Kompas: Dubes AS Puji Indonesia Terkait Kasus Polri-KPK

View: New views
1 Messages — Rating Filter:   Alert me  

Kompas: Dubes AS Puji Indonesia Terkait Kasus Polri-KPK

by Jusfiq Hadjar :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Dalam  bahasa diplomatik ini juga berarti kritik terhadap pemerintah Polisi dan Kejaksaan, artinya juga terhadap Yudhoyono....



 
Dubes AS Puji Indonesia Terkait Kasus Polri-KPK


 TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Duta Besar AS Cameron R Hume (kanan)  
Rabu, 11 November 2009 | 15:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Duta Besar Amerika Serikat
untuk Indonesia Cameron R Hume memuji keterbukaan dan demokratisasi
yang berkembang di Indonedia pascakasus penahanan pimpinan (nonaktif)
KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, oleh Polri. Kasus tersebut
dinilainya akan terus membawa Indonesia pada iklim demokrasi yang lebih
baik dan transparan.
Pujian itu disampaikan Cameron Hume saat
menjawab pertanyaan pers setelah bertemu dengan Wakil Presiden Boediono
di Istana Wakil Presiden, Rabu (11/11) sore.
Dalam pertemuan itu,
Cameron Hume mengantar Ketua Kadin AS Robert S Milligan, Ketua Kadin AS
untuk Asia Pasifik Hiert Murray, Business Council Jim Castle, dan Ketua
Kadin Komite AS (Kikas) Pieter F Gontha.
"Ada perkembangan yang
bagus yang terjadi dengan munculnya kasus tersebut (KPK-Polri). Yang
penting adalah bagaimana undang-undang itu dijalankan," tandasnya.
Cameron
Hume juga menyatakan, kasus tersebut akan mendorong keterbukaan dan
demokrasi di Indonesia. Ia mengatakan, keterbukaan dan demokratisasi
ini justru akan membuka investasi yang semakin besar.
Dalam catatan Kompas, kontroversi penahanan pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan
Chandra M Hamzah, oleh Polri telah muncul di media massa luar negeri
sehingga mata dunia menyorot penyelesaian kasus tersebut secara adil
dan terbuka.
KOMPAS Suhartono
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/11/11/15180135/Dubes.AS.Puji.Indonesia.Terkait.Kasus.Polri-KPK
 ---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo


Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.