ha..ha..ha..Mas Jesse...jika di forum ini ada yang demikian, apakah kemudian dikatakan itu sudah melampui dan juga merusak?...semua kembali kepada itikad dan kolaborasi demensi yang dihadirkan sebagai tanggapan diri saja...
sejatinya, ndak ada istilah master tanpa ada sebagian manusia lainnya yang menyatakan master...manusia berkomunikasi dalam tataran pemahaman...untuk tuju sesuatu khan?..jika kemudian ada yang tuju menjadi master..ya kembali kepada dirinya saja...jika sumber di atas sumber tidak dipahami dan dikaji, lalu bagaimana setiap diri bisa kaji apa itu makna kata master yang dibicarakan?...so, semua disampaikan apa adanya dalam itikad semua manusia memiliki kesempatan yang sama...jika dinalogkan seperti membuat kue...semua bahan dan resep sudah diberikan...mau dikerjakan jadi kue...atau pun tidak kembali ke diri aja...jika kemudian ada kuenya yang ndak ujud sebagai mana harapan resep, ya silahkan juga...kaji kembali...demikian seterusnya...hingga ujud...jika ini cara pandangnya, makhluk apa master itu sesungguhnya?.suri tauladan saja khan akhirnya? :-)
salam,
ss
--- On Wed, 7/1/09, Jesse Jopie Rotinsulu Jr <
jesse.rotinsulu@...> wrote:
From: Jesse Jopie Rotinsulu Jr <
jesse.rotinsulu@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
To:
Spiritual-Indonesia@...
Cc:
Spiritual-Indonesia@...
Date: Wednesday, July 1, 2009, 3:44 PM
Mas Aji,
:) kalau pernyataan mas Aji itu hanya sebagai perlambang maka itu benar dan
memang benar semua orang akan menerima sesuai dengan tingkat yang
mampu di sadarinya sendiri.Maksud aku menceritakan apa itu Sang Sumber maka
setiap Fa/tao/ Hukum Ortodok yag turun ke dunia memiliki Sang sumber sendiri2.
Jika membicarakan Sumber malampaui itu - maka itu bukanlah ajaran pada tingkat
manusia biasa- juga bila diajarkan tidak dijinkan akan merusak tatanan manusia.
Jadi sesungguhnya membicarakan sang sumber bagi manusia biasa adalah Master
yang membawa ajaran bukan pengikut2Nya yang mentafsirkan ajaran beliau begini
dan begitu hingga rusak.Seringkali suka membicarakan hal yang terlalu lebar jauh dan
mengambil keuntungan dari itu semoga tidak demikian.
Salam,
jesseprakasa/ falundafahao! !
semar samiaji <kind_evil_06@ yahoo.com>
Sent by: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
01/07/2009 14:50
Please respond to
Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
To
Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
cc
Subject
Re: [Spiritual-Indonesi a] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
he..he..he.. Mas Jesse....kalimat yang tersampaikan sebelumnya merupakan "perlambang" dalam berbagai demensi...jika Mas sampaikan sebagai mana di bawah ini juga bisa...khan Mas sendiri sampaikan, setiap diri memiliki cara pandang atau demensi sendiri...
maka, peranan itikad jadi utama....melalui itikad inilah akan tercermin yang menggerakkan cara pandangnya.. .ijinkan ambil contoh, jika seseorang menekankan kepada tujuannya untuk menemukan sang sumber, maka dengan sendirinya cara pandang akan didominasi dengan demikian...dari titik pangkal inilah kemudian manusia menafsirkan atau menaggapi dengan apa yang bisa diterjemahkannya kepada diri dan juga sesama...
sinyal utamanya jelas koq Mas...jika masih ada jarak antara sumber dengan cara pandang demensinya, maka jelas itu adalah sinyal bagi setiap diri bahwa perlu adanya "penyempurnaan" dalam itikad...kenapa? ..karena masih ada jarak di antaranya, apakah melalui kajian diri atau kah kajian dari sesama atau kah alam atau kah kolaborasi keseluruhan. ..
melalui apa yang tersampaikan ini, maka ss SANGAT yakin bahwa akhirnya SANG SUMBER mengajak kepada setiap diri manusia agar lebih mendekat dan mendekat dalam konteks apa yang ada di SANG SUMBER, setiap diri pun akan menerimanya. selama terus menyempurnakan demensi melalui itikad yang memang mampu menuntunnya mengarah demikian...
maka, setiap diri diberi kesempatan yang sama dalam konteks kehidupannya masing-masing. ..kembali kepada setiap diri mewujudkannya. ..maka, sejatinya tidak ada kotak di dalam kotak...yang ada justru diri adalah di dalam Kuasa dan IjinNYA yang dikotakkan oleh cara pandang manusia itu sendiri....kalau sudah begini, apakah perlu membicarkan SANG SUMBER?....ndak perlu lagi Mas....SANG SUMBER SUDAH BERSATU DAN UJUD DALAM HIDUP DAN KEHIDUPAN... .manusia demikianlah yang Mas sampaikan sebagai manusia "bukan" biasa....jika Mas tanyakan kepada jenis manusia apakah demikian?... .paling hanya senyum2 saja...he..he. .he.he.he. he...
salam warna,
ss
--- On Wed, 7/1/09, Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@ bp.pratamagroup. com> wrote:
From: Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@ bp.pratamagroup. com>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Cc: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Date: Wednesday, July 1, 2009, 2:00 PM
Mas Aji,
Itu hanya metafora bukan absolut demikian peristiwanya. Semua Fa/Tao ortodok adalah mata air - yang bersumber oleh Raja Fa yag berbeda2 yang turun di tempat dan waktu yang berbeda.Hanya setelah Fa/Tao ortodok terfragmentasi dan mulai hilang kemurniannya ketika manusia2 mulai menafsir2kannya menurut pemikirannya sendiri sampai saat ini.
Sebab TINGKAT orang2 yang menafsirkan ini berada jauh dari KEDUDUKAN sang master sebagai Raja Fa/Tathagata sehingga seperti membingkai luasnya langit hanya seluas pemikirannya sendiri lalu menjebak orang agar mengikutinya seperti membawa masuk orang dalam lubang buatannya sendiri.
Sesungguhnya hanya pada tingkat Raja Fa inilah yang dapat disebut sebagai SANG SUMBER oleh manusia biasa dan MAMPU dikenali manusia ketika membicarakanHukum/ iFa/Tao Ortodok.Lebih tinggi lagi Fa/tao ortodok itu bersumber BUKAN masyarakat manusia biasa yang DIAJARKAN sebab tidak ada manusia biasa yang sanggup memahami - jadi bukan ini bagian yang dibicarakan manusia.
salam,
jesseprakasa/ falundafahao! !
semar samiaji <kind_evil_06@ yahoo.com>
Sent by: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
01/07/2009 12:52
Please respond to
Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
To
Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
cc
Subject
Re: [Spiritual-Indonesi a] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
Masne....ibarat mata air mengalir apa adanya dalam kejernihan dan kesejukannya. ..tidak perlu dimasak lagi saat di minum....segar dan amat sangat nyaman....mengalir dalam ruang dan tempuhan waktu yang mengikuti ke mana air itu dialirkan dalam tatanan ruang yang dilewati...
saat itulah, air mulai berubah NAMA menjadi sungai, danau, coca cola, teh botol, kuah bakso, air cucian, es cincau, dsb....melalui setiap kata itu "hakekat" ujud keaslian air "disamarkan"...
salam water please,
ss
--- On Wed, 7/1/09, Sony H Waluyo <asonyhw@gmail. com> wrote:
From: Sony H Waluyo <asonyhw@gmail. com>
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
To: "Sony H Waluyo" <asonyhw@gmail. com>
Date: Wednesday, July 1, 2009, 12:38 PM
Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen
Menalar ajaran Yesus mestinya sampai masuk ke realita, utk membumi dan kejawen bisa mjd alternatif yg menarik utk melihat bagaimana dasar2 ajaran yg sama telah mendarah daging dlm keseharian hidup orang jawa/nusantara. ..
Kutipan2 bisa dicarikan contoh konkritnya….tentu yg paling mudah yg bisa ditemui dlm pengalaman hidup2 sehari2……shg gak bicara ttg hal di awang2 dan mestinya praktis dan aplikatif dan sangat nalar….
Jika kata “surga” yg sering muncul di Injil berarti persatuan atau melebur kembali….nalarnya, klo masih kotor gak mungkin bisa ngumpul bersatu ….jika Allah itu maha pengampun, maka spy bisa melebur bersatu roh manusia hrs memiliki kwalitas yg sama…..shg di Injil dikatakan “hendaknya kamu sempurna spt Bapa sempurna adanya…..”
Apakah Yesus mengajarkan penebusan dosa utk menggenapi ketidaksempurnaan itu?
Bahwa setiap kali Ia menyembuhkan org sakit Ia berkata, dosamu diampuni, bukan berarti bhw kesempurnaan itu akan digenapi oleh Yesus dg cara semacam itu….Nalarnya, kasihan Yesus dong lempe2 tenan…. Nalarnya mudah, teman2 THS/pencak silat setelah mbantu teman2 yg sakit dg tenaga dalam juga lempe2 perlu recovery….Romo Lukman diperkirakan meninggal krn kecapekan…..Lah klo Yesus mesti nebus dosa semua manusia, walah…..mblenger……dan klenger beneran....
Bagaimana mekanisme kesempurnaan itu bisa didptkan?
Saya paling demen ambil kutipan dialog nikodemus dg Yesus di Injil Yohanes. Nikodemus ini ahli taurat maka kwalitas dialog ini sangat penting...
