|
View:
New views
20 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
| < Prev | 1 - 2 | Next > |
|
|
Git di Javaada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN
lg coba-coba nih -- Frans Thamura Meruvian. Experiential Tempation of Java and Enterprise OpenSource Meruvian bukan hanya membuat anak SMK menjadi bisa tapi SAKTI, malah saktinya SAKTI Mandraguna. Mobile: +62 855 7888 699 Blog & Profile: http://frans.thamura.info We provide services to migrate your apps to Java (web), in amazing fast and reliable. |
|
|
Re: Git di JavaOm,
Kalo buat saya gak ada yang lebih hebat Git atau SVN, cuma memang beda aja filosofinya. paling tidak kalo pake Git, bisa detect renama file automatis. dan juga kapabilitas branching dan merging yang cepet, ooh satu lagi, dengan git kita punya local repository sendiri, tanpa harus connect ke remote server -adji- On Thu, Oct 22, 2009 at 7:52 PM, Frans Thamura <frans@...> wrote: > > > ada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN > > lg coba-coba nih > > -- > Frans Thamura > Meruvian. > Experiential Tempation of Java and Enterprise OpenSource > > Meruvian bukan hanya membuat anak SMK menjadi bisa tapi SAKTI, malah > saktinya SAKTI Mandraguna. > > Mobile: +62 855 7888 699 > Blog & Profile: http://frans.thamura.info > > We provide services to migrate your apps to Java (web), in amazing > fast and reliable. > > -- -------------------------------------------------------------- http://www.tumbletooth.org my linkedin profile : http://www.linkedin.com/in/bayuadji -------------------------------------------------------------- |
|
|
Re: Git di Javasvn juga ada local repostory
gue dapat Git bisa distributed build in, kalau SVN perlu SVK F |
|
|
Re: Git di Javamaksud saya local repo,
kita bisa commit di local kita, bisa punya histori sendiri di local kita etc2, kalo svn kalo commit bukannya harus ke remote server? -adji- 2009/10/22 Frans Thamura <frans@...> > > > svn juga ada local repostory > > gue dapat Git bisa distributed build in, kalau SVN perlu SVK > > F > > -- -------------------------------------------------------------- http://www.tumbletooth.org my linkedin profile : http://www.linkedin.com/in/bayuadji -------------------------------------------------------------- |
|
|
Re: Git di JavaOn Friday, October 23, 2009, 6:52:18 AM, Frans Thamura wrote:
> ada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN > lg coba-coba nih personally, I'd prefer mercurial over git. :) -- Salam, -Jaimy Azle "Great new ideas usually come from very small teams... don't give up so easily." -- John Kaster |
|
|
Re: Git di JavaJaimy Azle wrote:
> On Friday, October 23, 2009, 6:52:18 AM, Frans Thamura wrote: > >> ada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN >> lg coba-coba nih > > personally, I'd prefer mercurial over git. :) > Sama dong. Sudah Frans pakai Mercurial saja. Team yang bikin OpenJDK juga pakai Mercurial. Kalau di Windows pakai Mercurial lewat TortoiseHG cukup menyenangkan. |
|
|
Re: Git di Java+1
yupe. gue juga pake mercurial.pake mercurial aja frans. sekarang ini distributed scm yg cukup populer beredar di open source ada git, mercurial, dan bazaar. sepertinya, mercurial menggunakan diff tool/algoritmanya git juga. mercurial diimplementasikan dengan python. katanya git itu saat ini developmentnya belum support under win32, jadi effort-nya lebih besar kalau develop di platform tsb. 2009/10/23 Samuel Franklyn <sfranklyn@...> > > > Jaimy Azle wrote: > > On Friday, October 23, 2009, 6:52:18 AM, Frans Thamura wrote: > > > >> ada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN > >> lg coba-coba nih > > > > personally, I'd prefer mercurial over git. :) > > > > Sama dong. Sudah Frans pakai Mercurial saja. > Team yang bikin OpenJDK juga pakai Mercurial. > Kalau di Windows pakai Mercurial lewat > TortoiseHG cukup menyenangkan. > > > -- Daniel Baktiar Who Moved My Bananas? Senior JEE* Monkey -- willing to work hard in the Java beans brewery for a big bunch of bananas (http://dbaktiar.wordpress.com) |
