« Return to Thread: Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen

Re: Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen

by Jesse Jopie Rotinsulu Jr :: Rate this Message:

Reply to Author | View in Thread

Mas Aji,
Itu hanya metafora bukan absolut demikian peristiwanya.Semua Fa/Tao
ortodok adalah mata air - yang bersumber oleh Raja Fa yag berbeda2 yang
turun di tempat dan waktu yang berbeda.Hanya setelah Fa/Tao ortodok
terfragmentasi dan mulai hilang kemurniannya ketika manusia2 mulai
menafsir2kannya menurut pemikirannya sendiri sampai saat ini.

Sebab TINGKAT orang2 yang menafsirkan ini berada jauh dari KEDUDUKAN sang
master sebagai Raja Fa/Tathagata sehingga seperti membingkai luasnya
langit hanya seluas pemikirannya sendiri lalu menjebak orang agar
mengikutinya seperti membawa masuk orang dalam lubang buatannya sendiri.

Sesungguhnya hanya pada tingkat Raja Fa inilah yang dapat disebut sebagai
SANG SUMBER oleh manusia biasa dan MAMPU dikenali manusia ketika
membicarakanHukum/iFa/Tao Ortodok.Lebih tinggi lagi Fa/tao ortodok itu
bersumber BUKAN masyarakat manusia biasa yang DIAJARKAN sebab tidak ada
manusia biasa yang sanggup memahami - jadi bukan ini bagian yang
dibicarakan manusia.
salam,
jesseprakasa/falundafahao!!





semar samiaji <kind_evil_06@...>
Sent by: Spiritual-Indonesia@...
01/07/2009 12:52
Please respond to
Spiritual-Indonesia@...


To
Spiritual-Indonesia@...
cc

Subject
Re: [Spiritual-Indonesia] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen













Masne....ibarat mata air mengalir apa adanya dalam kejernihan dan
kesejukannya...tidak perlu dimasak lagi saat di minum....segar dan amat
sangat nyaman....mengalir dalam ruang dan tempuhan waktu yang mengikuti ke
mana air itu dialirkan dalam tatanan ruang yang dilewati...
 
saat itulah, air mulai berubah NAMA menjadi sungai, danau, coca cola, teh
botol, kuah bakso, air cucian, es cincau, dsb....melalui setiap kata itu
"hakekat" ujud keaslian air "disamarkan"...
 
salam water please,
ss

--- On Wed, 7/1/09, Sony H Waluyo <asonyhw@...> wrote:

From: Sony H Waluyo <asonyhw@...>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
To: "Sony H Waluyo" <asonyhw@...>
Date: Wednesday, July 1, 2009, 12:38 PM

Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen

Menalar ajaran Yesus mestinya sampai masuk ke realita, utk membumi dan
kejawen bisa mjd alternatif yg menarik utk melihat bagaimana dasar2 ajaran
yg sama telah mendarah daging dlm keseharian hidup orang jawa/nusantara.
..

Kutipan2 bisa dicarikan contoh konkritnya….tentu yg paling mudah yg bisa
ditemui dlm pengalaman hidup2 sehari2……shg gak bicara ttg hal di awang2
dan mestinya praktis dan aplikatif dan sangat nalar….

Jika kata “surga” yg sering muncul di Injil berarti persatuan atau melebur
kembali….nalarnya, klo masih kotor gak mungkin bisa ngumpul bersatu ….jika
Allah itu maha pengampun, maka spy bisa melebur bersatu roh manusia hrs
memiliki kwalitas yg sama…..shg di Injil dikatakan “hendaknya kamu
sempurna spt Bapa sempurna adanya…..”

Apakah Yesus mengajarkan penebusan dosa utk menggenapi ketidaksempurnaan
itu?

Bahwa setiap kali Ia menyembuhkan org sakit Ia berkata, dosamu diampuni,
bukan berarti bhw kesempurnaan itu akan digenapi oleh Yesus dg cara
semacam itu….Nalarnya, kasihan Yesus dong lempe2 tenan…. Nalarnya mudah,
teman2 THS/pencak silat setelah mbantu teman2 yg sakit dg tenaga dalam
juga lempe2 perlu recovery….Romo Lukman diperkirakan meninggal krn
kecapekan…..Lah klo Yesus mesti nebus dosa semua manusia,
walah…..mblenger……dan klenger beneran....

Bagaimana mekanisme kesempurnaan itu bisa didptkan?

Saya paling demen ambil kutipan dialog nikodemus dg Yesus di Injil
Yohanes. Nikodemus ini ahli taurat maka kwalitas dialog ini sangat
penting...

Yesus mengatakan, ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke kerajaan
Allah”.......lalu Yesus menambahkan ”manusia terdiri dr 2 unsur yakni
daging dan roh”.....dg demikian bisa dipahami bahwa roh mengalami
kelahiran kembali dg raga2 yg berbeda2 dlm ruang dan waktu berbeda utk
menyempurnakan diri....shg layak utk melebur dan menyatu kembali dg Bapa
yg Maha Sempurna....

