« Return to Thread: Suami Yang Setia [1 Attachment]

Re: Suami Yang Setia

by iskandar effendi-2 :: Rate this Message:

Reply to Author | View in Thread

ohhh ohhh oohh...setia sama istri, emang udah harus gitu lah kale.
sayang ama wil wil , boleh juga kan???
hehehheehe kan kita nih mencintai sekalian mahluk..termasuk wanita wanita
yang imut imut, wanita wanita yang sexy , wanita wanita yang gimana
gitu....hhhmm

Pada 2 Juli 2009 13:36, adji mudhita <sangwaktu@...> menulis:

>
>
>  akhirnya ada juga sosok suami yang setia hehehehe....
> .
>
> ----- Original Message -----
> *From:* muhamad agus syafii <agussyafii@...>
> *To:* agussyafii@...
> *Sent:* Thursday, July 02, 2009 1:00 PM
> *Subject:* [Spiritual-Indonesia] Suami Yang Setia [1 Attachment]
>
>   Suami Yang Setia
>
> By: agussyafii
>
> Kesetiaan bukan hanya milik seorang istri. Kesetiaan milik setiap insan.
> Juga termasuk suami yang mencintai dengan tulus pasangan hidupnya. Menyambut
> kebahagiaan dan penderitaan dengan sukacita, menerima dengan ketulusan,
> segala kekurangan pasangan hidup kita. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga
> menghadai badai dan gelombang kegidupan makin mengokohkan kesetiaan terhadap
> orang yang dicintainya. Kesetiaan itulah esensi dari sebuah keluarga.
>
> Demikian halnya lelaki separuh baya yang saya kenal. Semenjak tiga bulan
> silam bersama putrinya yang berumur sepuluh tahun selalu menjenguk  istri
> tercintanya yang terbaring diranjang. disekelilingnya ada alat pengukur
> tekanan nafas dan tabung untuk memeriksa kesehatan. Kadang kala saya juga
> ikut menemaninya ketika menjenguk istrinya di rumah sakit. Bila sampai
> dirumah sakit, suami yang setia itu datang menggantikan pakaian istrinya dan
> menanyakan keadaan istrinya. Selalu saja tidak ada perubahan sama sekali.
>
> Kondisi istrinya tetap seperti semula. Tidak ada kemajuan atau perubahan
> yang membaik. Kesembuhan istrinya seolah tidak bisa diharapkan. Setelah
> menjenguk dan merawat istrinya, sang bapak dengan putrinya selalu
> memanjatkan doa kepada Alloh SWT agar memberikan kesembuhan. Setelah itu
> barulah meninggalkan rumah sakit. Menurut penuturan bapak itu bahwa dirinya
> hampir setiap hari dirinya selalu menjaga, merawat dan mendoakan istrinya
> yang tercinta.
>
> Saya sangat mengagumi kesetiaannya sebagai seorang suami, selalu meluangkan
> waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari
> nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang
> sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan
> istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi
> istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya
> seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk
> menjaga dan merawat istrinya, 'Alloh al-Musta'an (Alloh tempat memohon
> pertolongan). Begitulah ucapnya berkali-kali kepada saya.
>
> Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari
> tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya
> membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata
> istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta
> perawat mencpot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu
> ditubuhnya.
>
> 'Begitu saya datang, saya terperanjat Mas..jantung saya seolah mau copot.
> Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya
> kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak
> bisa dibendung lagi. Bapak itu menangis sambil memanjatkan puji syukur
> kehadirat ALloh SWT yang telah memberikan kesembuhan total terhadap
> istrinya.
>
> 'Setiap kali saya menjenguk istri saya, setiap kali itu pula saya gelisah.
> untuk memenangkan hati saya, saya selalu menenangkan hati dengan bershodaqoh
> untuk anak-anak Amalia dengan tujuan taqarrub ilallah (mendekatkan diri
> kepada Alloh SWT) supaya Alloh memberikan kesembuhan kepada istri saya.'
> ucap bapak itu sambil tersenyum bahagia.
>
> Alloh SWT tidak menyia-nyiakan harapan dan doa sang bapak. Akhirnya istri
> tercintanya bersama berkumpul kembali dengan keluarga pulang ke rumah yang
> sudah lama menanti kedatangannya. Keceriaan, cinta, cahaya dan kegembiraan
> akhirnya menyinari bapak yang sekaligus suami setia menjaga, merawat dan
> mendoakan istrinya yang sedang sakit. Bersungguh-sungguh dalam berdoa,
> menunaikan sholat, bershodaqoh, ingatlah selalu bahwa Alloh SWT adalah Maha
> Penolong bagi hamba-hambaNya yang memohon pertolonganNya akan dikabulkan.
>
> Wassalam,
> Agussyafii
>
> --
> Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Peduli Kasih Amalia (PKA)'
> Senin, tanggal 20 Juli 2009, di Rumah Amalia. Silahkan bagi teman2 yang
> berkenan mewaqafkan buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD
> ( ISLAMI ),IPTEK,buku Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai untuk
> Program kegiatan Peduli Kasih Amalia (PKA). kirimkan ke Rumah Amalia,Jl.
> Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur,
> Ciledug. TNG. . Mari dukung pada program 'Peduli Kasih Amalia (PKA)' melalui
> http://agussyafii.blogspot.com, http://www.facebook.com/agussyafii atau
> sms 087 8777 12431
>
>
>  
>

 « Return to Thread: Suami Yang Setia [1 Attachment]