Yesus mengatakan, ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke kerajaan Allah”.......lalu Yesus menambahkan ”manusia terdiri dr 2 unsur yakni daging dan roh”.....dg demikian bisa dipahami bahwa roh mengalami kelahiran kembali dg raga2 yg berbeda2 dlm ruang dan waktu berbeda utk menyempurnakan diri....shg layak utk melebur dan menyatu kembali dg Bapa yg Maha Sempurna....
Bhw kesadaran manusia ada pd rohnya dg mudah dipahami dg cara sederhana... ..melalui pengalaman tidihen..... Saat tindihen seseorg dg mudah bisa melihat bahwa dirinya melayang diatas raganya yg terbaring di tempat tidur....itu artinya dirinya bukanlah raga yg sedang terbaring di tempat tidur itu....Dan roh itu kekal sedangkan raga yg dipake sebagai baju utk hadir di dunia ini hanyalah sementara... melalui poses kelahiran... tumuh dewasa...dan akan tiba waktunya expired alias mati.....tapi yg mati kan hanya raganya bukan rohnya...... shg kata2 Yesus ”biarlah orang mati menguburkan orang mati” mjd sangat jelas.....krn ”siapa yg menlaksanakan firman Bapa akan memiliki kesadaran roh bukan kesadaran fisik/raga”....
Shg keselamatan yg diajarkan oleh Yesus adalah melalui penyadaran diri...dan perumpamaan2 yg diajarkannya, yg sifatnya latihan psikologi itu adalah olah kejiwaan utk membantu penyadaran diri spy masuk ke kesadaran roh....
Dan krn itu dg peringatan-peringat an 3, 7, 40, 100, 1000 hari orang jawa/nusantara dg ajaran spiritualnya tahu persis bagaimana roh2 sering masih mengalami semacam ”jetlag” ketika terlepas dari raganya yg mati....butuh panduan dan bantuan doa yg sifatnya adalah membantu mengingatkan spy mrk segera meninggalkan dunia fisik yg sudah bukan lagi tempatnya utk masuk ke dunia/frekwensi lain ke apa yg disebut alam jeda atau latu pangresikan (api penyucian) dan masuk ke training lanjutan utk persiapan proses selanjutnya ke kelahiran baru (rebirth) atau yg lebih akrab disebut reinkarnasi yg akan dipersiapkan raga baru serta skenario pengalaman2 fisik baru sesuai dg kebutuhan perkembangan kesadarannya shg rohnya memiliki kesempatan utk menyempurnakan diri...dan tentu pemahaman ini sangat sejalan dg pesan yesus di atas....”hendaknya lkamu sempurna spt Bapa sempurna adanya” dan pesan ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke kerajaan Allah”.
Bahwa ajaran2 Yesus menekankan budi pekerti bisa dilihat dr contoh riil yg aku lihat pagi ini.
Saat turun angkutan tadi tak lihat tukang ojek mengejar bis utk rebutan calon penumpang dg resiko dirinya tertabrak bis itu sebab caranya konyol....mereka memepet bis yg mencari posisi parkir spy masih ada ruang disebelahnya agar mobil dr belakang yg akan terus masih bisa jalan, tapi krn dipepet tkg2 ojek bis terpaksa gak bisa minggir, minggir dikit tkg2 ojek itu bakal kesrempet atau tertabrak & terlindas... konyolnya usaha yg nekad sering sia2 gak dapat penumpang juga dan kadang mrk mudur begitu saja gak lihat lagi dg resiko ketabrak mobil atau motor lain....tambah konyol utk balik ke posisi tunggu mrk gak takut melawan arus dan jalan kencang....dan bukan sekali 2 kali mereka nabrak pintu mobil yg sedang dibuka krn sering dg kencang nyelib lewat sisi kiri....kalau saja mrk mau mengatur diri berjajar rapi dan antre ambil penumpang, mrk tdk perlu mabil resiko konyol plus menghemat bahan bakar serta suku cadang hanya utk mondar-mandir ngejar2 penumpang...
sering kali bisa sampai 10 kali mondar-mandir baru mereka dpt penumpang lagi.....
Pd dasarnya ajaran2 Yesus menggugah kesadaran semacam itu, berbagi sumber penghidupan saling bantu, saling memaafkan jika ada salah shg bisa mewujudkan cita2 menghadirkan kerajaan surga di atas bumi.....
Dan kalau kita org jawa/sunda/batak/ dayak/bal i/sulawesi dll mau mempelajari ajaran2 spiritual yg ada di nusantara ini jelas2 hal serupa diajarkan di dalam ajaran2 spiritual itu bahkan saking akrabnya di telinga dan keseharian lalu malah dianggap remehan dan ecek2 gak sepadan dg ajaran penebusan dosa...mabuuk rak?
Salam persaudaraan universal dlm damai selaras,
Dhemit Sonthul - SonyHW
(Saat Yesus menyembuhkan org yg kerasukan setan Ia menghardik setan itu utk tdk mengatakan apa2 krn setan tahu siapa diriNya..... ...hihihi. .... )
* You are what you think about. Beware of your mind.