|
View:
New views
2 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
|
|
Terima kasih : sekelumit wejangan pada petermuan di padepokan Karang Kamulyan kerawang -tambahanDear mbah Ndoe..dan rekan sahabat semua. ( saya cc ke PU , agar teman teman di sana..bisa ikut menyimak ). Lah..kok..bisa enak..mbah..tulisan-nipun. Apik..tenan mbah aku ora isa nulis kaya ngene(saya tidak bisa tulis seperti yang mbah Ndoe tulis ) Terima kasih.., sampun dipun paringi sekelumit wejangan Urip .. Perlu di teruskan..pertemuan pertemuan baik semacam ini..dari rekan sahabat Millist-er.., yang bisa sempat hadir..di lokasi terdekat dengan tempat..pertemuan.., syukur..waktu yang akan datang di tempat Engkong Suhu Albert. , misalnya. Sebagai sisi keseimbangan. Para Millist-er.., bisa membuktikan..bahwa media..Millist.., juga bisa dijadikan sarana kiprah hidup.., yang bisa sejalan dan saling mengisi / melengkapi sebagai mana mimbar pelajaran di : Televisi, Radio, Mesjid, Gereja, Pura, Vihara..dan tempat lain.. memberikan aura dan isi alam dengan pancaran Urip ..yang pasti berisi kehangatan, kedamaian, cinta kasih.. = No..Conflict. Segera..semua kembali dari diri sendiri = tidak perlu merubah orang lain , tapi merubah diri sendiri terlebih dahulu..terus menerus. Setelah pulang dari pertemuan pertemuan semacam ini , masihkan mau conflict lagi ? Segeralah .berdamai.dengan diri sendiri.. , sebagai hasil dari proses seimbang/keseimbangan antara Gelar dan gulung. Dualisme..tetap kita butuhkan ..akan tetapi akan terlihat..terasakan sebagaimana apa adanya..ketika rekan semua..yang sudah cukup mumpuni dengan Meditasi/Mikraj/Dzikir .bisa membawa keheningan ..ke luar..dalam praktek kehidupan se hari hari. Insya Allah, semoga. Di tengah antara kesadaran raga dan Jiwa.., ada Pikiran. Dan di antara pikiran.ada PERASAAN. Konon..aura bisa terlihat.., gejolak pikiran bisa dirasakan.., dan vibrasi/getaran yang tidak baik/suka conflict tidak saja mengotori bathin sendiri.., tapi bisa meradiasi ke teman sahabat di dekatnya.., atau ikut keluar bersama ucapan, tulisan. Karma..hk. Tuhan..akan pasti berjalan sebagai mana adanya. Matur nuwun.., mas Jesse..yang sudah cukses sebagai provokator. Matur nuwun.., Om Sudjanto.., yang sudah pernah menggurah Mata saya. Sampai pagi..masih memerah.. Salam Persaudaraan Sudrajat ------------------------------------- >> semuanya telah mengalami pergeseran disadari atau tidak kesadaran untuk menyikapinya akan lebih mumpuni dalam menjalani peradapan yang akan datang...tantangan alam akan semakin nyata kalau kita lupa akan diri kita ada dimana dan fungsi kita apa...Sya pribadi mengucapkan terimakasih kepada Mas Bens..dan kepada semuanya yang telah hadir...seharusnya kita gelar tikar beratap langit angkasa...maka akan terlihat dan terfungsinya perangkat kita sebagai manusia untuk apa dan sebagai apa dialam semesta ini...Semoga dalam waktu dekat akan terealisasi hal itu...karena hal ini akan sangat membantu perbaikan diri alam semesta...Mbuka jagad cilik...mbabar jagad gede...