|
|
Re: Git di Javainti dari services ini adalah kita mau buat free versionin buat para
developer opensource di indonesia saat ini pake subversion, git belum ada plugins eclipse yang ok, yang lain juga, but subversion 2009/10/23 Daniel Baktiar <dbaktiar@...> > > > +1 > yupe. gue juga pake mercurial. > pake mercurial aja frans. > > sekarang ini distributed scm yg cukup populer beredar di open source ada > git, mercurial, dan bazaar. > > sepertinya, mercurial menggunakan diff tool/algoritmanya git juga. > mercurial diimplementasikan dengan python. > katanya git itu saat ini developmentnya belum support under win32, jadi > effort-nya lebih besar kalau develop di platform tsb. > > 2009/10/23 Samuel Franklyn <sfranklyn@...> > > >> >> Jaimy Azle wrote: >> > On Friday, October 23, 2009, 6:52:18 AM, Frans Thamura wrote: >> > >> >> ada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN >> >> lg coba-coba nih >> > >> > personally, I'd prefer mercurial over git. :) >> > >> >> Sama dong. Sudah Frans pakai Mercurial saja. >> Team yang bikin OpenJDK juga pakai Mercurial. >> Kalau di Windows pakai Mercurial lewat >> TortoiseHG cukup menyenangkan. >> >> > > > -- > Daniel Baktiar > Who Moved My Bananas? > Senior JEE* Monkey -- willing to work hard in the Java beans brewery for a > big bunch of bananas (http://dbaktiar.wordpress.com) > > > |
|
|
Re: Git di Java2009/10/24 Frans Thamura <frans@...>
> > > > inti dari services ini adalah kita mau buat free versionin buat para developer opensource di indonesia > saat ini pake subversion, > git belum ada plugins eclipse yang ok, yang lain juga, but subversion > Sebenarnya Subversion lebih tepat. DVCS lebih sulit digunakan, definetely not for beginners. Nanti malah gak ada yang pake. Sekedar saran aja sih. -- Endy Muhardin http://endy.artivisi.com Y! : endymuhardin -- life learn contribute -- |
|
|
Re: Git di JavaKalau boleh tau, Lebih sulitnya dibagian mana Pak Endy....
Baca di WIKI, DVCS menggunakan beberapa main repository, jika ada beberapa developer yang mengupdate satu file kemudian mengcommitnya di repository yang berbeda, bagaimana mekanisme menggabungkan file tersebut ..? lagi diminta memilih tool scm untuk kantor.., di minta yang gratis... Ada saran dari rekan-rekan JUG..? Terima kasih sebelumnya.. 2009/10/24 Endy Muhardin <endy.muhardin@...> > > > 2009/10/24 Frans Thamura <frans@... <frans%40meruvian.org>> > > > > > inti dari services ini adalah kita mau buat free versionin buat para > developer opensource di indonesia > > saat ini pake subversion, > > git belum ada plugins eclipse yang ok, yang lain juga, but subversion > > > > Sebenarnya Subversion lebih tepat. > DVCS lebih sulit digunakan, definetely not for beginners. > Nanti malah gak ada yang pake. > Sekedar saran aja sih. > > -- > Endy Muhardin > http://endy.artivisi.com > Y! : endymuhardin > -- life learn contribute -- > > |
|
|
Re: Git di Javahebat nya git dari svn? banyak hebat nya svn dari git? banyak Kalo soal kelebihan detail nya bisa di cari google udah banyak bahas. Personally saya make git. Tapi di kantor makenya SVN soalnya team member yg laen pada senang dengan subeclipse. Alasan git lebih baek: - lebih cepat dibandingkan dengan model synchrinize nya svn - release management nya lebih gampang soalnya tinggal pull ngak usah khawatir dengan org salah commit. - branching nya murah, jadi bisa branching se aggresive mungkin, ini berguna kalo team nya gede dan model SDLC nya release earlier and frequently. - make space hd nya lebih kecil - distributed, jadi kalo ada org laen yg kerjanya ngak disiplin, code base nya gua ngak tergangu. Soalnya saya bisa nentuin sendiri kapan mau ngambil code dari org laen. Beda dengan centralized model. Kalo ada developer yg gak disiplin commit satu team bisa terganggu. - tiap developer bisa decide kapan mau branching tanpa harus kordinasi dengan team member yg laen. - developer bisa commit sesering mungkin, jadi developer ngak usah nunggu