Pengakuan Williardi
Tim Delapan Makin Yakin Adanya Upaya Pelemahan KPK
Rabu, 11 2009 15:18 WIB 504 Dibaca | 1 Komentar
MI/Susanto
TJAKARTA--MI: Tim
Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Dua Pimpinan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) non-aktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah atau
Tim Delapan makin meyakini adanya upaya rekayasa pelemahan terhadap
KPK.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution
dan anggota Tim Delapan Todung Mulya Lubis, Rabu (11/11) menanggapi
kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wiliardi Wizard dalam
persidangan kasus pembunuhan yang mendudukan mantan Ketua KPK Antasari
Azhar sebagai tersangka. Dalam persidangan kemarin, Wiliardi yang juga
tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Direktur PT Rajawali Putra
Banjaran Nasrudin Zulkarnain, bersaksi berita acara yang menyebutkan
Antasari sebagai otak pembunuhan Nasrudin tidak benar. Ia mengaku
terpaksa berbohong karena ditekan atasannya di kepolisian untuk
merekayasa kasus ini dan menjerat Antasari.
"Jadi ini semakin runyam. Semakin kentara bahwa ada sesuatu
yang tidak beres di negara ini. Saya menjadi amat prihatin, semua
gejala ini dan fakta-fakta yang sudah terungkap ini baik dalam kasus
Bibit dan Chandra yang sudah kita saksikan bersama tidak ada
bukti-bukti kuat. Begitu juga dalam kasus Antasari Azhar, sekarang
sudah terkuak bahwa berita acara ini direkayasa. Semua ini menjadi
pertanyaan besar yang membuat saya tidak bisa tidur," cetus Adnan di
Gedung Dewan Pertimbangan Presiden.
Adnan mengungkapkan, apa yang menimpa Bibit dan Chandra serta
dugaan rekayasa kepolisian dalam kasus Antasari menimbulkan spekulasi
di masyarakat tentang adanya skenario dan rekayasa untuk menghancurkan,
mengkerdilkan, dan meruntuhkan KPK. "Kalau skenario itu benar-benar
ada, maka yang pertama dijadikan target sasaran adalah Antasari yang
dituduh pembunuhan. Apa betul ada pembunuhan? Fakta ada korban bernama
Nasrudin. Apa betul yang membunuh Antasari? apakah ini sebuah jebakan?
Awalnya Antasari, lalu Bibit dan Chandra. Kan begitu jadinya, ini
menjadi sebuah pertanyaan besar," tukasnya. (MP/OL-06)
---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.