(untuk menjawab pertanyaan kenapa kita ada) kalau kita melakukannya dalam pertemuan melingkar di alam terbuka maka akan terpadatkan gelombang alam rasa yang ada pada diri kita akan melebar dan naik dan bertemu dengan alam rasa alam semesta...maka diri kita akan merasakan dengan sesungguhnya kita sebagai apa dan alampun akan memberikan responnya dengan baik jika kita lakukan dengan Baik dan welas asih...kita bisa naik keatas atau masuk dalam liang bumi maka kita akan melihat serangkaian kejadian yang sedang terjadi...maka kita akan dapat berbuat banyak...baik secara astral maupun nyata. dengan demikian kita melangkah maju menjadi satu kesatuan alam semesta yang tak akan terurai...NYAWIJI. bagian bagian terbanyak dijadikan satu adalah kekuatan...satu kesatuan dibagi menjadi bagian terbanyak adalah kehancuran. salam Bambang Kandoe -----Original Message----- From: Spiritual-Indonesia@... [mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of Bambang Kandoe Sent: Tuesday, November 03, 2009 9:36 AM To: Spiritual-Indonesia@... Subject: Bls: Bls: Bls: [Spiritual-Indonesia] sekelumit wejangan pada petermuan di padepokan Karang Kamulyan kerawang semua telah tertuang tergambar dengan jelas Mas is dalam nyatanya... dan untuk penebaran energi telah mendapat jawaban dari Sang Angkasa yang mengencingkan dirinya untuk Bumi pertiwi skala kecil Kerawang padepokan karang kamulyan...AIR KENCING walau dilihat menjijikkan tetapi bermakna... Bapa angkasa telah mengencingkan airnya untuk kenyamanan dan keademan agar tidak panas pada badan Ibnu pertiwi setelah itu berurai air mata yang berujud hujan lebat dan udara dingin betapa menyejukkan yang biasanya saya tegang tapi kala itu aku banyak Canda...SEMAR MESEM...suatu tanda keridoann alam semesta...kita pun saat itu tanpa dikomandopun spontan menyambut semuanya dan aku merasakan ada pengelupasan karma pada masing masing yang hadir semua terkurangi beban dirinya dalam alam pikirnya alam rasanya bertambah keikatan keluarga pun bertambah...dan tanda yang tergambar secara nyata...KASUR telah keluar dari kamar terbentang langsung disambut...saudara lama kita...Eyang Suryomataram (mas Eko)...Kyai Grisngsing ( Mas Yan) dan Eyang Kidal Menoreh ( mas Muchlas) dan kemudian keluar lagi kasur...saya teriak Barongsai keluar...yang mengeluarkan Mas Alexis Ajudan Joko Tingkir dan Mas Djanto sendiri (spirit Sultan Agung) sementara para Biksu bersandar dengan tangannya ditikar Biksu kampala ( Bebet )...Biksu Sakyamuni ( Jesse )...panglima Gohlam bergeser ke Bante Albert..ndlosor dipojokan...Ibu Ratu Putri Koneng (Lulu)...resah berhadapan dengan Nyi Dayang Sumbi ( penampakan) dan ratu pembayun ( penampakan)...Sonny shontul ternyata bergeser jadi Begawan Sastra berjuluk Ki demang aksara...Jibril...terpekur kesendirian...masih di tempat spiitnya sebagai panglima Silihwangi...yang kalau mau menerima spirit Kian Santang akan menyempurnakan lakunya...Ki manting Suryanarendra berganti spirit jadi Ki Penjalu...Ika ketakutan diri menyibukkan diri dengan mainan elektroniknya sayang bila saja di fokus keikut sertaan maka spirit Dyah Pitaloka akan bergeser ke arah yang lebih baik...Mang Dipo hadir ketika hujan rinting berbareng kencing sang angkasa...Ki Ratamsari ( Mas Is ) dengan ajudannya perempuan juga hadir tapi hanya sebentar melihat wacana... Wuh tiniba mburi wis wancine pada ngerti ojo silak lan sumelang sing silak diselehake sing sumelang diilangake menus mbabara awak mangerteni tetembungan jati Rasa Urip Sejati tuwuh nyawiji...jumbuh...marang GUSTI salam... |
|
|
Re: Terima kasih : sekelumit wejangan pada petermuan di padepokan Karang Kamulyan kerawang -tambahanHehehehe mbah drajad, rumah tinggal kurang mantep klo buat pertemuan akbar spiritualis, yg pas ya sing jembar kayak di karawang itu.