sampe compile error free atau sampe satu task selesai dulu baru commit. - branching history nya tetap di track sama git. - IMHO workflow nya model distributed itu lebih ideal dari yg centralize, ini pendapat pribadi saya berdasarkan pengalaman memakai dua tool itu. Salah satu masalah dengan git adalah GUI nya belum ada yg bagus. Kalo background nya windows culture bakal merasa ngak nyaman. Kalo background nya unix culture seh happy happy aja. Bukan gara gara newbie atau experienced user. Kalo yg pernah make cvs atau svn di awal awal juga pasti ngerasain meke command line. Kalo di bandingkan antara bazaar, mercurial dan git. Saya juga lebih perefer git alasanya simple git community nya jauh lebih gede. Git itu development juga udah mature. Kalo untuk windows bisa di coba pake msysgit atau pake cygwin. Gua seh belum pernah coba kedua dua nya. Masalah plg besar dalam memakai git adalah mengubah mindset. Soalnnya cvs popular banget. Jadi org org sudah sangat get used to cvs workflow. --- In jug-indonesia@..., Frans Thamura <frans@...> wrote: > > ada yang pelajari Git hebatnya apa yah dibanding SVN > > lg coba-coba nih > > > -- > Frans Thamura > Meruvian. > Experiential Tempation of Java and Enterprise OpenSource > > Meruvian bukan hanya membuat anak SMK menjadi bisa tapi SAKTI, malah > saktinya SAKTI Mandraguna. > > > Mobile: +62 855 7888 699 > Blog & Profile: http://frans.thamura.info > > We provide services to migrate your apps to Java (web), in amazing > fast and reliable. > |
|
|
ambil value dari jtableDear teman,
Bagaimana caranya ambil value dari jtable. misal dari row dan column sekian ? Thxs Ali G |
|
|
Re: ambil value dari jtabledata = jtable.getModel().getValueAt(row, column)
seperti itu kurang lebihnya :D Ali Gunawan wrote: > > Dear teman, > > Bagaimana caranya ambil value dari jtable… misal dari row dan column > sekian ? > > Thxs > > Ali G > > > -- contact me at : blog : http://eecchhoo.wordpress.com/ email : echo.khannedy[at]gmail.com ym : echo.khannedy phone : 085292775999 good luck! ------------------------------------ Kalau mau keluar dari mailing list ini, caranya kirim sebuah email ke jug-indonesia-unsubscribe@.... Jangan lupa, website JUG Indonesia adalah http://www.jug.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:jug-indonesia-digest@... mailto:jug-indonesia-fullfeatured@... <*> To unsubscribe from this group, send an email to: jug-indonesia-unsubscribe@... <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
|
Re: Git di Java2009/10/27 Heri yanto <heriy100@...>
> > > > Kalau boleh tau, Lebih sulitnya dibagian mana Pak Endy.... > > Baca di WIKI, DVCS menggunakan beberapa main repository, jika ada beberapa developer yang mengupdate satu file kemudian mengcommitnya di repository yang berbeda, bagaimana mekanisme menggabungkan file tersebut ..? > > lagi diminta memilih tool scm untuk kantor.., di minta yang gratis... Ada saran dari rekan-rekan JUG..? > > Terima kasih sebelumnya.. DVCS lebih sulit karena istilah dan konsepnya lebih banyak. Coba bayangkan kita mentraining satu karyawan baru yang sebelumnya gak pernah pakai VCS apapun. Skenario 1 : Subversion Basic Workflow - Kasi tau URL checkout - Suruh checkout - Suruh edit trus commit - Suruh lihat efeknya di komputer lain dengan svn update - Simulasikan konflik - Beres Branching & Merging - Bikin branch - Modif di branch - Commit ke branch - Modif di trunk - Commit ke trunk - Merge branch ke trunk Tagging - Simply svn copy Istilah yang digunakan : - svn checkout - svn commit - svn update - svn copy (branch & tag) - svn merge Simple explanation : - svn seperti ftp server, cuma dia bisa track changes dan kasi warning kalo udah dimodif orang. Skenario 2 : DVCS - Jelaskan tentang central repo - Jelaskan tentang local repo - Jelaskan cara checkout ke local repo - Jelaskan cara commit ke local repo - Jelaskan konsep branching dan merging Intinya, kalo pakai Subversion, cukup bisa commit dan update aja programmer udah bisa kerja. Gak perlu ngerti branch & merge no problem, leave it to dev.team.leader. Kalo pake DVCS, harus ngerti dulu konsep branching dan merging baru bisa kerja. Untuk di kantor, gunakanlah centralized VCS, soalnya dia memaksa orang sering2 commit. Source code terbaru selalu ada di repo kantor. Kalo pake DVCS, cenderung jarang commit sehingga integration jadi ribet. Source code terbaru ada di PC masing2 developer. Rawan terhadap employee resign/sick/cuti. -- Endy Muhardin http://endy.artivisi.com Y! : endymuhardin -- life learn contribute -- |
|
|
Re: Re: Git di Java2009/10/27 ie_khing <IE_KHING@...>
> > - release management nya lebih gampang soalnya tinggal pull ngak usah khawatir dengan org salah commit. > - branching nya murah, jadi bisa branching se aggresive mungkin, ini berguna kalo team nya gede dan model SDLC nya release earlier and frequently. Kalo pengalaman saya sih, more branch lebih sulit manage projectnya. Semakin banyak branch, integrasi semakin sulit. Kalo integrasi sulit, berarti rilis sulit. Kalo rilis sulit, jadi gak bisa early dan frequent. > - make space hd nya lebih kecil > - distributed, jadi kalo ada org laen yg kerjanya ngak disiplin, code base nya gua ngak tergangu. Soalnya saya bisa nentuin sendiri kapan mau ngambil code dari org laen. Beda dengan centralized model. Kalo ada developer yg gak disiplin commit satu team bisa terganggu. Nah, justru kita pengen semua orang disiplin codingnya. Jadi bug sedikit, kualitas kode konsisten, dan formatnya seragam. Memudahkan maintenance. > - tiap developer bisa decide kapan mau branching tanpa harus kordinasi dengan team member yg laen. Branching itu selalu akan disertai merge. Kalo ngga ngapain branching, bikin aja local copy, dioprek, abis itu di-delete. Branching emang gampang, tapi mergenya itu yang sulit. > - developer bisa commit sesering mungkin, jadi developer ngak usah nunggu sampe compile error free atau sampe satu task selesai dulu baru commit. Ngapain commit kalo team member yang lain gak bisa dapat hasilnya? Lagian, commit uncompilable code itu kebiasaan buruk yang tidak seharusnya dipelihara. Kebiasaan jorok kok didukung. > - branching history nya tetap di track sama git. > - IMHO workflow nya model distributed itu lebih ideal dari yg centralize, ini pendapat pribadi saya berdasarkan pengalaman memakai dua tool itu. DVCS itu cocok untuk open source development. Di mana orang bisa offline lama dan push changes yang sudah stable aja. Gak ada yang komplain kalo satu dari ribuan linux kernel programmer gak commit selama 2 bulan. Untuk kantoran, kurang cocok, karena PM pasti pengennya progress terlihat dan bisa dideliver. Kalo programmer gak commit 2 hari aja, harus sudah terpantau oleh PM. -- Endy Muhardin http://endy.artivisi.com Y! : endymuhardin -- life learn contribute -- |
|
|
JTable row activeDear teman,
Saya menggunakan jtable.. Anggaplah sudah ada 3 row data yg sy tulis kesana , pertanyaan nya : Kalau sy lagi highlight di row /baris yg kedua bagaimana sy bisa tau di row berapa saya sedang highlight ? Nama Barang Pen Buku --> saya highlight Tinta Bisa dapat informasi sy sedang highlight row ke berapa Jelas ngak yah kira kira pertanyaan nya saya, thxs a lot Rgds Ali G |
|
|
Re: Re: Git di Java2009/10/28 Endy Muhardin <endy.muhardin@...>
> > - release management nya lebih gampang soalnya tinggal pull ngak usah khawatir dengan org salah commit. > > - branching nya murah, jadi bisa branching se aggresive mungkin, ini berguna kalo team nya gede dan model SDLC nya release earlier and frequently. > > Kalo pengalaman saya sih, more branch lebih sulit manage projectnya. > Semakin banyak branch, integrasi semakin sulit. > Kalo integrasi sulit, berarti rilis sulit. > Kalo rilis sulit, jadi gak bisa early dan frequent. vs. People nggak bisa commit gara-gara belum selesai coding dan mungkin bakal makan waktu seminggu? Branch in theory is good, selama toolnya bisa help buat rebase dan merge. Pengalaman DVCS saya cuma di git+svn, so far so good :) Apalagi buat