MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

View: New views
5 Messages — Rating Filter:   Alert me  

MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

by Utju Ali Basya :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message





MENEMUKAN KEJENIUSAN
ANDA

From : RICH KID SMART KID

By : Robert T. Kiyosaki

 

Ayah
pandai saya benar-benar yakin bahwa setiap anak mempunyai karunia menjadi
jenius, meski seandainya mereka tidak berprestasi baik di sekolah. Ia tidak
setuju bahwa seorang jenius adalah seorang yang duduk di kelas dan mengetahui
semua jawaban yang benar. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seseorang
yang lebih pintar daripada semua orang lain. Ia benar-benar yakin bahwa kita
masing-masing mempunyai karunia, dan bahwa seorang
jenius hanyalah orang yang cukup beruntung bisa menemukan karunianya dan
kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunia itu.

Untuk
membuat menarik pelajarannya tentang topik jenius, ia sering menuturkan sebuah
kisah kepada kami. Ia
berkata, “Sebelum kalian masing-masing dilahirkan, kalian diberi karunia memberi.
Masalahnya, tidak ada yang memberitahukan bahwa kalian diberi karunia ini.
Tidak ada yang memberitahukan apa yang harus kalian lakukan setelah
menemukannya. Setelah
kalian lahir, tugas kalian adalah menemukan karunia kalian dan
memberikannya… kepada semua orang. Jika kalian memberikan karunia
kalian, hidup kalian akan dipenuhi keajaiban.”

Ayah pandai saya menulis kata “jenius”
dengan cara: JENI-IN-US (Jin-di dalam-diri kita).

Saat melanjutkan ceritanya, ia berkata, “Seorang
jenius adalah seseorang yang menemukan jin di dalam dirinya. Seperti Aladin
menemukan jin di dalam botol, kita masing-masing juga harus menemukan jin dalam
diri kita. Inilah asal kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang
menemukan manusia ajaib di dalam dirinya. Seorang jenius adalah seseorang yang
menemukan karunia yang diberikan kepadanya.”

Ayah pandai saya kemudian menambahkan
peringatan ini: “Ketika kalian menemukan jin kalian, dia akan memberikan tiga
permohonan. Jin kalian akan mengatakan, ‘Permohonan nomor satu adalah Apakah
kalian akan memberi karunia ini kepada diri sendiri? Permohonan nomor dua
adalah Apakah kalian akan memberi karunia ini hanya kepada orang-orang yang
kalian cintai dan dekat dengan kalian? Atau permohonan nomor tiga, Apakah
kalian akan menyumbangkan karunia kalian?’”

Sudah jelas, pelajaran dalam kisah ini
adalah kami, anak-anak, harus memilih permohonan nomor tiga. Pelajaran ayah
pandai saya selalu berakhir dengan ucapan, “Dunia penuh dengan jenius. Masing-masing
dari kita adalah jenius. Masalahnya, sebagian dari kita mengunci kejeniusan
kita rapat-rapat di dalam botol. Terlalu banyak dari kita yang memilih
menggunakan kejeniusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk mereka yang kita
cintai. Jin akan keluar dari dalam botol hanya ketika kita memilih permohonan
nomor tiga. Keajaiban hanya terjadi ketika kita
memilih untuk menyumbangkan karunia kita.”

Kedua ayah saya mempercayai keajaiban memberi.
Seorang ayah mengajari kami untuk membangun bisnis yang melayani sebanyak
mungkin orang. Ayah yang lain mengajari kami untuk menemukan karunia yang
diberikan kepada kami, menemukan jeni-in-us,
dan membiarkan keajaiban mengalir ke luar dari botol.



"Dengan ILMU hidup menjadi MUDAH, dengan IMAN hidup menjadi TERARAH dengan SENI hidup menjadi INDAH"   TULISLAH WALAU HANYA SATU KATA  JIKA ITU BERMANFAAT BAGI SESAMA  Semoga Bermanfaat.
           Salam      Utju Ali Basya     



      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com

Re: MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

by Nanda-4 :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message


Ayah pandai saya mengatakan "ada sesuatu didalam dirimu"


Tapiiiii...?!?

sampai saat ini usia sudah mulai sepuh perlahan tapi pasti heheeeee..
(Wlo masih Balita sih, Bawah Lima puluh Ta'un)


Belum menemukan Jin didalam tuh..!!


mm..adakah cara kusus menemukan Jin tersebut..!?!


"Memberi" dengan senang hati dan bahagia bila melihat seseorang bahagia, senang, ktika saya memberi..


Memberi tahukan info, Memberi tahukan gosip hari ini, Memberitahukan ada warung dengan menu baru..dan lain2..


Yeah..kira2 seperti itu Bapa Ucu..




salam
power by nanda BakiakBerry®

-----Original Message-----
From: Utju Ali Basya <ua.basya@...>
Date: Tue, 3 Nov 2009 15:01:20
To: <spiritual-indonesia@...>
Subject: [SPIRITUAL-INDONESIA] MENEMUKAN KEJENIUSAN  ANDA





MENEMUKAN KEJENIUSAN
ANDA

From : RICH KID SMART KID

By : Robert T. Kiyosaki

 

Ayah
pandai saya benar-benar yakin bahwa setiap anak mempunyai karunia menjadi
jenius, meski seandainya mereka tidak berprestasi baik di sekolah. Ia tidak
setuju bahwa seorang jenius adalah seorang yang duduk di kelas dan mengetahui
semua jawaban yang benar. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seseorang
yang lebih pintar daripada semua orang lain. Ia benar-benar yakin bahwa kita
masing-masing mempunyai karunia, dan bahwa seorang
jenius hanyalah orang yang cukup beruntung bisa menemukan karunianya dan
kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunia itu.

Untuk
membuat menarik pelajarannya tentang topik jenius, ia sering menuturkan sebuah
kisah kepada kami. Ia
berkata, “Sebelum kalian masing-masing dilahirkan, kalian diberi karunia memberi.
Masalahnya, tidak ada yang memberitahukan bahwa kalian diberi karunia ini.
Tidak ada yang memberitahukan apa yang harus kalian lakukan setelah
menemukannya. Setelah
kalian lahir, tugas kalian adalah menemukan karunia kalian dan
memberikannya… kepada semua orang. Jika kalian memberikan karunia
kalian, hidup kalian akan dipenuhi keajaiban.”

Ayah pandai saya menulis kata “jenius”
dengan cara: JENI-IN-US (Jin-di dalam-diri kita).

Saat melanjutkan ceritanya, ia berkata, “Seorang
jenius adalah seseorang yang menemukan jin di dalam dirinya. Seperti Aladin
menemukan jin di dalam botol, kita masing-masing juga harus menemukan jin dalam
diri kita. Inilah asal kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang
menemukan manusia ajaib di dalam dirinya. Seorang jenius adalah seseorang yang
menemukan karunia yang diberikan kepadanya.”

Ayah pandai saya kemudian menambahkan
peringatan ini: “Ketika kalian menemukan jin kalian, dia akan memberikan tiga
permohonan. Jin kalian akan mengatakan, ‘Permohonan nomor satu adalah Apakah
kalian akan memberi karunia ini kepada diri sendiri? Permohonan nomor dua
adalah Apakah kalian akan memberi karunia ini hanya kepada orang-orang yang
kalian cintai dan dekat dengan kalian? Atau permohonan nomor tiga, Apakah
kalian akan menyumbangkan karunia kalian?’”

Sudah jelas, pelajaran dalam kisah ini
adalah kami, anak-anak, harus memilih permohonan nomor tiga. Pelajaran ayah
pandai saya selalu berakhir dengan ucapan, “Dunia penuh dengan jenius. Masing-masing
dari kita adalah jenius. Masalahnya, sebagian dari kita mengunci kejeniusan
kita rapat-rapat di dalam botol. Terlalu banyak dari kita yang memilih
menggunakan kejeniusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk mereka yang kita
cintai. Jin akan keluar dari dalam botol hanya ketika kita memilih permohonan
nomor tiga. Keajaiban hanya terjadi ketika kita
memilih untuk menyumbangkan karunia kita.”