Salam mbah drajad, sing penting bisa silaturahmi, gojekan dan gayeng. --- In Spiritual-Indonesia@..., "Sudrajat" <sudrajat@...> wrote: > > > > Dear mbah Ndoe..dan rekan sahabat semua. ( saya cc ke PU , agar teman > teman di sana..bisa ikut menyimak ). > > Lah..kok..bisa enak..mbah..tulisan-nipun. Apik..tenan mbah aku ora isa > nulis kaya ngene(saya tidak bisa tulis seperti yang mbah Ndoe tulis ) > Terima kasih.., sampun dipun paringi sekelumit wejangan Urip .. > > Perlu di teruskan..pertemuan pertemuan baik semacam ini..dari rekan > sahabat Millist-er.., yang bisa sempat hadir..di lokasi terdekat dengan > tempat..pertemuan.., syukur..waktu yang akan datang di tempat Engkong > Suhu Albert. , misalnya. > > Sebagai sisi keseimbangan. > Para Millist-er.., bisa membuktikan..bahwa media..Millist.., juga bisa > dijadikan sarana kiprah hidup.., yang bisa sejalan dan saling mengisi > / melengkapi sebagai mana mimbar pelajaran di : Televisi, Radio, Mesjid, > Gereja, Pura, Vihara..dan tempat lain.. memberikan aura dan isi alam > dengan pancaran Urip ..yang pasti berisi kehangatan, kedamaian, cinta > kasih.. = No..Conflict. > > Segera..semua kembali dari diri sendiri = tidak perlu merubah orang > lain , tapi merubah diri sendiri terlebih dahulu..terus menerus. > Setelah pulang dari pertemuan pertemuan semacam ini , masihkan mau > conflict lagi ? > Segeralah .berdamai.dengan diri sendiri.. , sebagai hasil dari proses > seimbang/keseimbangan antara Gelar dan gulung. Dualisme..tetap kita > butuhkan ..akan tetapi akan terlihat..terasakan sebagaimana apa > adanya..ketika rekan semua..yang sudah cukup mumpuni dengan > Meditasi/Mikraj/Dzikir .bisa membawa keheningan ..ke luar..dalam praktek > kehidupan se hari hari. Insya Allah, semoga. > > Di tengah antara kesadaran raga dan Jiwa.., ada Pikiran. Dan di antara > pikiran.ada PERASAAN. > Konon..aura bisa terlihat.., gejolak pikiran bisa dirasakan.., dan > vibrasi/getaran yang tidak baik/suka conflict tidak saja mengotori > bathin sendiri.., tapi bisa meradiasi ke teman sahabat di dekatnya.., > atau ikut keluar bersama ucapan, tulisan. Karma..hk. Tuhan..akan pasti > berjalan sebagai mana adanya. > > Matur nuwun.., mas Jesse..yang sudah cukses sebagai provokator. > Matur nuwun.., Om Sudjanto.., yang sudah pernah menggurah Mata saya. > Sampai pagi..masih memerah.. > > > Salam Persaudaraan > Sudrajat > > ------------------------------------- >> > > semuanya telah mengalami pergeseran disadari atau tidak kesadaran untuk > menyikapinya akan lebih mumpuni > dalam menjalani peradapan yang akan datang...tantangan alam akan semakin > nyata kalau kita lupa > akan diri kita ada dimana dan fungsi kita apa...Sya pribadi mengucapkan > terimakasih kepada Mas Bens..dan kepada semuanya > yang telah hadir...seharusnya kita gelar tikar beratap langit > angkasa...maka akan terlihat dan terfungsinya perangkat kita sebagai > manusia untuk apa dan sebagai apa dialam semesta ini...Semoga dalam > waktu dekat akan terealisasi hal itu...karena hal ini akan > sangat membantu perbaikan diri alam semesta...Mbuka jagad cilik...mbabar > jagad gede...