« Return to Thread: Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen

Re: Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen

by David Silalahi :: Rate this Message:

Reply to Author | View in Thread

bung jesse,
saya tertarik proses kultivasi dalam falundafa..
bagaimana prosesnya itu boleh dijelaskan?
dan apa bedanya dengan proses yang lain?

2009/7/1 Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@...>

>
>
>
> Mas Aji,
> :) kalau pernyataan mas Aji itu hanya sebagai perlambang maka itu benar dan
>
> memang benar semua orang akan menerima sesuai dengan tingkat yang
> mampu di sadarinya sendiri.Maksud aku menceritakan apa itu Sang Sumber maka
> setiap Fa/tao/ Hukum Ortodok yag turun ke dunia memiliki Sang sumber
> sendiri2.
> Jika membicarakan Sumber malampaui itu - maka itu bukanlah ajaran pada
> tingkat
> manusia biasa- juga bila diajarkan tidak dijinkan akan merusak tatanan
> manusia.
> Jadi sesungguhnya membicarakan sang sumber bagi manusia biasa adalah Master
>
> yang membawa ajaran bukan pengikut2Nya yang mentafsirkan ajaran beliau
> begini
> dan begitu hingga rusak.Seringkali suka membicarakan hal yang terlalu lebar
> jauh dan
> mengambil keuntungan dari itu semoga tidak demikian.
> Salam,
> jesseprakasa/falundafahao!!
>
>
>
>
>  *semar samiaji <kind_evil_06@...>*
> Sent by: Spiritual-Indonesia@...
>
> 01/07/2009 14:50
>  Please respond to
> Spiritual-Indonesia@...
>
>   To
> Spiritual-Indonesia@...  cc
>   Subject
> Re: [Spiritual-Indonesia] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
>
>
>
>
>
>
>
>
>  he..he..he..Mas Jesse....kalimat yang tersampaikan sebelumnya merupakan
> "perlambang" dalam berbagai demensi...jika Mas sampaikan sebagai mana di
> bawah ini juga bisa...khan Mas sendiri sampaikan, setiap diri memiliki cara
> pandang atau demensi sendiri...
>
>
> maka, peranan itikad jadi utama....melalui itikad inilah akan tercermin
> yang menggerakkan cara pandangnya...ijinkan ambil contoh, jika seseorang
> menekankan kepada tujuannya untuk menemukan sang sumber, maka dengan
> sendirinya cara pandang akan didominasi dengan demikian...dari titik pangkal
> inilah kemudian manusia menafsirkan atau menaggapi dengan apa yang bisa
> diterjemahkannya kepada diri dan juga sesama...
>
> sinyal utamanya jelas koq Mas...jika masih ada jarak antara sumber dengan
> cara pandang demensinya, maka jelas itu adalah sinyal bagi setiap diri bahwa
> perlu adanya "penyempurnaan" dalam itikad...kenapa?..karena masih ada jarak
> di antaranya, apakah melalui kajian diri atau kah kajian dari sesama atau
> kah alam atau kah kolaborasi keseluruhan...
>
> melalui apa yang tersampaikan ini, maka ss SANGAT yakin bahwa akhirnya SANG
> SUMBER mengajak kepada setiap diri manusia agar lebih mendekat dan mendekat
> dalam konteks apa yang ada di SANG SUMBER, setiap diri pun akan menerimanya.
> selama terus menyempurnakan demensi melalui itikad yang memang mampu
> menuntunnya mengarah demikian...
>
> maka, setiap diri diberi kesempatan yang sama dalam konteks kehidupannya
> masing-masing...kembali kepada setiap diri mewujudkannya...maka, sejatinya
> tidak ada kotak di dalam kotak...yang ada justru diri adalah di dalam Kuasa
> dan IjinNYA yang dikotakkan oleh cara pandang manusia itu sendiri....kalau
> sudah begini, apakah perlu membicarkan SANG SUMBER?....ndak perlu lagi
> Mas....SANG SUMBER SUDAH BERSATU DAN UJUD DALAM HIDUP DAN
> KEHIDUPAN....manusia demikianlah yang Mas sampaikan sebagai manusia "bukan"
> biasa....jika Mas tanyakan kepada jenis manusia apakah demikian?....paling
> hanya senyum2 saja...he..he..he.he.he.he...
>
>
> salam warna,
> ss
>
>
> --- On *Wed, 7/1/09, Jesse Jopie Rotinsulu Jr <
> jesse.rotinsulu@...>* wrote:
>
> From: Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@...>
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
> To: Spiritual-Indonesia@...
> Cc: Spiritual-Indonesia@...
> Date: Wednesday, July 1, 2009, 2:00 PM
>
>
> Mas Aji,
> Itu hanya metafora bukan absolut demikian peristiwanya. Semua Fa/Tao
> ortodok adalah mata air - yang bersumber oleh Raja Fa yag berbeda2 yang
> turun di tempat dan waktu yang berbeda.Hanya setelah Fa/Tao ortodok