Bhw kesadaran manusia ada pd rohnya dg mudah dipahami dg cara sederhana...
..melalui pengalaman tidihen..... Saat tindihen seseorg dg mudah bisa
melihat bahwa dirinya melayang diatas raganya yg terbaring di tempat
tidur....itu artinya dirinya bukanlah raga yg sedang terbaring di tempat
tidur itu....Dan roh itu kekal sedangkan raga yg dipake sebagai baju utk
hadir di dunia ini hanyalah sementara... melalui poses kelahiran... tumuh
dewasa...dan akan tiba waktunya expired alias mati.....tapi yg mati kan
hanya raganya bukan rohnya...... shg kata2 Yesus ”biarlah orang mati
menguburkan orang mati” mjd sangat jelas.....krn ”siapa yg menlaksanakan
firman Bapa akan memiliki kesadaran roh bukan kesadaran fisik/raga”....

Shg keselamatan yg diajarkan oleh Yesus adalah melalui penyadaran
diri...dan perumpamaan2 yg diajarkannya, yg sifatnya latihan psikologi itu
adalah olah kejiwaan utk membantu penyadaran diri spy masuk ke kesadaran
roh....
Dan krn itu dg peringatan-peringat an 3, 7, 40, 100, 1000 hari orang
jawa/nusantara dg ajaran spiritualnya tahu persis bagaimana roh2 sering
masih mengalami semacam ”jetlag” ketika terlepas dari raganya yg
mati....butuh panduan dan bantuan doa yg sifatnya adalah membantu
mengingatkan spy mrk segera meninggalkan dunia fisik yg sudah bukan lagi
tempatnya utk masuk ke dunia/frekwensi lain ke apa yg disebut alam jeda
atau latu pangresikan (api penyucian) dan masuk ke training lanjutan utk
persiapan proses selanjutnya ke kelahiran baru (rebirth) atau yg lebih
akrab disebut reinkarnasi yg akan dipersiapkan raga baru serta skenario
pengalaman2 fisik baru sesuai dg kebutuhan perkembangan kesadarannya shg
rohnya memiliki kesempatan utk menyempurnakan diri...dan tentu pemahaman
ini sangat sejalan dg pesan yesus di atas....”hendaknya lkamu sempurna spt
Bapa sempurna adanya” dan pesan ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa
masuk ke kerajaan Allah”.

Bahwa ajaran2 Yesus menekankan budi pekerti bisa dilihat dr contoh riil yg
aku lihat pagi ini.

Saat turun angkutan tadi tak lihat tukang ojek mengejar bis utk rebutan
calon penumpang dg resiko dirinya tertabrak bis itu sebab caranya
konyol....mereka memepet bis yg mencari posisi parkir spy masih ada ruang
disebelahnya agar mobil dr belakang yg akan terus masih bisa jalan, tapi
krn dipepet tkg2 ojek bis terpaksa gak bisa minggir, minggir dikit tkg2
ojek itu bakal kesrempet atau tertabrak & terlindas... konyolnya usaha yg
nekad sering sia2 gak dapat penumpang juga dan kadang mrk mudur begitu
saja gak lihat lagi dg resiko ketabrak mobil atau motor lain....tambah
konyol utk balik ke posisi tunggu mrk gak takut melawan arus dan jalan
kencang....dan bukan sekali 2 kali mereka nabrak pintu mobil yg sedang
dibuka krn sering dg kencang nyelib lewat sisi kiri....kalau saja mrk mau
mengatur diri berjajar rapi dan antre ambil penumpang, mrk tdk perlu mabil
resiko konyol plus menghemat bahan bakar serta suku cadang hanya utk
mondar-mandir ngejar2 penumpang... sering kali bisa sampai 10 kali
mondar-mandir baru mereka dpt penumpang lagi.....

Pd dasarnya ajaran2 Yesus menggugah kesadaran semacam itu, berbagi sumber
penghidupan saling bantu, saling memaafkan jika ada salah shg bisa
mewujudkan cita2 menghadirkan kerajaan surga di atas bumi.....

Dan kalau kita org jawa/sunda/batak/ dayak/bal i/sulawesi dll mau
mempelajari ajaran2 spiritual yg ada di nusantara ini jelas2 hal serupa
diajarkan di dalam ajaran2 spiritual itu bahkan saking akrabnya di telinga
dan keseharian lalu malah dianggap remehan dan ecek2 gak sepadan dg ajaran
penebusan dosa...mabuuk rak?

Salam persaudaraan universal dlm damai selaras,

Dhemit Sonthul - SonyHW

(Saat Yesus menyembuhkan org yg kerasukan setan Ia menghardik setan itu
utk tdk mengatakan apa2 krn setan tahu siapa diriNya..... ...hihihi. ....
)

* You are what you think about. Beware of your mind.
 



 « Return to Thread: Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen