajarkan oleh mereka yang: - telah maju evolusinya, telah maju pembentangan potensi-illahiahnya, dan - telah mengalami pencerahan rohaniah. Proses ini belum bisa difahami oleh manusia yang kehidupan rohaniahnya belum bangun. Path= Jalan-Lintas, Tiga Definisi Krishnamurti tidak mengatakan bahwa Jalan-Lintas ini adalah Jalur-Pancar Individu dari Tuhan ke Alam-Semesta yang-mana arah kebalikannya adalah Jalur-Pantul dari Alam-Semesta menuju ke Tuhan, ini diringkaskan di bawah ini. Jadi definisi Path dalam Truth is a pathless land (dinyatakan oleh Krishnamurti) adalah berbeda terhadap Path dalam At the Feet of the Master (ditulis oleh Krishnamurti). Oleh karena itu, dalam hal ini ada sekurang-kurangnya tiga definisi mengenai Path (= Jalan-Lintas). 1. Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam Pathless ini (Truth is a Pathless Land) adalah (Otoritas)-Organisasi, Sekte, Ordo, dsb. Krishnamurti menyatakan bahwa ...... Kesejatian tidak dapat dibawa turun, malahan individu (orang per orang, perseorangan) itu sendiri yang harus membuat usaha untuk meningkatkan diri ke Kesejatian. Anda tidak dapat membawa puncak-gunung ke lembah..... Jadi Kesejatian berada di Ketinggian. Maka daratan yang dimaksud di sini adalah daratan di Ketinggian, dan menuju Ketinggian itu individu siapapun tidak bisa memakai Organisasi, yang Religius ataupun yang tidak Religius, Sekte, ataupun Ordo sebagai Jalan-Setapaknya, sebagai Jalan-Lintasnya, karena hanya setiap individu masing-masing yang dalam kekhas-tersendirian masing-masing, menjadi Jalan-Lintas bagi masing-masing, sendiri-sendiri. Adalah hanya: - melalui pengembangan-diri, pembentangan kecerdasan, dan - melalui pemurnian-diri, pembudidayaan-pribadi, dan - melalui telah tidak-dapat korupnya diri kita sendiri masing-masing, melalui perilaku bajik dan Kasih, tidak mementingkan diri sendiri, mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteran orang lain terlebih dahulu, melalui altruisme, melalui tidak menyakiti makhluk lain termasuk Manusia, Binatang, dan Hutan, yang membuat kita masing-masing dapat menemukan Kesejatian di dalam kehalusan Sumber Inti-Eksistensi kita masing-masing. 2. Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam At the Feet of the Master adalah Etika-Kesiswaan di Jalan-Lintas Kekudusan untuk pengabdian-diri kedalam pelayanan bagi Evolusi seluruh makhluk. 3. Path (= Jalan-Lintas) sebagai Jalur-Pancar (jalur- emanasi/ jalur-involusi) dari Tuhan (sebagai Sumber-Terakhir) menuju ke Alam-Semesta (di dalam Tuhan) yang arah kebalikannya adalah Jalur-Pantul (jalur-evolusi) dari Alam-Semesta (di dalam Tuhan) menuju Tuhan (sebagai Sumber-Terakhir) yang-mana termasuk di dalam Jalur-Pantul ini Jalan-Lintas sebagai percepatan proses evolusi Monad (Inti-Eksistensi) pelakunya, melalui menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari: Etika Kehidupan di Jalan-Lintas Kekudusan yang antara lain dibahas di buku At the Feet of the Master, Light on the Path, The Voice of the Silence. Bola-cermin bagian dalam, lengkap dengan jari-jarinya melambangkan proses Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke Tuhan: * satu jari-jari melambangkan jalur-pancar bagi satu partikel-cahaya (melambangkan satu Aku Yang Sejati) dari Sumber-Cahaya (melambangkan Sang Illahi/ Sang Tunggal, atau MahaTitik) di Pusat bola-cermin, * satu jari-jari yang sama melambangkan jalur-pantul bagi satu partikel-cahaya tersebut, dari dinding bola-cermin (melambangkan Maharuang) ke Sumber-Cahaya di Pusat bola-cermin. Setiap pancaran (dan pantulan), setiap satu jari-jari, yang-mana berbeda terhadap jari-jari lainnya adalah juga melambangkan kekhas-tersendirian setiap makhluk, jadi setiap orang/ makhluk apapun tidak perlu meniru-niru orang/ makhluk lainnya, karena masing-masing adalah khas-tersendiri, namun seluruhnya tersusun kedalam keutuhan-sempurna Illahiah. <> (Man God and the Universe, DR. IK Taimni) Aku Yang-Sejati (Monad) adalah Sang Jalan, Sang Kehidupan, Sang Kebenaran, Sang Guru Sejati. ( Bersambung ke : 3 ) |