> terfragmentasi dan mulai hilang kemurniannya ketika manusia2 mulai
> menafsir2kannya menurut pemikirannya sendiri sampai saat ini.
>
> Sebab TINGKAT orang2 yang menafsirkan ini berada jauh dari KEDUDUKAN sang
> master sebagai Raja Fa/Tathagata sehingga seperti membingkai luasnya langit
> hanya seluas pemikirannya sendiri lalu menjebak orang agar mengikutinya
> seperti membawa masuk orang dalam lubang buatannya sendiri.
>
> Sesungguhnya hanya pada tingkat Raja Fa inilah yang dapat disebut sebagai
> SANG SUMBER oleh manusia biasa dan MAMPU dikenali manusia ketika
> membicarakanHukum/ iFa/Tao Ortodok.Lebih tinggi lagi Fa/tao ortodok itu
> bersumber BUKAN masyarakat manusia biasa yang DIAJARKAN sebab tidak ada
> manusia biasa yang sanggup memahami - jadi bukan ini bagian yang dibicarakan
> manusia.
> salam,
> jesseprakasa/ falundafahao! !
>
>
>
>
>  *semar samiaji <kind_evil_06@ yahoo.com>*
> Sent by: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
> 01/07/2009 12:52
>   Please respond to
> Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
>
>   To
> Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com  cc
>   Subject
> Re: [Spiritual-Indonesi a] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  Masne....ibarat mata air mengalir apa adanya dalam kejernihan dan
> kesejukannya. ..tidak perlu dimasak lagi saat di minum....segar dan amat
> sangat nyaman....mengalir dalam ruang dan tempuhan waktu yang mengikuti ke
> mana air itu dialirkan dalam tatanan ruang yang dilewati...
>
> saat itulah, air mulai berubah NAMA menjadi sungai, danau, coca cola, teh
> botol, kuah bakso, air cucian, es cincau, dsb....melalui setiap kata itu
> "hakekat" ujud keaslian air "disamarkan"...
>
> salam water please,
> ss
>
> --- On *Wed, 7/1/09, Sony H Waluyo <asonyhw@gmail. com>* wrote:
>
> From: Sony H Waluyo <asonyhw@gmail. com>
> Subject: [Spiritual-Indonesi a] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
> To: "Sony H Waluyo" <asonyhw@gmail. com>
> Date: Wednesday, July 1, 2009, 12:38 PM
> *Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen*
>
> Menalar ajaran Yesus mestinya sampai masuk ke realita, utk membumi dan
> kejawen bisa mjd alternatif yg menarik utk melihat bagaimana dasar2 ajaran
> yg sama telah mendarah daging dlm keseharian hidup orang jawa/nusantara. ..
>
> Kutipan2 bisa dicarikan contoh konkritnya….tentu yg paling mudah yg bisa
> ditemui dlm pengalaman hidup2 sehari2……shg gak bicara ttg hal di awang2 dan
> mestinya praktis dan aplikatif dan sangat nalar….
>
> Jika kata “surga” yg sering muncul di Injil berarti persatuan atau melebur
> kembali….nalarnya, klo masih kotor gak mungkin bisa ngumpul bersatu ….jika
> Allah itu maha pengampun, maka spy bisa melebur bersatu roh manusia hrs
> memiliki kwalitas yg sama…..shg di Injil dikatakan “hendaknya kamu sempurna
> spt Bapa sempurna adanya…..”
>
> Apakah Yesus mengajarkan penebusan dosa utk menggenapi ketidaksempurnaan
> itu?
>
> Bahwa setiap kali Ia menyembuhkan org sakit Ia berkata, dosamu diampuni,
> bukan berarti bhw kesempurnaan itu akan digenapi oleh Yesus dg cara semacam
> itu….Nalarnya, kasihan Yesus dong lempe2 tenan…. Nalarnya mudah, teman2
> THS/pencak silat setelah mbantu teman2 yg sakit dg tenaga dalam juga lempe2
> perlu recovery….Romo Lukman diperkirakan meninggal krn kecapekan…..Lah klo
> Yesus mesti nebus dosa semua manusia, walah…..mblenger……dan klenger
> beneran....
>
> Bagaimana mekanisme kesempurnaan itu bisa didptkan?
>
> Saya paling demen ambil kutipan dialog nikodemus dg Yesus di Injil Yohanes.
> Nikodemus ini ahli taurat maka kwalitas dialog ini sangat penting...
>
> Yesus mengatakan, ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke kerajaan
> Allah”.......lalu Yesus menambahkan ”manusia terdiri dr 2 unsur yakni daging
> dan roh”.....dg demikian bisa dipahami bahwa roh mengalami kelahiran kembali
> dg raga2 yg berbeda2 dlm ruang dan waktu berbeda utk menyempurnakan
> diri....shg layak utk melebur dan menyatu kembali dg Bapa yg Maha
> Sempurna....
>
> Bhw kesadaran manusia ada pd rohnya dg mudah dipahami dg cara sederhana...