(untuk menjawab pertanyaan kenapa kita ada) > kalau kita melakukannya dalam pertemuan melingkar di alam terbuka maka > akan terpadatkan gelombang alam rasa yang ada pada diri kita > akan melebar dan naik dan bertemu dengan alam rasa alam semesta...maka > diri kita akan merasakan dengan sesungguhnya kita sebagai apa > dan alampun akan memberikan responnya dengan baik jika kita lakukan > dengan Baik dan welas asih...kita bisa naik keatas atau masuk dalam > liang bumi maka kita akan melihat serangkaian kejadian yang sedang > terjadi...maka kita akan dapat berbuat banyak...baik secara astral > maupun nyata. > dengan demikian kita melangkah maju menjadi satu kesatuan alam semesta > yang tak akan terurai...NYAWIJI. > > bagian bagian terbanyak dijadikan satu adalah kekuatan...satu kesatuan > dibagi menjadi bagian terbanyak adalah kehancuran. > > salam > Bambang Kandoe > > > -----Original Message----- > From: Spiritual-Indonesia@... > [mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of Bambang Kandoe > Sent: Tuesday, November 03, 2009 9:36 AM > To: Spiritual-Indonesia@... > Subject: Bls: Bls: Bls: [Spiritual-Indonesia] sekelumit wejangan pada > petermuan di padepokan Karang Kamulyan kerawang > > > semua telah tertuang tergambar dengan jelas Mas is dalam nyatanya... > dan untuk penebaran energi telah mendapat jawaban dari Sang Angkasa yang > mengencingkan dirinya untuk Bumi pertiwi > skala kecil Kerawang padepokan karang kamulyan...AIR KENCING walau > dilihat menjijikkan tetapi bermakna... > Bapa angkasa telah mengencingkan airnya untuk kenyamanan dan keademan > agar tidak panas pada badan Ibnu pertiwi > setelah itu berurai air mata yang berujud hujan lebat dan udara dingin > betapa menyejukkan yang biasanya saya tegang > tapi kala itu aku banyak Canda...SEMAR MESEM...suatu tanda keridoann > alam semesta...kita pun saat itu tanpa dikomandopun spontan menyambut > semuanya dan aku merasakan ada pengelupasan karma pada masing masing > yang hadir semua terkurangi beban dirinya > dalam alam pikirnya alam rasanya bertambah keikatan keluarga pun > bertambah...dan tanda yang tergambar secara nyata...KASUR telah keluar > dari kamar > terbentang langsung disambut...saudara lama kita...Eyang Suryomataram > (mas Eko)...Kyai Grisngsing ( Mas Yan) dan Eyang Kidal Menoreh ( mas > Muchlas) > dan kemudian keluar lagi kasur...saya teriak Barongsai keluar...yang > mengeluarkan Mas Alexis Ajudan Joko Tingkir dan Mas Djanto sendiri > (spirit Sultan Agung) > sementara para Biksu bersandar dengan tangannya ditikar Biksu kampala ( > Bebet )...Biksu Sakyamuni ( Jesse )...panglima Gohlam bergeser ke Bante > Albert..ndlosor > dipojokan...Ibu Ratu Putri Koneng (Lulu)...resah berhadapan dengan Nyi > Dayang Sumbi ( penampakan) dan ratu pembayun ( penampakan)...Sonny > shontul > ternyata bergeser jadi Begawan Sastra berjuluk Ki demang > aksara...Jibril...terpekur kesendirian...masih di tempat spiitnya > sebagai panglima Silihwangi...yang kalau > mau menerima spirit Kian Santang akan menyempurnakan lakunya...Ki > manting Suryanarendra berganti spirit jadi Ki Penjalu...Ika ketakutan > diri menyibukkan diri dengan mainan elektroniknya sayang bila saja di > fokus keikut sertaan maka spirit Dyah Pitaloka akan bergeser ke arah > yang lebih baik...Mang Dipo hadir ketika > hujan rinting berbareng kencing sang angkasa...Ki Ratamsari ( Mas Is ) > dengan ajudannya perempuan juga hadir tapi hanya sebentar melihat > wacana... > > Wuh tiniba mburi > wis wancine pada ngerti > ojo silak lan sumelang > sing silak diselehake > sing sumelang diilangake > > menus mbabara awak > mangerteni tetembungan jati > Rasa Urip Sejati > tuwuh nyawiji...jumbuh...marang GUSTI > > salam... > |
| Free embeddable forum powered by Nabble | Forum Help |