|
|
Re: Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 2 )makasih atas pos ini
suka pada kata, “Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke Tuhan” begitulah hendaknya ya jangan ya "Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke setan" pasti hidup sudah dibuat lintang-pukang, tak menentu, haru-biru salam hangat Ngad ________________________________ From: Sudrajat <sudrajat@...> To: persaudaraan_universal@... Cc: Spiritual-Indonesia@...; diskusi_gantharwa@... Sent: Wed, November 4, 2009 12:09:29 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Dongeng Theosofi ... --> "Truth Is A Pathless Land" ( 2 ) Dear all, Lanjutan. ------------ ------- "Truth Is A Pathless Land" "Kesejatian Adalah Suatu Daratan Yang Tidak BerJalan-Lintas" Seorang Hindu, seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam; Seorang India, seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia ( bersambung ke : 2 ) Kita cermati berikut ini bahwa Krishnamurti di buku “At the Feet of the Master”-nya menulis mengenai seorang yang berAgama dan bukan Organisasi Agama, bukan Religi sebagaiOrganisasi, sebagaimanayangdijelaskan Krishnamurti dalam “Truth is a Pathless Land” ketika ia membubarkan organisasinya sendiriThe Order of the Star dengan lebih dari 3000 anggotanya. Krishnamurti menulis mengenai seorang yang berkebangsaan/ berkenegaraan dan bukan Organisasi Bangsa/ Negara, bukan Bangsa sebagaiOrganisasi, bukan Negara sebagaiOrganisasi. Terlihat lagi di sini bahwa tulisan dalam buku “At the Feet of the Master” adalah tidak bertentangan terhadap penyataan dalam “Truth is a Pathless Land”, bahkan komplementer, saling melengkapi. K English So, because he knows, he is on God’s side, standing for good and resisting evil, working for evolution and not for selfishness. RD Terjemahan ......... ...... Jadi, karena ia mengetahui, maka ia: - berada di sisi Sang Illahi, - berdiri bagi kebaikan dan menghambat kejahatan, - bekerja bagi evolusi, dan bukan bagimementingkan- diri-sendiri. K English If he is on God’s side he is one of us, and it does not matter in the least whether he calls himself a Hindu, or a Buddhist, a Christian or a Muhammadan, whether he is an Indian or an Englishman, a Chinaman or a Russian. RD Terjemahan “Jika ia berada di sisi Sang Illahi, maka ia satu adanya dengan kita, dan tidak sedikitpun menjadi masalah mengenai: - apakah ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Hindu, atau seorang Buddhis, seorang Kristen, ataupun seorang Islam, - apakah ia seorang India , seorang Inggris, seorang Tionghoa ataupun seorang Rusia.” Mengenai Religi, Krisnamurti juga menuliskan berikut ini di buku “At the Feet of the Master”: .... a hearty interest in the beliefs of those of another religion, just as much as in your own. “For their religion is a path to the highest, just as yours is. And to help all, you must understand all.” ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang ber-religi lain, tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri. Karena, religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi, tepat sebagaimana halnya dengan religimu. K English Tolerance. You must feel perfect tolerance for all, and a hearty interest in the beliefs of those of another religion, just as much as in your own. For their religion is a path to the highest, just as yours is. And to help all, you must understand all. But in order to gain this perfect tolerance, you must yourself first be free from bigotry and superstition. RDTerjemahan Toleransi. Engkau harus merasakan: - toleransi yang sempurna bagi semua, dan - ketertarikan sepenuh hati pada keyakinan-keyakinan dari orang-orang yang ber-religi lain, tepat sebanyak pada keyakinanmu sendiri. Karena: - religi mereka adalah suatu jalan-lintas menuju ke yang-tertinggi, tepat sebagaimana halnya dengan religimu. Dan: - untuk menolong semua, engkau harus memahami semua. Tetapi untuk dapat memperoleh toleransi yang sempurna ini, engkau sendiri pertama-tama harus bebas dari: - kefanatikan, dan - takhyul. ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- ------- Krishnamurti juga tidak melarang siapapun membentuk Organisasi, silakan saja, hanya saja ia menjelaskan bahwa ia tidak berurusan dengan pembentukan Organisasi, dan ia tidak mau menjadi anggota Organisasi Spiritual apapun. Karena, setiap orang harus menyelami sendiri kekhas-tersendiriannya dalam pemurnian-diri sebelum dapat menemukan Kesejatian; dan bukan melalui Organisasi, karena Organisasi tidak dapat menemukan Kesejatian. RELIGI, Definisi Religi tidak harus sama dengan Agama, Istilah Religi juga dipakai bagi: kepercayaan akan adanya eksistensi dari suatu daya-kekuatan illahiah ‑‑‑ Sang Illahi yang mengontrol Alam-semesta, Sumber Tunggal dari seluruh eksistensi, Istilah Religi juga dipakai bagi: bentuk, upacara dan kebiasaan-kebiasaan umum, tradisi, melaluinya suatu makhluk yang disucikan oleh manusia, di luar diri manusia itu sendiri, disembah dan didambakan kemurah-hatiannya. Di sini terjadi perbedaan sekte, fanatisme, takhyul dan ketidaktahuan tetapi dipenuhi dengan keyakinan. Di sinisang bentuk dikagumi dan disucikan, sementara sang prinsip diabaikan. Penganut-penganutny a membangkitkan hasrat manusia, menyebabkan terjadinya pertikaian. Istilah Religi juga dipakai bagi: pengetahuan teoritis mengenai konstitusi-sejati manusia, dan hubungan manusia dengan Sang Illahi sebagai sumber tunggal dari semua yang ada, serta mengenai masa depan manusia. Di sini terjadi perdebatan di antara para filosof, para teolog dan mereka yang berspekulasi melalui batin. Batin adalah dasar pendapat-pendapat yang-saling- bertentangan, karena adanya perbedaan tingkat pembentangan potensi Illahiah masing-masing. Istilah Religi juga dipakai bagi: penerapan-praktikal akankearifan-illahiah, untuk membangunkan "elemen illahiah manusia sebagai percikan dari Sang Illahi" hingga elemen illahiah ini: - disadari manusia dalam perilakunya sehari-hari, - digabungkan kembali menuju Sang Illahi/ Tuhan, Satu-Satunya Sumber keberadaan manusia dan seluruh eksistensi lainnya, namun tetap: Engkau akan memasuki CahayaNya dan tidak akan pernah menyentuh Nyala ApiNya, Tuhan Yang Sejati tetap mutlak kesucianNya, tetap mutlak keesaanNya, sehingga tidak tersentuh oleh siapapun. Proses ini diajarkan oleh mereka yang: - telah maju evolusinya, telah maju pembentangan potensi-illahiahnya , dan - telah mengalami pencerahan rohaniah. Proses ini belum bisa difahami oleh manusia yang kehidupan rohaniahnya belum bangun. Path= Jalan-Lintas, Tiga Definisi Krishnamurti tidak mengatakan bahwa Jalan-Lintas ini adalah Jalur-Pancar Individu dari Tuhan ke Alam-Semesta yang-mana arah kebalikannya adalah Jalur-Pantul dari Alam-Semesta menuju ke Tuhan, ini diringkaskan di bawah ini. Jadi definisi Path dalam “Truth is a pathless land” (dinyatakan oleh Krishnamurti) adalah berbeda terhadap Path dalam “At the Feet of the Master” (ditulis oleh Krishnamurti) . Oleh karena itu, dalam hal ini ada sekurang-kurangnya tiga definisi mengenai Path (= Jalan-Lintas). 1. Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam Pathless ini (“Truth is a Pathless Land ”) adalah (Otoritas)-Organisasi, Sekte, Ordo, dsb. Krishnamurti menyatakan bahwa “...... Kesejatian tidak dapat dibawa turun, malahan individu (orang per orang, perseorangan) itu sendiri yang harus membuat usaha untuk meningkatkan diri ke Kesejatian. Anda tidak dapat membawa puncak-gunung ke lembah.....” Jadi Kesejatian berada di Ketinggian. Maka daratan yang dimaksud di sini adalah daratan di Ketinggian, dan menuju Ketinggian itu individu siapapun tidak bisa memakai Organisasi, yang Religius ataupun yang tidak Religius, Sekte, ataupun Ordo sebagai Jalan-Setapaknya, sebagai Jalan-Lintasnya, karena hanya setiap individu masing-masing yang dalam kekhas-tersendirian masing-masing, menjadi Jalan-Lintas bagi masing-masing, sendiri-sendiri. Adalah hanya: - melalui pengembangan- diri, pembentangan kecerdasan, dan - melalui pemurnian-diri, pembudidayaan- pribadi, dan - melalui telah tidak-dapat korupnya diri kita sendiri masing-masing, melalui perilaku bajik dan Kasih, tidak mementingkan diri sendiri, mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteran orang lain terlebih dahulu, melalui altruisme, melalui tidak menyakiti makhluk lain termasuk Manusia, Binatang, dan Hutan, yang membuat kita masing-masing dapat menemukan Kesejatian di dalam kehalusan Sumber Inti-Eksistensi kita masing-masing. 2. Path (= Jalan-Lintas) yang dipakai dalam “At the Feet of the Master” adalah Etika-Kesiswaan di Jalan-Lintas Kekudusan untuk pengabdian-diri kedalam pelayanan bagi Evolusi seluruh makhluk. 3. Path (= Jalan-Lintas) sebagai Jalur-Pancar (jalur- emanasi/ jalur-involusi) dari Tuhan (sebagai Sumber-Terakhir) menuju ke Alam-Semesta (di dalam Tuhan) yang arah kebalikannya adalah Jalur-Pantul (jalur-evolusi) dari Alam-Semesta (di dalam Tuhan) menuju Tuhan (sebagai Sumber-Terakhir) yang-mana termasuk di dalam Jalur-Pantul ini Jalan-Lintas sebagai percepatan proses evolusi Monad (Inti-Eksistensi) pelakunya, melalui menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari: Etika Kehidupan di Jalan-Lintas Kekudusan yang antara lain dibahas di buku At the Feet of the Master, Light on the Path, The Voice of the Silence. Bola-cermin bagian dalam, lengkap dengan jari-jarinya melambangkan proses “Aku datang dari Tuhan dan aku kembali ke Tuhan”: · satu jari-jari melambangkan jalur-pancar bagi satu partikel-cahaya (melambangkan satu Aku Yang Sejati) dari Sumber-Cahaya (melambangkan Sang Illahi/ Sang Tunggal, atau MahaTitik) di Pusat bola-cermin, · satu jari-jari yang sama melambangkan jalur-pantul bagi satu partikel-cahaya tersebut, dari dinding bola-cermin (melambangkan Maharuang) ke Sumber-Cahaya di Pusat bola-cermin. Setiap pancaran (dan pantulan), setiap satu jari-jari, yang-mana berbeda terhadap jari-jari lainnya adalah juga melambangkan kekhas-tersendirian setiap makhluk, jadi setiap orang/ makhluk apapun tidak perlu meniru-niru orang/ makhluk lainnya, karena masing-masing adalah khas-tersendiri, namun seluruhnya tersusun kedalam keutuhan-sempurna Illahiah. <> (Man God and the Universe, DR. IK Taimni) Aku Yang-Sejati (Monad) adalah Sang Jalan, Sang Kehidupan, Sang Kebenaran, Sang Guru Sejati. ( Bersambungke : 3 ) |
| Free embeddable forum powered by Nabble | Forum Help |