travelling, bisa coding/commit/check commit log di airport is very very nice. > > - tiap developer bisa decide kapan mau branching tanpa harus kordinasi dengan team member yg laen. > Branching itu selalu akan disertai merge. > Kalo ngga ngapain branching, bikin aja local copy, dioprek, abis itu di-delete. > Branching emang gampang, tapi mergenya itu yang sulit. > > > - developer bisa commit sesering mungkin, jadi developer ngak usah nunggu sampe compile error free atau sampe satu task selesai dulu baru commit. > > Ngapain commit kalo team member yang lain gak bisa dapat hasilnya? > Lagian, commit uncompilable code itu kebiasaan buruk yang tidak seharusnya dipelihara. > Kebiasaan jorok kok didukung. Ok commit uncompilable code = nono, tapi buat statement > Ngapain commit kalo team member yang lain gak bisa dapat hasilnya? Check this usecase: I just coded part of my task, I think I hit a milestone and the next phase will be tricky (refactoring, testing ideas) Ideally, I want to commit, but there's a rule where trunk has to be pass test cases etcs, but I don't want to fixing test if my changes is half baked. How do I save my current effort? Without being able to commit in local git repository, do I create a local copy of the code and track changes by myself? No thanks. > > - branching history nya tetap di track sama git. > > - IMHO workflow nya model distributed itu lebih ideal dari yg centralize, ini pendapat pribadi saya berdasarkan pengalaman memakai dua tool itu. > > DVCS itu cocok untuk open source development. > Di mana orang bisa offline lama dan push changes yang sudah stable aja. > Gak ada yang komplain kalo satu dari ribuan linux kernel programmer > gak commit selama 2 bulan. > > Untuk kantoran, kurang cocok, karena PM pasti pengennya progress > terlihat dan bisa dideliver. > Kalo programmer gak commit 2 hari aja, harus sudah terpantau oleh PM. I don't think this should be typical in product company. How about support team vs qa team vs product programmer vs consulting+customer projects. There will be tons of branches, and everyone are using different versions of the code. Using DVCS is ideal in this case, because each team can figure out when will they pull changes from each other. Regards, Edward Yakop |
|
|
RE: JTable row activeGoogleIT!
Anda udah nanya hal2 begini di forum ini seharian... Maaf kalo lancang, tapi serasa forum ini di pake buat nyari jawaban bikin PR kuliah... Google it... seriously... "get current active row JTable java" First hit nya tuh... Gak perlu sampe extra click... liat ajah... JTable.getSelectedRows() Adelwin Handoyo | Senior Consultant - Wholesale Bank Standard Chartered Bank Plaza By The Park #06-00, 51 Bras Basah Road. Singapore (189554) T : (65) 655 72441 | E adelwin.adelwin@... ________________________________ From: jug-indonesia@... [mailto:jug-indonesia@...] On Behalf Of Ali Gunawan Sent: Wednesday, October 28, 2009 4:04 PM To: jug-indonesia@... Subject: [JUG-Indonesia] JTable row active Dear teman, Saya menggunakan jtable.... Anggaplah sudah ada 3 row data yg sy tulis kesana , pertanyaan nya : Kalau sy lagi highlight di row /baris yg kedua bagaimana sy bisa tau di row berapa saya sedang highlight ? Nama Barang Pen Buku --> saya highlight Tinta Bisa dapat informasi sy sedang highlight row ke berapa Jelas ngak yah kira kira pertanyaan nya saya, thxs a lot Rgds Ali G This email and any attachments are confidential and may also be privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way use or rely on the information contained in this email or any attachments. If received in error, notify the sender immediately and delete this email and any attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to be secure or error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended. Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any attachments and may monitor email traffic. Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, London, EC2V 7SB. Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services Authority under FSA register number 114276. If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the information on other jurisdictions. |
|
|
Re: JTable row activeint selected = jtable.getSelectedRow();
ingat kalo baris ke-1 = 0 jadi indexnya dimulai dari 0 enjoy! Ali Gunawan wrote: > > Dear teman, > > Saya menggunakan jtable…. Anggaplah sudah ada 3 row data yg sy tulis > kesana , pertanyaan nya : > > Kalau sy lagi highlight di row /baris yg kedua bagaimana sy bisa tau > di row berapa saya sedang highlight ? > > Nama Barang > > > > Pen > > > > Buku > > > > --> saya highlight > > Tinta > > > > Bisa dapat informasi sy sedang highlight row ke berapa > > Jelas ngak yah kira kira pertanyaan nya saya, thxs a lot > > Rgds > > Ali G > > > -- contact me at : blog : http://eecchhoo.wordpress.com/ email : echo.khannedy[at]gmail.com ym : echo.khannedy phone : 085292775999 good luck! ------------------------------------ Kalau mau keluar dari mailing list ini, caranya kirim sebuah email ke jug-indonesia-unsubscribe@.... Jangan lupa, website JUG Indonesia adalah http://www.jug.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:jug-indonesia-digest@... mailto:jug-indonesia-fullfeatured@... <*> To unsubscribe from this group, send an email to: jug-indonesia-unsubscribe@... <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
|
Re: Git di JavaBetul banget bung, maaf ya, VCS itu seharusnya sudah barang / tools standar. Di tempat saya yg sekarang, membiasakan programmer untuk selalu commit/update saja susah setengah mati. masak ada source udah di svn, masih dibackup pake tanggal.
Untuk masalah DVCS, saya melihatnya kebutuhan karena dari sisi ketergantungan thp koneksi repo pusat. cm saat ini dengan mempertimbangkan masalah yg sudah bung endy jelaskan, saya setting saja VPN buat para programmer. jadi mereka bisa commit/update dimana saja, selama bs konek internet. Klo SVN-nya gak saya publish, dg berbagai pertimbangan. Selebihnya, saya lebih memilih yang sudah disupport banyak industri, dan SVN itu sudah proven. Kalo mercurial, meski proven, tapi saya gak butuh sekompleks itu kok :D. Sincerely, Martin ________________________________ From: Endy Muhardin <endy.muhardin@...> To: jug-indonesia@... Sent: Wednesday, 28 October, 2009 14:24:57 Subject: Re: [JUG-Indonesia] Git di Java DVCS lebih sulit karena istilah dan konsepnya lebih banyak. Coba bayangkan kita mentraining satu karyawan baru yang sebelumnya gak pernah pakai VCS apapun. Skenario 1 : Subversion Basic Workflow - Kasi tau URL checkout - Suruh checkout - Suruh edit trus commit - Suruh lihat efeknya di komputer lain dengan svn update - Simulasikan konflik - Beres Branching & Merging - Bikin branch - Modif di branch - Commit ke branch - Modif di trunk - Commit ke trunk - Merge branch ke trunk Tagging - Simply svn copy Istilah yang digunakan : - svn checkout - svn commit - svn update - svn copy (branch & tag) - svn merge Simple explanation : - svn seperti ftp server, cuma dia bisa track changes dan kasi warning kalo udah dimodif orang. Skenario 2 : DVCS - Jelaskan tentang central repo - Jelaskan tentang local repo - Jelaskan cara checkout ke local repo - Jelaskan cara commit ke local repo - Jelaskan konsep branching dan merging Intinya, kalo pakai Subversion, cukup bisa commit dan update aja programmer udah bisa kerja. Gak perlu ngerti branch & merge no problem, leave it to dev.team.leader. Kalo pake DVCS, harus ngerti dulu konsep branching dan merging baru bisa kerja. Untuk di kantor, gunakanlah centralized VCS, soalnya dia memaksa orang sering2 commit. Source code terbaru selalu ada di repo kantor. Kalo pake DVCS, cenderung jarang commit sehingga integration jadi ribet. Source code terbaru ada di PC masing2 developer. Rawan terhadap employee resign/sick/ cuti. -- Endy Muhardin http://endy. artivisi. com Y! : endymuhardin -- life learn contribute -- _ |
| < Prev | 1 - 2 | Next > |
| Free embeddable forum powered by Nabble | Forum Help |