Kedua ayah saya mempercayai keajaiban memberi.
Seorang ayah mengajari kami untuk membangun bisnis yang melayani sebanyak
mungkin orang. Ayah yang lain mengajari kami untuk menemukan karunia yang
diberikan kepada kami, menemukan jeni-in-us,
dan membiarkan keajaiban mengalir ke luar dari botol.



"Dengan ILMU hidup menjadi MUDAH, dengan IMAN hidup menjadi TERARAH dengan SENI hidup menjadi INDAH"   TULISLAH WALAU HANYA SATU KATA  JIKA ITU BERMANFAAT BAGI SESAMA  Semoga Bermanfaat.
           Salam      Utju Ali Basya     



      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com

Re: MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

by Sunmoon-2 :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Jin bakiak kadang2 kan ketemu he he he

--- In Spiritual-Indonesia@..., "Nanda" <anandaput@...> wrote:

>
>
> Ayah pandai saya mengatakan "ada sesuatu didalam dirimu"
>
>
> Tapiiiii...?!?
>
> sampai saat ini usia sudah mulai sepuh perlahan tapi pasti heheeeee..
> (Wlo masih Balita sih, Bawah Lima puluh Ta'un)
>
>
> Belum menemukan Jin didalam tuh..!!
>
>
> mm..adakah cara kusus menemukan Jin tersebut..!?!
>
>
> "Memberi" dengan senang hati dan bahagia bila melihat seseorang bahagia, senang, ktika saya memberi..
>
>
> Memberi tahukan info, Memberi tahukan gosip hari ini, Memberitahukan ada warung dengan menu baru..dan lain2..
>
>
> Yeah..kira2 seperti itu Bapa Ucu..
>
>
>
>
> salam
> power by nanda BakiakBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Utju Ali Basya <ua.basya@...>
> Date: Tue, 3 Nov 2009 15:01:20
> To: <spiritual-indonesia@...>
> Subject: [SPIRITUAL-INDONESIA] MENEMUKAN KEJENIUSAN  ANDA
>
>
>
>
>
> MENEMUKAN KEJENIUSAN
> ANDA
>
> From : RICH KID SMART KID
>
> By : Robert T. Kiyosaki
>
>  
>
> Ayah
> pandai saya benar-benar yakin bahwa setiap anak mempunyai karunia menjadi
> jenius, meski seandainya mereka tidak berprestasi baik di sekolah. Ia tidak
> setuju bahwa seorang jenius adalah seorang yang duduk di kelas dan mengetahui
> semua jawaban yang benar. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seseorang
> yang lebih pintar daripada semua orang lain. Ia benar-benar yakin bahwa kita
> masing-masing mempunyai karunia, dan bahwa seorang
> jenius hanyalah orang yang cukup beruntung bisa menemukan karunianya dan
> kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunia itu.
>
> Untuk
> membuat menarik pelajarannya tentang topik jenius, ia sering menuturkan sebuah
> kisah kepada kami. Ia
> berkata, “Sebelum kalian masing-masing dilahirkan, kalian diberi karunia memberi.
> Masalahnya, tidak ada yang memberitahukan bahwa kalian diberi karunia ini.
> Tidak ada yang memberitahukan apa yang harus kalian lakukan setelah
> menemukannya. Setelah
> kalian lahir, tugas kalian adalah menemukan karunia kalian dan
> memberikannya… kepada semua orang. Jika kalian memberikan karunia
> kalian, hidup kalian akan dipenuhi keajaiban.”
>
> Ayah pandai saya menulis kata “jenius”
> dengan cara: JENI-IN-US (Jin-di dalam-diri kita).
>
> Saat melanjutkan ceritanya, ia berkata, “Seorang
> jenius adalah seseorang yang menemukan jin di dalam dirinya. Seperti Aladin
> menemukan jin di dalam botol, kita masing-masing juga harus menemukan jin dalam
> diri kita. Inilah asal kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang
> menemukan manusia ajaib di dalam dirinya. Seorang jenius adalah seseorang yang
> menemukan karunia yang diberikan kepadanya.”
>
> Ayah pandai saya kemudian menambahkan
> peringatan ini: “Ketika kalian menemukan jin kalian, dia akan memberikan tiga
> permohonan. Jin kalian akan mengatakan, ‘Permohonan nomor satu adalah Apakah
> kalian akan memberi karunia ini kepada diri sendiri? Permohonan nomor dua
> adalah Apakah kalian akan memberi karunia ini hanya kepada orang-orang yang
> kalian cintai dan dekat dengan kalian? Atau permohonan nomor tiga, Apakah
> kalian akan menyumbangkan karunia kalian?’”
>
> Sudah jelas, pelajaran dalam kisah ini
> adalah kami, anak-anak, harus memilih permohonan nomor tiga. Pelajaran ayah
> pandai saya selalu berakhir dengan ucapan, “Dunia penuh dengan jenius. Masing-masing
> dari kita adalah jenius. Masalahnya, sebagian dari kita mengunci kejeniusan
> kita rapat-rapat di dalam botol. Terlalu banyak dari kita yang memilih
> menggunakan kejeniusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk mereka yang kita
> cintai. Jin akan keluar dari dalam botol hanya ketika kita memilih permohonan
> nomor tiga. Keajaiban hanya terjadi ketika kita
> memilih untuk menyumbangkan karunia kita.”
>
> Kedua ayah saya mempercayai keajaiban memberi.
> Seorang ayah mengajari kami untuk membangun bisnis yang melayani sebanyak
> mungkin orang. Ayah yang lain mengajari kami untuk menemukan karunia yang
> diberikan kepada kami, menemukan jeni-in-us,
> dan membiarkan keajaiban mengalir ke luar dari botol.
>
>
>
> "Dengan ILMU hidup menjadi MUDAH, dengan IMAN hidup menjadi TERARAH dengan SENI hidup menjadi INDAH"   TULISLAH WALAU HANYA SATU KATA  JIKA ITU BERMANFAAT BAGI SESAMA  Semoga Bermanfaat.
>            Salam  Â Â Â  Utju Ali Basya     
>
>
>
>       Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> http://id.answers.yahoo.com
>



Re: Re: MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

by Nanda-4 :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message



HiHiHiiiii..hiyaaaa sih tauk ajah deh mbah Mun..


Galakkan Jin Bkiak deh, ssshhhhttt..nda mah anteng deh,
Cumaaaa..suka toal toel ngajak bcanda klo dicuekin hihihihiiiii..




(Ga kok baiiiik koook, sebelum ada Bakiak petok petok)


udah ah..
power by nanda BakiakBerry®

-----Original Message-----
From: "Sunmoon" <albertgo_2000@...>
Date: Wed, 04 Nov 2009 00:47:44
To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: MENEMUKAN KEJENIUSAN  ANDA

Jin bakiak kadang2 kan ketemu he he he

--- In Spiritual-Indonesia@..., "Nanda" <anandaput@...> wrote:

>
>
> Ayah pandai saya mengatakan "ada sesuatu didalam dirimu"
>
>
> Tapiiiii...?!?
>
> sampai saat ini usia sudah mulai sepuh perlahan tapi pasti heheeeee..
> (Wlo masih Balita sih, Bawah Lima puluh Ta'un)
>
>
> Belum menemukan Jin didalam tuh..!!
>
>
> mm..adakah cara kusus menemukan Jin tersebut..!?!
>
>
> "Memberi" dengan senang hati dan bahagia bila melihat seseorang bahagia, senang, ktika saya memberi..
>
>
> Memberi tahukan info, Memberi tahukan gosip hari ini, Memberitahukan ada warung dengan menu baru..dan lain2..
>
>
> Yeah..kira2 seperti itu Bapa Ucu..
>
>
>
>
> salam
> power by nanda BakiakBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Utju Ali Basya <ua.basya@...>
> Date: Tue, 3 Nov 2009 15:01:20
> To: <spiritual-indonesia@...>
> Subject: [SPIRITUAL-INDONESIA] MENEMUKAN KEJENIUSAN  ANDA
>
>
>
>
>
> MENEMUKAN KEJENIUSAN
> ANDA
>
> From : RICH KID SMART KID
>
> By : Robert T. Kiyosaki
>
>  
>
> Ayah
> pandai saya benar-benar yakin bahwa setiap anak mempunyai karunia menjadi
> jenius, meski seandainya mereka tidak berprestasi baik di sekolah. Ia tidak
> setuju bahwa seorang jenius adalah seorang yang duduk di kelas dan mengetahui
> semua jawaban yang benar. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seseorang
> yang lebih pintar daripada semua orang lain. Ia benar-benar yakin bahwa kita
> masing-masing mempunyai karunia, dan bahwa seorang
> jenius hanyalah orang yang cukup beruntung bisa menemukan karunianya dan
> kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunia itu.
>
> Untuk
> membuat menarik pelajarannya tentang topik jenius, ia sering menuturkan sebuah
> kisah kepada kami. Ia
> berkata, “Sebelum kalian masing-masing dilahirkan, kalian diberi karunia memberi.
> Masalahnya, tidak ada yang memberitahukan bahwa kalian diberi karunia ini.
> Tidak ada yang memberitahukan apa yang harus kalian lakukan setelah
> menemukannya. Setelah
> kalian lahir, tugas kalian adalah menemukan karunia kalian dan
> memberikannya… kepada semua orang. Jika kalian memberikan karunia
> kalian, hidup kalian akan dipenuhi keajaiban.�
>
> Ayah pandai saya menulis kata “jenius�
> dengan cara: JENI-IN-US (Jin-di dalam-diri kita).
>
> Saat melanjutkan ceritanya, ia berkata, “Seorang
> jenius adalah seseorang yang menemukan jin di dalam dirinya. Seperti Aladin
> menemukan jin di dalam botol, kita masing-masing juga harus menemukan jin dalam
> diri kita. Inilah asal kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang
> menemukan manusia ajaib di dalam dirinya. Seorang jenius adalah seseorang yang
> menemukan karunia yang diberikan kepadanya.�
>
> Ayah pandai saya kemudian menambahkan
> peringatan ini: “Ketika kalian menemukan jin kalian, dia akan memberikan tiga
> permohonan. Jin kalian akan mengatakan, ‘Permohonan nomor satu adalah Apakah
> kalian akan memberi karunia ini kepada diri sendiri? Permohonan nomor dua
> adalah Apakah kalian akan memberi karunia ini hanya kepada orang-orang yang
> kalian cintai dan dekat dengan kalian? Atau permohonan nomor tiga, Apakah
> kalian akan menyumbangkan karunia kalian?’�
>
> Sudah jelas, pelajaran dalam kisah ini
> adalah kami, anak-anak, harus memilih permohonan nomor tiga. Pelajaran ayah
> pandai saya selalu berakhir dengan ucapan, “Dunia penuh dengan jenius. Masing-masing
> dari kita adalah jenius. Masalahnya, sebagian dari kita mengunci kejeniusan
> kita rapat-rapat di dalam botol. Terlalu banyak dari kita yang memilih
> menggunakan kejeniusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk mereka yang kita
> cintai. Jin akan keluar dari dalam botol hanya ketika kita memilih permohonan
> nomor tiga. Keajaiban hanya terjadi ketika kita
> memilih untuk menyumbangkan karunia kita.�
>
> Kedua ayah saya mempercayai keajaiban memberi.
> Seorang ayah mengajari kami untuk membangun bisnis yang melayani sebanyak
> mungkin orang. Ayah yang lain mengajari kami untuk menemukan karunia yang
> diberikan kepada kami, menemukan jeni-in-us,
> dan membiarkan keajaiban mengalir ke luar dari botol.
>
>
>
> "Dengan ILMU hidup menjadi MUDAH, dengan IMAN hidup menjadi TERARAH dengan SENI hidup menjadi INDAH"   TULISLAH WALAU HANYA SATU KATA  JIKA ITU BERMANFAAT BAGI SESAMA  Semoga Bermanfaat.
>            Salam  Â Â Â  Utju Ali Basya     
>
>
>
>       Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> http://id.answers.yahoo.com
>




Re: MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

by Ngadji Diri :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

menarik euy
jin dalam diri kita

pikir-pikir benar euy
jin ini kena kita elus-elus agar bisa keluar
untuk minta petunjuk euy

salam,
Ngad



________________________________
From: Utju Ali Basya <ua.basya@...>
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Wed, November 4, 2009 7:01:20 AM
Subject: [SPIRITUAL-INDONESIA] MENEMUKAN KEJENIUSAN  ANDA

 
MENEMUKAN KEJENIUSAN
ANDA
From : RICH KID SMART KID
By : Robert T. Kiyosaki
 
Ayah
pandai saya benar-benar yakin bahwa setiap anak mempunyai karunia menjadi
jenius, meski seandainya mereka tidak berprestasi baik di sekolah. Ia tidak
setuju bahwa seorang jenius adalah seorang yang duduk di kelas dan mengetahui
semua jawaban yang benar. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seseorang
yang lebih pintar daripada semua orang lain. Ia benar-benar yakin bahwa kita
masing-masing mempunyai karunia, dan bahwa seorang
jenius hanyalah orang yang cukup beruntung bisa menemukan karunianya dan
kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunia itu.
Untuk
membuat menarik pelajarannya tentang topik jenius, ia sering menuturkan sebuah
kisah kepada kami. Ia
berkata, “Sebelum kalian masing-masing dilahirkan, kalian diberi karunia memberi.
Masalahnya, tidak ada yang memberitahukan bahwa kalian diberi karunia ini.
Tidak ada yang memberitahukan apa yang harus kalian lakukan setelah
menemukannya. Setelah
kalian lahir, tugas kalian adalah menemukan karunia kalian dan
memberikannya… kepada semua orang. Jika kalian memberikan karunia
kalian, hidup kalian akan dipenuhi keajaiban.”
Ayah pandai saya menulis kata “jenius”
dengan cara: JENI-IN-US (Jin-di dalam-diri kita).
Saat melanjutkan ceritanya, ia berkata, “Seorang
jenius adalah seseorang yang menemukan jin di dalam dirinya. Seperti Aladin
menemukan jin di dalam botol, kita masing-masing juga harus menemukan jin dalam
diri kita. Inilah asal kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang
menemukan manusia ajaib di dalam dirinya. Seorang jenius adalah seseorang yang
menemukan karunia yang diberikan kepadanya.”
Ayah pandai saya kemudian menambahkan
peringatan ini: “Ketika kalian menemukan jin kalian, dia akan memberikan tiga
permohonan. Jin kalian akan mengatakan, ‘Permohonan nomor satu adalah Apakah
kalian akan memberi karunia ini kepada diri sendiri? Permohonan nomor dua
adalahApakah kalian akan memberi karunia ini hanya kepada orang-orang yang
kalian cintai dan dekat dengan kalian? Atau permohonan nomor tiga, Apakah
kalian akan menyumbangkan karunia kalian?’”
Sudah jelas, pelajaran dalam kisah ini
adalah kami, anak-anak, harus memilih permohonan nomor tiga. Pelajaran ayah
pandai saya selalu berakhir dengan ucapan, “Dunia penuh dengan jenius. Masing-masing
dari kita adalah jenius. Masalahnya, sebagian dari kita mengunci kejeniusan
kita rapat-rapat di dalam botol. Terlalu banyak dari kita yang memilih
menggunakan kejeniusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk mereka yang kita
cintai. Jin akan keluar dari dalam botol hanya ketika kita memilih permohonan
nomor tiga. Keajaiban hanya terjadi ketika kita
memilih untuk menyumbangkan karunia kita.”
Kedua ayah saya mempercayai keajaiban memberi.
Seorang ayah mengajari kami untuk membangun bisnis yang melayani sebanyak
mungkin orang. Ayah yang lain mengajari kami untuk menemukan karunia yang
diberikan kepada kami, menemukan jeni-in-us,
dan membiarkan keajaiban mengalir ke luar dari botol.


"Dengan ILMU hidup menjadi MUDAH, dengan IMAN hidup menjadi TERARAH dengan SENI hidup menjadi INDAH"  
TULISLAH WALAU HANYA SATU KATA
JIKA ITU BERMANFAAT BAGI SESAMA
Semoga Bermanfaat.
           Salam
    Utju Ali Basya  
 

________________________________
 Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!