> ..melalui pengalaman tidihen..... Saat tindihen seseorg dg mudah bisa
> melihat bahwa dirinya melayang diatas raganya yg terbaring di tempat
> tidur....itu artinya dirinya bukanlah raga yg sedang terbaring di tempat
> tidur itu....Dan roh itu kekal sedangkan raga yg dipake sebagai baju utk
> hadir di dunia ini hanyalah sementara... melalui poses kelahiran... tumuh
> dewasa...dan akan tiba waktunya expired alias mati.....tapi yg mati kan
> hanya raganya bukan rohnya...... shg kata2 Yesus ”biarlah orang mati
> menguburkan orang mati” mjd sangat jelas.....krn ”siapa yg menlaksanakan
> firman Bapa akan memiliki kesadaran roh bukan kesadaran fisik/raga”....
>
> Shg keselamatan yg diajarkan oleh Yesus adalah melalui penyadaran
> diri...dan perumpamaan2 yg diajarkannya, yg sifatnya latihan psikologi itu
> adalah olah kejiwaan utk membantu penyadaran diri spy masuk ke kesadaran
> roh....
> Dan krn itu dg peringatan-peringat an 3, 7, 40, 100, 1000 hari orang
> jawa/nusantara dg ajaran spiritualnya tahu persis bagaimana roh2 sering
> masih mengalami semacam ”jetlag” ketika terlepas dari raganya yg
> mati....butuh panduan dan bantuan doa yg sifatnya adalah membantu
> mengingatkan spy mrk segera meninggalkan dunia fisik yg sudah bukan lagi
> tempatnya utk masuk ke dunia/frekwensi lain ke apa yg disebut alam jeda atau
> latu pangresikan (api penyucian) dan masuk ke training lanjutan utk
> persiapan proses selanjutnya ke kelahiran baru (rebirth) atau yg lebih akrab
> disebut reinkarnasi yg akan dipersiapkan raga baru serta skenario
> pengalaman2 fisik baru sesuai dg kebutuhan perkembangan kesadarannya shg
> rohnya memiliki kesempatan utk menyempurnakan diri...dan tentu pemahaman ini
> sangat sejalan dg pesan yesus di atas....”hendaknya lkamu sempurna spt Bapa
> sempurna adanya” dan pesan ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke
> kerajaan Allah”.
>
> Bahwa ajaran2 Yesus menekankan budi pekerti bisa dilihat dr contoh riil yg
> aku lihat pagi ini.
>
> Saat turun angkutan tadi tak lihat tukang ojek mengejar bis utk rebutan
> calon penumpang dg resiko dirinya tertabrak bis itu sebab caranya
> konyol....mereka memepet bis yg mencari posisi parkir spy masih ada ruang
> disebelahnya agar mobil dr belakang yg akan terus masih bisa jalan, tapi krn
> dipepet tkg2 ojek bis terpaksa gak bisa minggir, minggir dikit tkg2 ojek itu
> bakal kesrempet atau tertabrak & terlindas... konyolnya usaha yg nekad
> sering sia2 gak dapat penumpang juga dan kadang mrk mudur begitu saja gak
> lihat lagi dg resiko ketabrak mobil atau motor lain....tambah konyol utk
> balik ke posisi tunggu mrk gak takut melawan arus dan jalan kencang....dan
> bukan sekali 2 kali mereka nabrak pintu mobil yg sedang dibuka krn sering dg
> kencang nyelib lewat sisi kiri....kalau saja mrk mau mengatur diri berjajar
> rapi dan antre ambil penumpang, mrk tdk perlu mabil resiko konyol plus
> menghemat bahan bakar serta suku cadang hanya utk mondar-mandir ngejar2
> penumpang... sering kali bisa sampai 10 kali mondar-mandir baru mereka dpt
> penumpang lagi.....
>
> Pd dasarnya ajaran2 Yesus menggugah kesadaran semacam itu, berbagi sumber
> penghidupan saling bantu, saling memaafkan jika ada salah shg bisa
> mewujudkan cita2 menghadirkan kerajaan surga di atas bumi.....
>
> Dan kalau kita org jawa/sunda/batak/ dayak/bal i/sulawesi dll mau
> mempelajari ajaran2 spiritual yg ada di nusantara ini jelas2 hal serupa
> diajarkan di dalam ajaran2 spiritual itu bahkan saking akrabnya di telinga
> dan keseharian lalu malah dianggap remehan dan ecek2 gak sepadan dg ajaran
> penebusan dosa...mabuuk rak?
>
> Salam persaudaraan universal dlm damai selaras,
>
> Dhemit Sonthul - SonyHW
>
> (Saat Yesus menyembuhkan org yg kerasukan setan Ia menghardik setan itu utk
> tdk mengatakan apa2 krn setan tahu siapa diriNya..... ...hihihi. .... )
>
> * You are what you think about. Beware of your mind.
>
>
>
>
>
>  
>



--
Belanja buku baru gramedia dengan diskon hingga 90%?
Lihat di: www.belanjaantar.multiply.com

:: ...we should cherish the life we live... ::

 « Return to Thread: Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen