Oleh Saesario Indrawan di facebook. Komentar saya di bawahnya.
"Man is not a creature of circumstances,
Circumstances are the creatures of men."
- Disraeli
Pendahuluan
Pada umumnya Tarot sering disalah-persepsikan sebagai peranti ampuh
untuk mengetahui “nasib” manusia di masa yang akan datang. Sebenarnya
Tarot lebih dari sekedar itu. Tarot dapat digunakan untuk merefleksikan
perjalanan hidup kita untuk mencapai ketenangan jiwa dalam mengarungi
kehidupan ini. Tarot dapat menunjukkan agenda yang tersembunyi di dalam
perjalanan yang kita lalui ini. Tarot dapat membawa kita menuju
kreativitas baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, dalam
memecahkan sebuah problema.
Tarot adalah “Jalan”, jadi fungsi Tarot tidak hanya menunjukkan apa
yang akan terjadi, namun juga mengapa dan bagaimana kejadian itu
terjadi. Dengan demikian kita dapat menjadi lebih waspada dan sadar
akan perilaku kehidupan kita sebagai umat manusia.
Berwacana dengan Tarot
Sebelum kita berwacana dengan Tarot, baik itu dilakukan sendiri maupun
datang kepada seorang pewacana, hendaknya jangan dilakukan ketika anda
sedang dalam keadaan bingung sekali. Berwacanalah dalam keadaan pikiran jernih dan terbuka.
Ketika pikiran sedang tertutup dan kalut, ada kemungkinan besar kita
tidak bisa mencerna apa yang disampaikan oleh kartu. Membaca kartu
Tarot membutuhkan pikiran yang tenang agar kita dapat memahami pesan
yang disampaikan melalui ketujuh-puluh delapan kartu Tarot. Dengan
demikian hasil pewacanaan dapat memberikan manfaat yang lebih.
Pada saat datang kepada seorang pewacana Tarot, salah besar jika menganggap suatu pewacanaan adalah ajang demonstrasi kemampuan cenayang (psychic) sang pewacana.
Inisitatif harus datang dari klien, dalam arti klien-lah yang sebaiknya
mengajukan hal-hal yang ingin diketahui. Memang ada beberapa tebaran
kartu yang dirancang untuk melihat secara global jalan kehidupan kita.
Akan tetapi bila klien lebih terbuka kepada si pewacana, maka masalah
atau jalan yang tengah dihadapi oleh klien dapat didiskusikan dengan
lebih baik lain. Dengan bertukar-pikiran antara klien dan pewacana
Tarot, maka hasil pewacanaan akan lebih akurat dapat
dipertanggung-jawabkan.
Mengungkapkan pertanyaan untuk dijawab melalui Tarot juga tidak bisa sembarangan. Arahkan
pertanyaan kepada suatu hasil yang positif. Akan lebih baik lagi
jikalau pertanyaan yang diajukan lebih bersifat proaktif. Misalnya,
daripada bertanya, “Bagaimana hasil ujian saya nanti?” lebih baik
bertanya, “Apa yang harus saya lakukan agar ujian bisa ditempuh dengan
baik?”. Dengan demikian si penanya tidak sekedar “pasrah menunggu
“nasib”, melainkan juga berusaha untuk meraih apa yang diinginkan.
Inilah intisari dari bermain Tarot.
Perlu diperhatikan juga, agar meletakkan diri sendiri sebagai subjek pertanyaan.
Kurang etis rasanya menanyakan tentang orang lain pada saat kita
berwacana Tarot. Walaupun orang yang kita tanyakan tersebut adalah
orang-orang dekat yang menjadi perhatian kita. Terlebih lagi jika orang
yang kita tanyakan tidak tahu atau tidak mau menjadi subjek pewacanaan.
Alih-alih bertanya, “Bagaimana kehidupan anak saya nanti?”, bukankah
lebih baik bertanya, “Bagaimana saya bisa membimbing anak saya dengan
lebih baik lagi agar kelak hidupnya mandiri?”
Terhadap hasil pewacanaan pun kita harus awas. Seyogyanya, kita
tidak mudah terprovokasi oleh hasil pewacanaan. Harus disimak lebih
baik secara menyeluruh apa yang dikatakan melalui kartu. Jika dikatakan
akan memperoleh rejeki, jangan berhenti di situ saja. Cobalah kita gali
lagi informasi yang lebih dalam. Contohnya, dari mana rejeki itu
datang, dari perniagaan, bonus, atau warisan.
Terkadang di dalam bermain Tarot, kita memperoleh hasil pewacanaan yang buruk. Jangan panik bila mendapatkan hasil yang negatif.
Pahamilah terlebih dahulu apa yang menyebabkan suatu kejadian negatif.
Kalau masih bisa disiasati, mengapa tidak berusaha menghindari kejadian
itu. Kita bisa mencoba untuk mendapatkan jalan keluar yang rasional
tentunya untuk setiap masalah yang kita hadapi.
Hasil pewacanaan juga harus dibawa ke arah yang positif. Bila
kartu mengindikasikan “harus menjaga kesehatan”, maka si penanya
seharusnya berpikir untuk bagaimana cara menjaga kesehatan, bukannya
berpikir “aku akan jatuh sakit”. Tentu saja ada perbedaan yang besar
antara “menjaga kesehatan” dengan “akan jatuh sakit”. Menjaga kesehatan
berarti kita bersikap proaktif dan tidak pasif.
Kartu Tarot, terkadang berbicara tidak sesuai dengan pertanyaan atau
kehendak kita. Seringkali dalam pewacanaan muncul hal-hal yang perlu
diketahui oleh klien dan bukan hal-hal yang ingin diketahui oleh klien.
Dalam
hal ini, jangan memaksakan untuk bertanya hal-hal yang menurut pendapat
kita penting untuk diketahui atau berwacana sampai muncul jawaban yang
kita inginkan. Terkadang memang ada hal lain yang disampaikan oleh
kartu Tarot yang lebih penting untuk diketahui dan dilalui lebih
dahulu. Seringkali jawaban atau pertanda dari kartu Tarot berlawanan
dengan apa yang kita harapkan, maka cobalah sekali lagi. Kalau ternyata
jawaban itu konsisten, berhentilah berwacana dan cobalah untuk mawas
diri dengan hasil wacana itu. Berulang-ulang menanyakan hal yang sama
malah tidak ada gunanya. Hasil wacana yang didapat justru akan tidak
akurat dan bisa menyimpang.
Hal lain yang perlu dicermati dalam berkonsultasi dengan seorang pewacana Tarot adalah jangan biarkan pewacana memilih apa yang harus anda lalui.
Kendali pewacanaan juga harus ada di tangan klien. Apabila ternyata
dalam berwacana Tarot muncul beberapa pilihan, maka seharusnya
klien-lah yang memilihnya. Tentu boleh saja dalam memilih suatu
pilihan, klien berkonsultasi atau berdiskusi lebih lanjut dengan si
pewacana Tarot tentang pilihan tersebut. Akan tetapi klienlah yang
seharusnya memilih dari beberapa pilihan yang tersedia tersebut. Hal
ini jauh lebih sehat daripada mempercayakan hidup dan pilihan seratus
persen di tangan orang lain.
Apabila kita melakukan pewacanaan yang tertib, maka tentu saja hasilnya
akan dapat memberikan manfaat yang positif bagi kita. Dengan demikian
Tarot tidak dianggap lagi sebagai “pekerjaan jin / syaitan” yang hanya
membawa celaka bagi mereka yang menggunakannya. Namun yang harus
benar-benar ditanamkan dibenak kita adalah bahwa kartu Tarot hanyalah sarana yang hanya akan terlaksana karena Sang Maha Pencipta berkenan memberi tahu jalan kehidupan kita.
Tidak dibenarkan kita mengagung-agungkan kartu Tarot, karena kartu
Tarot tidak lebih dari sekedar tumpukan kertas bergambar. Kita juga
harus menyadari ada kekuatan yang jauh lebih dahsyat yang menggerakkan
jagad raya ini, yang juga membuat Tarot dapat berfungsi secara benar.
Penutup
Bermain Tarot memang mengasyikkan, tetapi dalam bermain Tarot kita juga
dituntut untuk berpikir jernih. Tidak ada gunanya berwacana Tarot
dengan hati dan pikiran yang gundah gulana. Selain itu pahamilah dengan
benar hasil pewacanaan, jangan semata-mata mengandalkan hasil
pewacanaan yang bagus-bagus, lantas kita lupa diri tidak mau berusaha
dan berdoa. Bukankah Tuhan tidak akan memperbaiki nasih suatu kaum
jikalau kaum itu tidak mau berusaha memperbaikinya sendiri? Demikian
juga dengan Tarot. “Nasib” yang baik, ditandai dengan usaha yang keras
dan ulet bukan hanya sekedar menunggu durian runtuh.
Akhirul kalam, perkenankan penulis mengutip kata-kata bijak dari
pujangga jaman dulu: “The teacher does not seek the Tyro, but when
sought and questioned, answer fully. If the student importunes, no
further information is given”. Pergunakanlah kartu Tarot secara
bijaksana.
Referensi
Geren, Nancy. Tarot Made Easy, Fireside, New York, 2004
Gray, Eden. Mastering the Tarot, Signet, New York, 1971
MacGregor, Trish and Vega, Phyllis. Power Tarot, Fireside, New York, 1998
Sekarningsih, Ani, Bunga Rampai Wacana Tarot, Grasindo, Jakarta, 2001
+
Komentar saya (Leonardo Rimba):
Very good Saesar,
Tulislah yg banyak karena semakin banyak kita menulis, akhirnya segalanya akan keluar begitu saja tanpa berpikir.
Nyambung langsung dari alam bawah sadar kita, seperti selang yg dihubungkan langsung dengan mata air.... Read More
Dan bukankah itu yg namanya intuisi?
Aku fwd tulisan ini ke milis spiritual indonesia @ <
http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/